Harga emas dan perak kembali berada di bawah tekanan setelah penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Data terbaru per Senin (23/3) menunjukkan emas turun ke kisaran $4,300, sementara perak melemah ke $65.39.
Penurunan ini membuka peluang koreksi lanjutan, dengan analis memperkirakan emas masih bisa turun hingga 12%, sedangkan perak berpotensi melemah sekitar 8% dalam skenario terburuk.
Tekanan Makro Dorong Harga Emas dan Perak Turun

Data PPI terbaru | Sumber: bls.gov
Penurunan harga emas terjadi di tengah kombinasi faktor makro yang cukup berat. Salah satu pemicu utamanya adalah kenaikan inflasi yang tercermin dari data Producer Price Index (PPI) naik 0.7%, jauh di atas ekspektasi.
Kondisi ini mendorong bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, yang berdampak negatif pada aset seperti emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Selain itu, lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik juga memperkuat tekanan inflasi. Akibatnya, dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi naik, membuat emas dan perak menjadi kurang menarik bagi investor global.
Dalam dua sesi terakhir, emas bahkan tercatat turun sekitar 6%, menembus level psikologis $5,000 dan kini bergerak di area support baru.
Baca juga: Bitcoin dan Emas Tak Lagi Sejalan, Siapa yang Kini Lebih Unggul?
Skenario Terburuk: Emas ke $3,800 dan Perak ke $60

Harga emas dan perak pada Senin (23/3) | Sumber: tradingeconomics
Dikutip dari Economic Times, potensi penurunan emas dan perak masih terbuka cukup lebar. Jika tekanan berlanjut, emas berisiko turun hingga $3,800, yang berarti koreksi sekitar 12–14% dari level sekarang.
Level ini menjadi area penting karena sebelumnya merupakan zona resistance yang berubah menjadi support.
Sementara itu, perak yang kini berada di $65.39 berpotensi turun ke $60, atau hampir 8% lebih rendah dari harga saat ini.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun perak ikut turun, volatilitas emas masih lebih dominan karena sensitivitasnya terhadap kebijakan moneter dan pergerakan dolar.
Sentimen Investor Berubah
Menariknya, penurunan ini terjadi di tengah kondisi geopolitik yang seharusnya mendukung aset safe haven seperti emas. Namun, realitas di pasar justru menunjukkan hal sebaliknya.
Kenaikan harga minyak akibat konflik justru memperkuat inflasi, yang kemudian membuat kebijakan moneter tetap ketat. Dampaknya, emas yang biasanya menjadi pelindung nilai malah ikut tertekan.
Beberapa analis bahkan mulai melihat emas tidak lagi murni sebagai aset lindung nilai, melainkan mulai diperlakukan sebagai aset spekulatif dalam kondisi tertentu.
Hal ini terlihat dari aksi profit taking besar-besaran setelah harga emas sebelumnya sempat mencapai level tertinggi.
Kesimpulan
Tekanan terhadap emas dan perak saat ini bukan sekadar koreksi biasa, tetapi dipicu oleh perubahan besar dalam kondisi makro global.
Dengan inflasi yang masih tinggi, suku bunga yang belum turun, serta penguatan dolar, peluang emas untuk kembali melemah masih terbuka.
Jika skenario terburuk terjadi, emas bisa turun hingga $3,800 atau sekitar 12%, sementara perak berpotensi menyentuh $60.
Artinya, pergerakan logam mulia dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.
FAQ
1. Kenapa harga emas bisa turun saat terjadi konflik?
Karena konflik mendorong harga energi naik dan meningkatkan inflasi. Hal ini membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi, yang menekan harga emas.
2. Apakah emas masih aman sebagai investasi saat ini?
Emas tetap dianggap sebagai aset lindung nilai jangka panjang, tetapi dalam jangka pendek bisa tertekan oleh faktor makro seperti suku bunga dan dolar.
3. Berapa target harga emas terendah saat ini?
Dalam skenario bearish, emas berpotensi turun ke $3,800 berdasarkan level teknikal dan tekanan makro saat ini.
4. Kenapa harga perak ikut turun bersama emas?
Perak memiliki korelasi tinggi dengan emas, sehingga ketika emas turun, perak biasanya ikut melemah meskipun dengan volatilitas berbeda.
5. Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli emas?
Keputusan investasi tergantung strategi masing-masing. Namun, banyak investor biasanya menunggu konfirmasi stabilisasi harga sebelum masuk kembali.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
