Indeks US Dollar (DXY) kembali menguat dan hampir menyentuh level 100 di tengah ketegangan geopolitik global.
Pergerakan dolar ini menarik perhatian investor karena dolar memiliki hubungan dengan emas dan Bitcoin, dua aset yang sering dianggap sebagai penyimpan nilai.
Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

DXY ada di angka 99,4 pada Kamis (12/3) | Sumber: TradingView
Data pasar menunjukkan US Dollar Index mendekati level 100 hari ini, menandakan penguatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.
Kondisi ini sering terjadi saat investor global mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan perang Timur Tengah yang sedang terjadi.
Dalam situasi seperti ini, dolar biasanya menjadi tujuan utama arus modal global.
Baca juga: Krisis Asia Barat Bikin Bitcoin Mandek, Pasar Kripto Masih Waspada
Hubungan Emas dan Bitcoin dengan Dolar
Hubungan emas dengan dolar telah lama dikenal dalam pasar keuangan.

Harga emas turun 0.64% hari ini (12/3) | Sumber: tradingeconomics
Dilansir dari laporan NYDIG, ketika nilai dolar turun, harga emas biasanya naik karena logam mulia menjadi lebih murah bagi investor global. Sebaliknya, ketika dolar menguat, emas cenderung mengalami tekanan.
Menurut laporan, Bitcoin juga menunjukkan pola serupa, meskipun hubungan ini masih relatif baru dibanding emas.
Seiring semakin terintegrasinya Bitcoin dengan pasar keuangan tradisional, korelasi makro antara Bitcoin dan dolar mulai terlihat lebih jelas.
Faktor Makro yang Menggerakkan Emas dan Bitcoin
Selain dolar, ada beberapa faktor makro utama yang mempengaruhi pergerakan kedua aset tersebut.
Pertama adalah suku bunga riil, yang memiliki hubungan terbalik dengan emas dan Bitcoin. Ketika suku bunga riil turun, kedua aset ini cenderung naik karena investor mencari alternatif penyimpan nilai.
Faktor kedua adalah likuiditas global dan jumlah uang beredar (M2). Bitcoin memiliki hubungan positif yang cukup kuat dengan likuiditas global, karena aset ini sering dipandang sebagai indikator aliran modal dalam sistem keuangan.
Sementara itu emas lebih dikenal sebagai lindung nilai terhadap perubahan suku bunga riil, sehingga pergerakannya lebih stabil terhadap faktor makro jangka panjang.
Bitcoin Masih Mengejar Emas

Kapitalisasi pasar emas vs Bitcoin | Sumber: MacroMicro
Dari sisi ukuran pasar, Bitcoin masih jauh lebih kecil dibanding emas. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin terus memperkecil jarak tersebut.
Dalam beberapa siklus pasar sebelumnya, nilai Bitcoin pernah mencapai sekitar 10% dari total nilai emas global.
Pertumbuhan tersebut sebagian didorong oleh meningkatnya adopsi investor institusional serta popularitas produk investasi berbasis Bitcoin. Meski demikian, struktur kepemilikan kedua aset ini masih sangat berbeda.
Bank sentral dunia menyimpan emas sebagai cadangan moneter, sementara kepemilikan Bitcoin lebih banyak berasal dari investor individu, perusahaan, dan produk investasi seperti ETF.
Kesimpulan
Kenaikan US Dollar Index mendekati 100 menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap dolar di tengah ketidakpastian global.
Secara historis, kondisi ini dapat memberikan tekanan bagi emas dan Bitcoin karena keduanya memiliki hubungan terbalik dengan dolar.
Namun dalam jangka panjang, pergerakan kedua aset tersebut tidak hanya dipengaruhi dolar. Faktor seperti suku bunga riil, likuiditas global, dan perkembangan pasar keuangan juga memainkan peran besar dalam menentukan arah emas dan Bitcoin.
FAQ
1. Apa itu US Dollar Index (DXY)?
US Dollar Index adalah indeks yang mengukur kekuatan dolar Amerika Serikat terhadap sekeranjang mata uang utama dunia seperti euro, yen, dan pound.
2. Mengapa dolar mempengaruhi harga emas?
Karena emas dihargai dalam dolar. Saat dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaannya bisa menurun.
3. Apakah Bitcoin selalu bergerak berlawanan dengan dolar?
Tidak selalu, tetapi data menunjukkan adanya kecenderungan hubungan terbalik antara Bitcoin dan dolar dalam beberapa periode pasar.
4. Mengapa Bitcoin sering disebut “digital gold”?
Bitcoin disebut digital gold karena memiliki suplai terbatas dan sering dipandang sebagai aset penyimpan nilai seperti emas.
5. Faktor makro apa yang paling mempengaruhi Bitcoin?
Beberapa faktor utama adalah likuiditas global, suku bunga riil, kebijakan moneter, dan kekuatan dolar Amerika Serikat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
