Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengungkap alasan mengapa dirinya tidak pernah menjual Bitcoin (BTC) yang dibelinya sejak 2013, meski sempat mengalami penurunan harga lebih dari 60%.
Menurutnya, Bitcoin bukan sekadar aset investasi, melainkan bentuk uang yang menawarkan kebebasan finansial dan tidak dapat dikendalikan pihak mana pun.
Dalam wawancara terbaru, Durov bahkan menyatakan keyakinannya bahwa harga Bitcoin suatu hari bisa mencapai US$1 juta.
“Saya yakin akan tiba saatnya Bitcoin bernilai 1 juta dolar,” ujar Durov dikutip dari CoinPedia.
Optimisme tersebut didasarkan pada pasokan Bitcoin yang terbatas, sementara mata uang fiat terus mengalami peningkatan jumlah beredar akibat kebijakan pencetakan uang oleh berbagai negara.
Bitcoin Jadi Penopang Finansial Pavel Durov, Bukan Telegram
“Telegram is a money-losing operation for me personally,” says app founder Pavel Durov.
“I’ve been able to fund my lifestyle from my Bitcoin investment…I bought in 2013…I won’t sell…and I believe it will come to a point when Bitcoin is worth $1,000,000.” pic.twitter.com/IXShTKPUHs
— Sapiens – KalshiBackTest.com (@BitcoinSapiens) June 28, 2026
Pernyataan Durov cukup mengejutkan karena ia mengaku Telegram bukanlah sumber kekayaan pribadinya. Selama ini banyak yang mengira gaya hidupnya berasal dari aplikasi perpesanan tersebut.
Namun, Durov justru mengatakan Telegram menjadi proyek yang menguras dana pribadinya.
“Telegram adalah bisnis yang merugikan saya secara pribadi,” jelasnya.
Ia mengaku dapat membiayai kebutuhan hidup selama bertahun-tahun berkat investasi Bitcoin yang dilakukan sejak awal.
Menurut Durov, keuntungan dari kepemilikan Bitcoin membuatnya tetap bisa mempertahankan independensi tanpa bergantung pada keuntungan pribadi dari Telegram.
“Saya mampu membiayai gaya hidup saya dari investasi Bitcoin,” sebutnya.
Baca juga berita terbaru: Arthur Hayes Sebut XRP dan Cardano “Sampah”, Ini Alasannya
Sempat Beli di Harga Puncak, Tetap Tidak Pernah Menjual Bitcoin
Durov mengungkapkan bahwa ia mulai membeli Bitcoin pada 2013 ketika harga berada di kisaran US$700 per BTC. Saat itu, ia menginvestasikan dana hingga jutaan dolar AS untuk memperoleh beberapa ribu Bitcoin.
Tak lama setelah pembelian tersebut, harga Bitcoin justru turun drastis hingga berada di kisaran US$200–300. Banyak pihak saat itu menilai keputusan tersebut sebagai kesalahan besar.
Meski demikian, Durov mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk menjual asetnya.
“Aku tidak peduli. Aku tidak akan menjualnya,” tegas Durov.
Baginya, penurunan harga hanyalah bagian dari perjalanan Bitcoin. Ia tetap percaya pada fundamental teknologi dan visi jangka panjang aset kripto tersebut.
Kebebasan dan Pasokan Terbatas Jadi Alasan Utama
Menurut Durov, alasan terbesar dirinya tetap menyimpan Bitcoin bukan semata-mata berharap keuntungan.
Ia menilai Bitcoin menawarkan kebebasan finansial karena tidak dapat disita maupun disensor dengan mudah oleh pemerintah atau institusi tertentu. Pengguna juga memiliki kendali penuh atas aset yang dimilikinya selama menguasai private key.
Selain itu, Durov menyoroti karakteristik Bitcoin yang memiliki pasokan maksimum 21 juta BTC, berbeda dengan mata uang fiat yang dapat terus dicetak oleh bank sentral.
Menurutnya, selama permintaan terus meningkat sementara jumlah Bitcoin tetap terbatas, nilai aset tersebut berpotensi terus mengalami apresiasi dalam jangka panjang.
Atas dasar itulah Durov menyatakan dirinya yakin Bitcoin suatu saat dapat diperdagangkan di level US$1 juta per BTC. Meski begitu, ia tidak menyebutkan target waktu kapan proyeksi tersebut dapat tercapai.
Kesimpulan
Pengakuan Pavel Durov menunjukkan bahwa keyakinannya terhadap Bitcoin tidak berubah meski sempat menghadapi koreksi harga yang tajam sejak pertama kali berinvestasi pada 2013.
Bagi pendiri Telegram tersebut, nilai utama Bitcoin bukan hanya potensi kenaikan harga, tetapi juga prinsip desentralisasi, kebebasan finansial, dan pasokan yang terbatas.
Pandangan inilah yang membuatnya tetap mempertahankan kepemilikan Bitcoin hingga sekarang sekaligus optimistis terhadap prospek jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.
FAQ
- Apa alasan Pavel Durov tidak pernah menjual Bitcoin?
Pavel Durov percaya Bitcoin merupakan aset yang menawarkan kebebasan finansial, tidak mudah disensor, dan memiliki pasokan terbatas sehingga berpotensi terus meningkat nilainya dalam jangka panjang. - Kapan Pavel Durov mulai membeli Bitcoin?
Menurut pengakuannya, Durov mulai membeli Bitcoin pada 2013 saat harga berada di sekitar US$700 per BTC. - Apakah Pavel Durov sempat mengalami kerugian dari Bitcoin?
Ya. Setelah membeli Bitcoin pada 2013, harga sempat turun ke kisaran US$200–300, tetapi ia memilih tetap menyimpan aset tersebut dan tidak menjualnya. - Mengapa Pavel Durov yakin harga Bitcoin bisa mencapai US$1 juta?
Ia menilai pasokan Bitcoin yang terbatas hanya 21 juta BTC membuat aset ini berpotensi terus mengalami kenaikan nilai, terutama ketika permintaan meningkat sementara mata uang fiat terus mengalami inflasi akibat pencetakan uang. - Apakah Telegram menjadi sumber kekayaan Pavel Durov?
Tidak sepenuhnya. Durov mengungkapkan bahwa Telegram justru menghabiskan dana pribadinya, sedangkan investasi Bitcoin menjadi salah satu sumber yang membantunya membiayai kebutuhan hidup selama bertahun-tahun. - Apa yang dimaksud dengan pasokan Bitcoin yang terbatas?
Bitcoin memiliki batas maksimum sebanyak 21 juta koin yang tidak dapat ditambah. Berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak oleh bank sentral, jumlah Bitcoin sudah ditentukan sejak awal melalui protokol jaringannya sehingga menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kelangkaan aset tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Telegram Crypto Terkini Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


