Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Crude Oil WTI melonjak tajam, memicu kerugian besar bagi trader yang sebelumnya bertaruh harga minyak akan turun.
Data dari Lookonchain menunjukkan bahwa salah satu posisi short oil terbesar di jaringan blockchain kini mengalami kerugian hingga $2,93 juta setelah harga minyak bergerak berlawanan dari prediksi.
Trader tersebut bahkan mulai menutup sebagian posisinya untuk mengurangi kerugian, sementara harga likuidasi barunya kini berada di sekitar $111,85.
Ancaman Iran Picu Lonjakan Harga Minyak
Dilansir dari BBC, ketegangan geopolitik meningkat setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya siap menggunakan strategi blokade Selat Hormuz sebagai tekanan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia karena sekitar 20% pasokan minyak global melewati perairan sempit ini setiap hari.
Ketika ancaman penutupan muncul, pasar langsung bereaksi karena gangguan di jalur ini bisa memicu krisis pasokan minyak global.

Sumber: tradingeconomics
Grafik terbaru pada Jumat (13/3) menunjukkan harga Crude Oil WTI yang sempat turun ke $80 malah melonjak mendekati $95 per barel dalam waktu singkat setelah eskalasi konflik meningkat.
Whale Short Oil Terjebak FOMO

Sumber: x.com/@lookonchain
Di tengah lonjakan harga tersebut, seorang trader besar atau whale sebelumnya mengambil posisi short oil, yaitu strategi yang bertaruh bahwa harga minyak akan turun.
Strategi ini biasanya dilakukan dengan menjual kontrak terlebih dahulu lalu membelinya kembali ketika harga turun. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Menurut data, alamat wallet 0x17c3 yang memegang posisi short terbesar saat ini mengalami kerugian sekitar $2,93 juta. Untuk mencegah kerugian semakin dalam, whale tersebut mulai menutup sebagian posisi short yang dimilikinya.
Jika harga minyak terus naik dan mencapai sekitar $111,85, maka posisi tersebut berpotensi terlikuidasi sepenuhnya.
Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Energi
Kasus ini menunjukkan bagaimana geopolitik dapat langsung mempengaruhi harga komoditas energi.
Ancaman blokade Selat Hormuz bukan sekadar isu regional, tetapi memiliki dampak langsung terhadap pasokan minyak global, harga energi, dan keputusan trading para pelaku pasar.
Ketika risiko konflik meningkat, investor biasanya membeli minyak sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi.
Akibatnya harga naik cepat dan posisi trader yang bertaruh sebaliknya bisa mengalami kerugian besar.
Kesimpulan
Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz menjadi katalis kuat yang mendorong lonjakan harga minyak global.
Pergerakan ini memperlihatkan bagaimana faktor geopolitik dapat dengan cepat mengubah arah pasar, bahkan dalam hitungan jam.
Kasus whale yang merugi hingga $2,93 juta akibat posisi short oil menjadi contoh nyata bahwa sentimen geopolitik sering kali lebih kuat dibanding prediksi teknikal pasar.
Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar biasanya menghadapi risiko volatilitas tinggi karena setiap perkembangan konflik dapat langsung mempengaruhi harga energi global.
FAQ
1. Mengapa ancaman penutupan Selat Hormuz bisa membuat harga minyak naik?
Selat Hormuz adalah jalur utama pengiriman minyak global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari, sehingga ancaman gangguan pasokan langsung memicu kenaikan harga minyak.
2. Apa yang dimaksud dengan posisi short pada minyak?
Short oil adalah strategi trading yang bertaruh bahwa harga minyak akan turun. Trader menjual kontrak terlebih dahulu dan berharap bisa membelinya kembali di harga lebih rendah.
3. Mengapa whale tersebut bisa rugi hingga jutaan dolar?
Kerugian terjadi karena harga minyak justru naik tajam akibat konflik geopolitik, sehingga posisi short yang diambil menjadi berlawanan dengan arah pasar.
4. Apa itu likuidasi dalam trading komoditas?
Likuidasi terjadi ketika kerugian posisi trading mencapai batas tertentu sehingga sistem otomatis menutup posisi tersebut untuk mencegah kerugian lebih besar.
5. Apakah konflik geopolitik sering mempengaruhi harga minyak?
Ya. Konflik di wilayah produsen energi atau jalur distribusi utama sering memicu lonjakan harga minyak, karena pasar khawatir terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Whale Terkini, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
