Rangkuman: ChatGPT Perplexity
Korea Selatan mulai mempercepat pengembangan stablecoin berbasis won (KRW) dengan mengalihkan fokus dari diskusi regulasi ke tahap implementasi teknis.
Laporan terbaru Tiger Research menegaskan bahwa peluncuran stablecoin KRW kini tinggal menunggu eksekusi, bukan lagi perdebatan kebijakan.
Sejak Juni 2025, stablecoin KRW telah masuk dalam agenda nasional, dengan lebih dari delapan rancangan undang-undang diajukan ke Majelis Nasional. Hal ini membuat penerbitannya dinilai hampir pasti terjadi dalam waktu dekat.

Sumber Gambar: Tiger Research
Namun, laporan tersebut menyoroti bahwa kesiapan teknis menjadi tantangan utama yang belum terselesaikan.
Dominasi Stablecoin USD Jadi Tekanan
Percepatan ini terjadi di tengah dominasi stablecoin berbasis dolar AS yang menguasai lebih dari 99% pasar global.
Kondisi tersebut mendorong Korea untuk segera mengejar ketertinggalan sebelum kehilangan momentum di sektor aset digital.
Tiger Research menyebut, selama satu tahun terakhir, diskusi di Korea masih terfokus pada aspek regulasi seperti penerbit, cadangan aset, dan pengawasan. Sementara itu, mekanisme operasional justru belum menjadi perhatian utama.
Situasi ini dinilai berisiko, karena tanpa sistem yang siap, peluncuran stablecoin hanya akan berhenti di level kebijakan.
Baca juga berita serupa: Lawan Dominasi Dolar, Negara di Asia Kompak Kembangkan Stablecoin Lokal
Fokus Bergeser dari “Siapa” ke “Bagaimana”
Laporan tersebut menegaskan perubahan arah yang kini terjadi. Pertanyaan utama bukan lagi siapa yang akan menerbitkan stablecoin, melainkan bagaimana sistem tersebut dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Beberapa aspek teknis yang disoroti mencakup pemilihan jaringan blockchain, sistem kontrol akses, hingga mekanisme penerbitan dan penebusan token.
Selain itu, transparansi cadangan 1:1 dan perlindungan terhadap aktivitas ilegal menjadi syarat penting agar stablecoin KRW dapat diterima secara luas, baik oleh regulator maupun pasar.

Sumber Gambar: Tiger Research
Tantangan Implementasi Jadi Penentu
Tiger Research menilai bahwa regulasi tanpa kesiapan operasional tidak akan cukup untuk mendorong adopsi. Tanpa sistem yang mampu berjalan secara real-time dan terintegrasi, stablecoin berisiko gagal meskipun telah mendapatkan izin resmi.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa proses penerbitan stablecoin harus melibatkan verifikasi berlapis, termasuk KYC, validasi dana, serta persetujuan multi-pihak untuk menghindari risiko manipulasi.
Selain itu, kemampuan untuk mendeteksi dan membekukan transaksi ilegal secara cepat menjadi bagian penting dalam desain sistem.
Baca berikutnya: Tanpa Disadari, Stablecoin Mulai Jadi “Dolar Baru” di Sistem Keuangan Global
Kaia Dorong Standar Teknis

Sumber Gambar: Tiger Research
Di tengah dorongan implementasi ini, Kaia muncul sebagai salah satu pihak yang aktif mendorong standar teknis stablecoin KRW. Perusahaan tersebut sebelumnya terlibat dalam proyek uji coba CBDC Bank of Korea pada 2021.
Melalui proposal arsitektur stablecoin yang dikembangkan bersama K-STAR, Kaia menawarkan kerangka implementasi yang berfokus pada keamanan, transparansi, dan efisiensi operasional.
Pengalaman dalam pengembangan infrastruktur keuangan berbasis blockchain dinilai menjadi modal penting dalam tahap eksekusi yang kini menjadi prioritas.
Dengan semakin banyaknya pelaku domestik yang bersiap masuk ke pasar, fase implementasi dipandang sebagai penentu keberhasilan stablecoin KRW.
Jika berhasil, Korea berpotensi memperkuat posisinya di sektor aset digital dan mengurangi ketergantungan pada stablecoin berbasis dolar. Sebaliknya, kegagalan dalam tahap ini dapat membuat proyek tersebut tertinggal sebelum sempat berkembang.
Kesimpulan
Percepatan pengembangan stablecoin KRW menunjukkan bahwa Korea tidak lagi berada di tahap wacana, tetapi sudah masuk fase implementasi yang menentukan.
Di tengah dominasi stablecoin berbasis dolar AS, langkah ini menjadi upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital domestik.
Namun, keberhasilan proyek ini tidak ditentukan oleh regulasi semata. Kesiapan teknis, keamanan sistem, serta transparansi operasional akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah stablecoin KRW mampu bersaing di pasar atau justru tertinggal sebelum berkembang.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
- Apa itu stablecoin KRW dan bagaimana cara kerjanya?
Stablecoin KRW adalah aset kripto yang nilainya dipatok terhadap won Korea Selatan dan didukung cadangan aset dengan rasio 1:1. Token ini digunakan untuk transaksi digital dengan harga yang stabil. - Kenapa Korea ingin membuat stablecoin sendiri?
Korea ingin mengurangi ketergantungan pada stablecoin berbasis dolar AS yang saat ini mendominasi pasar global, sekaligus memperkuat sistem keuangan digital domestik. - Apa tantangan terbesar dalam peluncuran stablecoin KRW?
Tantangan utamanya adalah kesiapan teknis, termasuk keamanan sistem, transparansi cadangan, serta mekanisme operasional yang mampu berjalan secara real-time. - Apa perbedaan stablecoin KRW dengan CBDC?
Stablecoin KRW diterbitkan oleh entitas swasta dengan pengawasan regulator, sedangkan CBDC diterbitkan langsung oleh bank sentral sebagai mata uang digital resmi negara. - Apakah stablecoin KRW bisa bersaing dengan USDT atau USDC?
Untuk pasar domestik, peluangnya cukup besar. Namun secara global, stablecoin KRW masih menghadapi tantangan karena dominasi stablecoin berbasis dolar yang sudah sangat kuat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin, #Berita Korea Crypto, #Berita Blockchain






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


