Senat Amerika Serikat resmi menyetujui Kevin Warsh sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed).
Keputusan ini langsung menarik perhatian market crypto karena Warsh dikenal sebagai sosok yang lebih terbuka terhadap aset digital dibanding sebagian pejabat bank sentral AS lainnya.
Namun alih-alih memicu euforia, market justru mulai cemas. Penyebabnya bukan hanya soal arah kebijakan The Fed ke depan, tetapi juga meningkatnya kekhawatiran bahwa suku bunga AS bisa kembali naik tahun ini.
Kevin Warsh Resmi Masuk Dewan The Fed
Senat AS memberikan suara 51 banding 45 untuk menyetujui Kevin Warsh kembali masuk ke Board of Governors Federal Reserve untuk masa jabatan 14 tahun mulai Februari 2026.
Persetujuan ini menjadi langkah penting sebelum voting berikutnya yang akan menentukan apakah Warsh resmi menjadi Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell.
Jika voting berjalan mulus, Warsh bisa langsung mengambil posisi ketua begitu masa jabatan Powell berakhir pada Jumat pekan ini.
Nama Kevin Warsh sendiri bukan sosok baru di lingkungan The Fed. Ia pernah menjabat sebagai gubernur The Fed pada periode 2006 hingga 2011 dan dikenal aktif dalam isu ekonomi makro serta kebijakan finansial modern.
Di market crypto, Warsh mulai diperhatikan karena pandangannya yang dinilai lebih terbuka terhadap inovasi teknologi finansial dan perkembangan aset digital.
Baca berita selanjutnya: Reuters Soroti Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Bisa Guncang Ekonomi Dunia?
Market Crypto Justru Tidak Langsung Bullish
Meski Warsh dikenal pro crypto, market tidak langsung merespons positif. Fokus investor saat ini justru tertuju pada potensi perubahan kebijakan suku bunga AS yang bisa memengaruhi aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
Dalam beberapa bulan terakhir, market berharap The Fed mulai menurunkan suku bunga untuk mendorong likuiditas kembali masuk ke market finansial. Namun situasi terbaru justru bergerak ke arah berbeda.
Data inflasi AS terbaru menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi. Consumer Price Index (CPI) AS pada April tercatat naik 3,8% secara tahunan atau year-on-year (YoY), lebih tinggi dibanding ekspektasi market sebesar 3,7%.
Kenaikan ini memicu kekhawatiran bahwa The Fed belum punya ruang aman untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Peluang Kenaikan Suku Bunga Mulai Naik
Kekhawatiran market semakin besar setelah peluang kenaikan suku bunga mulai meningkat di platform prediksi Polymarket.

Sumber Gambar: Polymarket
Data terbaru menunjukkan peluang The Fed menaikkan suku bunga tahun ini naik menjadi 27%.
Angka ini melonjak setelah rilis data inflasi AS dan meningkatnya tekanan harga energi akibat konflik geopolitik antara AS dan Iran.
Harga energi yang naik berpotensi membuat inflasi semakin sulit turun menuju target The Fed sebesar 2%.
Situasi ini membuat investor mulai mempertimbangkan kemungkinan skenario yang sebelumnya dianggap kecil, yaitu The Fed kembali menaikkan bunga.
Jika itu terjadi, market crypto berpotensi menghadapi tekanan baru karena suku bunga tinggi biasanya membuat investor lebih memilih aset aman dibanding aset berisiko seperti Bitcoin.
Baca berita lainnya: Grok AI Prediksi Bitcoin Naik Tajam Jika CLARITY Act Lolos Sebelum Juli 2026
Jerome Powell Masih Bertahan di Dewan The Fed
Meski masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan segera berakhir, Powell dipastikan masih tetap berada di Dewan Federal Reserve untuk sementara waktu.
Artinya, Presiden Donald Trump belum langsung memiliki mayoritas penuh di tubuh The Fed untuk mendorong kebijakan pemangkasan suku bunga secara agresif.
Hal ini menjadi faktor tambahan yang membuat market masih berhati-hati membaca arah kebijakan moneter AS beberapa bulan ke depan.
Investor kini menunggu apakah Kevin Warsh benar-benar akan membawa pendekatan baru di The Fed atau justru tetap mempertahankan kebijakan ketat demi menekan inflasi.
Kesimpulan
Masuknya Kevin Warsh ke Dewan The Fed memberi sentimen baru bagi market crypto karena ia dikenal lebih terbuka terhadap aset digital.
Namun market belum sepenuhnya bullish karena inflasi AS masih tinggi dan peluang kenaikan suku bunga kembali meningkat.
Kondisi ini membuat investor kini lebih fokus pada arah kebijakan The Fed ke depan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan Bitcoin dan market crypto secara keseluruhan.
FAQ
- Siapa Kevin Warsh?
Kevin Warsh adalah mantan gubernur Federal Reserve yang pernah menjabat pada 2006 hingga 2011. Ia dikenal memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap inovasi finansial dan perkembangan aset digital. - Kenapa Kevin Warsh disebut pro crypto?
Kevin Warsh dianggap pro crypto karena beberapa pandangannya mendukung inovasi teknologi finansial dan transformasi sistem keuangan digital. Meski begitu, ia belum pernah secara langsung menyatakan dukungan penuh terhadap Bitcoin atau crypto tertentu. - Apa dampak Kevin Warsh bagi harga Bitcoin?
Market menilai kepemimpinan Warsh di The Fed bisa memengaruhi arah kebijakan suku bunga AS. Jika kebijakan menjadi lebih longgar, Bitcoin berpotensi mendapat sentimen positif. Namun jika suku bunga tetap tinggi, crypto bisa tetap tertekan. - Kenapa market cemas meski Kevin Warsh pro crypto?
Kecemasan market muncul karena inflasi AS masih tinggi. Kondisi ini meningkatkan peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga, yang biasanya berdampak negatif terhadap aset berisiko seperti crypto. - Apa hubungan suku bunga The Fed dengan crypto?
Suku bunga The Fed memengaruhi aliran dana di market global. Saat bunga tinggi, investor cenderung memilih aset aman seperti obligasi dolar AS. Sebaliknya, saat bunga turun, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya lebih diminati. - Kapan Kevin Warsh resmi jadi Ketua The Fed?
Senat AS masih akan melakukan voting lanjutan untuk menentukan apakah Kevin Warsh resmi menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve. Voting tersebut diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. - Kenapa data inflasi AS penting untuk market crypto?
Data inflasi menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. Jika inflasi tetap tinggi, peluang kenaikan bunga meningkat dan biasanya memberi tekanan pada harga Bitcoin serta market crypto secara keseluruhan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinGape – U.S. Senate Confirms Pro-Crypto Kevin Warsh To Federal Reserve Board, diakses pada 13 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


