Degen Trading: Gaya Trading Crypto Paling Nekat?
icon search
icon search

Top Performers

Degen Trading: Gaya Trading Crypto Paling Nekat?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Degen Trading: Gaya Trading Crypto Paling Nekat?

Degen Trading Gaya Trading Crypto Paling Nekat?

Daftar Isi

Pernah melihat seseorang di komunitas crypto tiba-tiba memamerkan profit ratusan persen hanya dalam beberapa jam? Atau mungkin kamu pernah menemukan trader yang berani memasukkan hampir seluruh modalnya ke meme coin yang bahkan baru dibuat beberapa menit lalu?

Fenomena seperti ini semakin sering muncul di industri crypto beberapa tahun terakhir. Bukan hanya di X, Telegram, atau Discord, tetapi juga di TikTok, YouTube, hingga komunitas trading lokal. Di tengah market yang bergerak sangat cepat, muncul satu istilah yang kini semakin populer: degen trading.

Bagi sebagian orang, degen trading dianggap sebagai cara tercepat mencari cuan besar. Namun di sisi lain, banyak juga yang menganggapnya sebagai bentuk trading paling berbahaya karena penuh spekulasi dan minim kontrol risiko.

Menariknya, budaya degen bukan lagi sekadar candaan internet. Istilah ini sudah menjadi bagian dari identitas komunitas crypto modern, terutama sejak era meme coin, DeFi, dan token-token viral bermunculan hampir setiap hari.

Lalu sebenarnya apa itu degen trading, dan kenapa semakin banyak trader crypto masuk ke gaya trading seperti ini?

 

Apa Itu Degen Trading?

Di komunitas crypto, istilah “degen” berasal dari kata “degenerate”. Dalam bahasa umum, kata tersebut punya konotasi negatif karena menggambarkan perilaku yang dianggap terlalu berlebihan atau tidak sehat.

Namun di industri crypto, maknanya berubah cukup jauh. Degen justru menjadi slang populer untuk menggambarkan trader yang berani mengambil risiko ekstrem demi mengejar profit besar dalam waktu singkat.

 

Karena itu, ketika seseorang disebut “degen trader”, biasanya mereka dikenal sebagai trader yang:

  • berani masuk coin baru launch
  • trading meme coin berisiko tinggi
  • menggunakan leverage besar
  • masuk market tanpa banyak pertimbangan fundamental
  • mengejar hype sebelum terlambat

 

Dari sinilah istilah degen trading muncul.

Secara sederhana, degen trading adalah gaya trading crypto yang sangat agresif dan spekulatif, biasanya dilakukan demi mengejar keuntungan besar dalam waktu cepat meski risikonya sangat tinggi.

Fenomena ini berkembang pesat karena market crypto memang punya karakter yang berbeda dibanding market tradisional. Pergerakan harga bisa sangat liar hanya dalam hitungan menit. Sebuah token bisa naik ribuan persen dalam sehari, lalu jatuh hampir ke nol beberapa jam kemudian.

Situasi seperti itu menciptakan mentalitas “kalau terlambat masuk, kesempatan hilang.”

Akhirnya banyak trader mulai terbiasa mengambil keputusan cepat tanpa analisis mendalam. Mereka lebih fokus mengejar momentum dibanding keamanan.

Budaya ini semakin kuat ketika meme coin seperti PEPE, BONK, hingga berbagai token viral di jaringan Solana berhasil mencetak profit besar bagi trader awal. Fenomena ini membuat banyak trader mulai tertarik memahami bagaimana sebenarnya cara kerja meme coin di market crypto. Banyak orang melihat kisah profit x50 atau x100 di media sosial, lalu mulai percaya bahwa gaya trading ekstrem bisa menjadi jalan tercepat menghasilkan uang dari crypto.

Padahal, yang sering terlihat di internet biasanya hanya cerita suksesnya saja.

 

Kenapa Banyak Trader Crypto Jadi Degen?

Semakin berkembangnya industri crypto ternyata juga mengubah perilaku trader. Jika dulu banyak orang fokus pada investasi jangka panjang, sekarang sebagian trader lebih tertarik pada peluang cepat dengan risiko tinggi.

Salah satu penyebab terbesar adalah FOMO atau fear of missing out.

Ketika seseorang melihat trader lain menghasilkan profit besar dari meme coin tertentu, muncul dorongan emosional untuk ikut masuk sebelum harga naik lebih tinggi. Apalagi di media sosial, profit sering dipamerkan secara besar-besaran.

Jarang ada yang memperlihatkan kerugiannya.

Akibatnya, banyak trader mulai merasa bahwa market crypto adalah tempat untuk mencari profit instan. Mereka takut tertinggal hype berikutnya, terutama ketika token baru bisa naik ratusan persen hanya dalam beberapa jam.

Fenomena ini semakin diperkuat oleh budaya meme coin.

Dalam beberapa tahun terakhir, market crypto dipenuhi token berbasis komunitas dan internet culture. Banyak trader tidak lagi membeli aset karena teknologi atau utilitasnya, tetapi karena viralitas dan kekuatan komunitas.

Semakin ramai sebuah token dibahas di X atau Telegram, semakin besar rasa penasaran trader untuk ikut masuk.

Selain itu, ritme market crypto sekarang juga jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Dulu sebuah tren bisa bertahan berbulan-bulan. Sekarang, hype baru bisa muncul dan menghilang hanya dalam hitungan jam.

Kondisi ini membuat banyak trader merasa harus terus online agar tidak tertinggal peluang.

 

Tidak sedikit yang akhirnya:

  • begadang memantau chart
  • terus mengecek notifikasi market
  • masuk trading karena tekanan komunitas
  • melakukan entry tanpa perhitungan matang

 

Di titik tertentu, aktivitas seperti ini mulai memicu efek psikologis yang mirip dengan gambling behavior.

Ketika trader mendapatkan profit besar dalam waktu singkat, otak menghasilkan dorongan dopamine yang membuat mereka ingin mengulang sensasi tersebut lagi dan lagi. Karena itulah banyak trader akhirnya masuk ke mode degen tanpa sadar.

Awalnya mungkin hanya mencoba satu meme coin. Namun lama-kelamaan mereka mulai terbiasa mengambil risiko ekstrem.

 

Ciri-Ciri Degen Trader di Crypto

Meski tidak ada definisi resmi tentang seperti apa seorang degen trader, pola perilakunya biasanya cukup mudah dikenali di komunitas crypto.

Salah satu ciri paling umum adalah kebiasaan masuk ke coin yang baru launch.

Banyak degen trader sengaja mencari token dengan market cap kecil karena percaya potensi kenaikannya lebih besar. Mereka rela membeli token yang bahkan belum listing di exchange besar hanya demi menjadi pembeli awal.

Strategi seperti ini memang bisa menghasilkan profit tinggi, tetapi risikonya juga sangat besar. Banyak token baru ternyata tidak punya likuiditas kuat, volume sehat, atau bahkan tim yang jelas.

Karena itu, rug pull menjadi salah satu ancaman terbesar dalam gaya trading seperti ini.

Selain berburu token baru, degen trader juga identik dengan penggunaan leverage tinggi.

Di market futures crypto, leverage memungkinkan trader membuka posisi jauh lebih besar dibanding modal asli mereka. Karena itu, penting juga memahami bagaimana leverage trading bekerja sebelum menggunakan posisi dengan risiko tinggi. Inilah yang membuat banyak trader tergoda menggunakan leverage 25x, 50x, bahkan 100x demi memperbesar potensi profit.

Masalahnya, semakin tinggi leverage, semakin kecil toleransi kesalahan.

Pergerakan harga kecil saja bisa langsung menyebabkan liquidation dan membuat seluruh modal hilang dalam waktu singkat.

Ciri lainnya adalah keputusan trading yang terlalu dipengaruhi hype.

Banyak degen trader masuk market bukan karena analisis teknikal atau fundamental, tetapi karena melihat influencer tertentu membahas sebuah token. Ada juga yang entry hanya karena komunitas ramai mengatakan coin tersebut akan “to the moon”.

Dalam situasi seperti ini, keputusan trading sering kali didorong emosi, bukan strategi.

Hal lain yang cukup sering terjadi adalah sulit mengambil profit.

Ketika harga naik tajam, trader mulai merasa coin tersebut masih bisa naik lebih tinggi. Akibatnya mereka terus menahan posisi sampai akhirnya market berbalik arah dan profit hilang begitu saja.

Fenomena ini cukup umum di budaya degen trading karena banyak trader terlalu fokus mengejar jackpot besar dibanding menjaga profit yang sudah ada.

 

Risiko Besar Degen Trading yang Jarang Dibahas

Di media sosial, degen trading sering terlihat menyenangkan. Banyak konten memperlihatkan profit fantastis dari meme coin atau leverage trading.

Namun yang jarang dibahas adalah sisi gelapnya.

Salah satu risiko terbesar adalah rug pull.

Dalam kasus seperti ini, developer token tiba-tiba menghilangkan likuiditas atau meninggalkan project setelah harga naik tinggi. Akibatnya trader yang terlambat keluar tidak bisa menjual asetnya dan akhirnya terjebak di harga yang jatuh drastis.

Kasus seperti ini masih sangat sering terjadi di market crypto modern, terutama pada token baru dengan komunitas yang dibangun terlalu cepat.

Selain rug pull, liquidation juga menjadi ancaman serius.

Banyak trader merasa percaya diri setelah beberapa kali profit menggunakan leverage tinggi. Padahal market crypto terkenal sangat volatil. Harga bisa bergerak liar hanya karena sentimen sesaat, berita mendadak, atau aksi whale.

Ketika market bergerak melawan posisi trader, liquidation bisa terjadi dalam hitungan detik.

Ada juga istilah “exit liquidity” yang cukup populer di komunitas crypto.

Istilah ini digunakan ketika trader retail membeli aset di harga tinggi, sementara trader besar justru menjual aset mereka di saat yang sama. Dalam banyak kasus, trader pemula tanpa sadar menjadi pihak yang menanggung kerugian ketika hype mulai mereda.

Risiko berikutnya yang sering diremehkan adalah dampak mental.

Degen trading membuat sebagian orang terus hidup dalam tekanan market. Mereka sulit lepas dari chart, terus mengecek harga, dan merasa cemas ketika tidak online.

 

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi seperti ini bisa menyebabkan:

  • burnout
  • stres
  • overtrading
  • keputusan impulsif
  • gangguan emosional saat market turun

 

Ironisnya, profit besar justru kadang menjadi awal masalah baru.

Trader yang menang besar dalam waktu cepat sering merasa dirinya sudah memahami market sepenuhnya. Padahal bisa saja mereka hanya sedang beruntung berada di narasi yang tepat.

Perasaan terlalu percaya diri inilah yang akhirnya membuat banyak trader mulai mengambil risiko lebih besar hingga akhirnya kehilangan seluruh profit sebelumnya.

 

GooglXIDR - XStocks 2

 

Apa Bedanya Degen Trader dan Trader Profesional?

Meski sama-sama aktif trading crypto, pendekatan trader profesional sebenarnya sangat berbeda dengan budaya degen.

Trader profesional biasanya fokus pada manajemen risiko sebelum memikirkan profit. Mereka memahami bahwa bertahan di market jauh lebih penting dibanding menang besar sekali lalu kehilangan semuanya.

 

Karena itu mereka umumnya punya:

  • batas kerugian
  • ukuran posisi yang jelas
  • target profit realistis
  • strategi entry dan exit
  • kontrol emosi saat market bergerak liar

 

Sebaliknya, degen trader sering membuat keputusan berdasarkan dorongan sesaat.

Ketika market hijau, mereka merasa harus segera masuk. Saat market turun, mereka justru menambah posisi tanpa perhitungan matang karena berharap harga akan kembali naik.

Namun menariknya, komunitas crypto modern juga mulai mengenal istilah “smart degen”.

Istilah ini digunakan untuk trader yang tetap agresif mencari peluang high risk high return, tetapi masih memiliki kontrol risiko yang baik. Mereka tahu kapan harus masuk, kapan harus keluar, dan berani cut loss ketika market bergerak tidak sesuai rencana.

Artinya, trading agresif sebenarnya tidak selalu buruk.

Yang berbahaya adalah ketika seseorang trading tanpa kontrol, tanpa strategi, dan tanpa memahami risiko yang sedang diambil.

 

Apakah Degen Trading Selalu Buruk?

Banyak orang langsung menganggap degen trading sebagai sesuatu yang negatif. Padahal realitanya tidak sesederhana itu.

Market crypto memang lahir dari lingkungan yang penuh risiko dan inovasi cepat. Banyak peluang besar di industri ini muncul justru ketika sebagian orang berani mengambil langkah lebih awal dibanding mayoritas market.

Beberapa trader awal meme coin, DeFi, atau AI token memang berhasil menghasilkan profit besar karena berani masuk sebelum tren menjadi mainstream.

Namun perbedaannya terletak pada cara mereka mengelola risiko.

Trader yang bertahan lama biasanya memahami bahwa market crypto sangat tidak pasti. Mereka sadar bahwa tidak semua peluang harus diambil, dan tidak semua hype layak diikuti.

Karena itu, edukasi tetap menjadi faktor paling penting.

Semakin seseorang memahami market, semakin kecil kemungkinan mereka terjebak keputusan emosional. Mereka tidak mudah FOMO hanya karena melihat profit trader lain di media sosial.

Pada akhirnya, degen trading lebih menggambarkan perilaku manusia dibanding sekadar strategi market.

Saat bertemu market yang bergerak cepat dan penuh peluang instan, banyak orang mulai terdorong mengambil risiko lebih besar dari yang sebenarnya mampu mereka tanggung.

 

Kesimpulan

Pada akhirnya, degen trading bukan cuma soal trader yang berani mengambil risiko besar demi mencari profit cepat. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana market crypto modern mampu mengubah cara seseorang mengambil keputusan hanya dalam hitungan menit.

Saat melihat orang lain menghasilkan cuan besar dari meme coin, leverage, atau token viral, banyak trader mulai merasa bahwa setiap hype harus segera dikejar sebelum terlambat. Dari sinilah budaya degen berkembang semakin luas, terutama di era media sosial dan market crypto yang bergerak sangat cepat.

Masalahnya, tidak semua orang siap menghadapi risiko di balik peluang tersebut. Banyak trader masuk market karena dorongan FOMO, bukan karena memahami aset yang dibeli. Awalnya mungkin hanya mencoba ikut tren, tetapi perlahan berubah menjadi kebiasaan trading impulsif yang sulit dikendalikan.

Inilah alasan kenapa degen trading sering menjadi pembahasan besar di komunitas crypto modern. Bukan hanya karena potensi profitnya yang tinggi, tetapi juga karena gaya trading seperti ini sangat dekat dengan psikologi manusia ketika berhadapan dengan uang, tekanan komunitas, dan rasa takut ketinggalan peluang.

Di market crypto, keberanian memang bisa menghasilkan keuntungan besar. Namun tanpa kontrol diri, manajemen risiko, dan pemahaman market yang matang, keberanian yang sama juga bisa berubah menjadi keputusan paling mahal dalam perjalanan trading seseorang.

 

FAQ

1. Apa arti degen dalam crypto?

Degen adalah slang dari kata “degenerate” yang digunakan untuk menggambarkan trader crypto dengan gaya trading agresif dan berisiko tinggi.

2. Apa itu degen trading?

Degen trading adalah gaya trading crypto yang fokus mengejar profit cepat melalui aset atau strategi berisiko tinggi seperti meme coin dan leverage trading.

3. Kenapa trader crypto disebut degen?

Biasanya karena mereka berani mengambil risiko ekstrem, masuk token viral, menggunakan leverage tinggi, atau trading berdasarkan hype komunitas.

4. Apakah degen trading sama dengan gambling?

Tidak selalu. Namun jika trading dilakukan tanpa strategi, tanpa manajemen risiko, dan hanya berdasarkan emosi, perilakunya bisa sangat mirip dengan gambling.

5. Apa risiko terbesar degen trading?

Risiko terbesar degen trading meliputi rug pull, liquidation futures, kehilangan modal cepat, hingga tekanan mental akibat trading emosional.

6. Apakah meme coin identik dengan degen trading?

Meme coin sering dikaitkan dengan budaya degen karena volatilitasnya tinggi dan banyak trader masuk hanya karena hype komunitas.

7. Bagaimana cara menghindari jadi trader degen?

Kamu bisa mulai dengan:

  • menggunakan risk management
  • tidak FOMO
  • melakukan riset sebelum membeli aset
  • memakai leverage secara bijak
  • menentukan target profit dan stop loss

8. Apakah degen trading bisa menghasilkan profit?

Bisa. Namun potensi profit tinggi selalu datang bersama risiko besar. Karena itu, trading agresif tanpa kontrol bisa menyebabkan kerugian besar dalam waktu singkat.

9. Apa itu smart degen di crypto?

Smart degen adalah istilah untuk trader agresif yang tetap disiplin mengatur risiko dan tidak trading hanya berdasarkan emosi.

10. Kenapa budaya degen makin populer pada 2026?

Karena market crypto semakin dipengaruhi media sosial, meme coin, AI token, komunitas online, dan pergerakan market yang sangat cepat.

 

Itulah informasi menarik tentang Degen Trading yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DLC/IDR
Diverge Lo
463
104.87%
SOLAYER/IDR
Solayer
1.698
65.66%
PIPPIN/IDR
Pippin
457
65.54%
BEAT/IDR
Audiera
75.514
33.84%
DODO/IDR
DODO
903
32.79%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
STIK/IDR
Staika
436
-42.02%
EPIC/IDR
Epic Chain
8.557
-30.43%
GNO/IDR
Gnosis
1.601K
-23.79%
H/IDR
Humanity P
11.401
-23.39%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026