Dominasi dolar Amerika Serikat sebagai cadangan devisa global terus melemah.
Data terbaru menunjukkan pangsa cadangan dolar AS kini turun ke level terendah dalam abad ini di tengah meningkatnya tren de-dolarisasi di berbagai negara.
Selama puluhan tahun, dolar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan global dan cadangan bank sentral. Namun kini, sejumlah negara mulai aktif mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar.
De-Dolarisasi Mulai Semakin Nyata

Sumber: Cointelegraph
Dilansir dari Coinomedia, beberapa negara seperti China, Rusia, dan kelompok BRICS mulai mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.
Langkah ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran banyak negara terhadap dominasi sistem keuangan berbasis dolar AS.
Selain itu, kebijakan sanksi ekonomi Amerika Serikat juga membuat sebagian negara mulai mendiversifikasi cadangan devisanya agar tidak terlalu bergantung pada satu mata uang.
Di saat yang sama, bank sentral di berbagai negara juga mulai meningkatkan pembelian emas serta menambah eksposur ke mata uang alternatif seperti euro dan yuan China. Perubahan ini membuat pangsa cadangan dolar AS perlahan terus mengalami penurunan.
Baca juga: 3 Altcoin yang Diprediksi Paling Diuntungkan dari CLARITY Act
Transisi Diperkirakan Terjadi Bertahap
Banyak analis menilai penggantian dominasi dolar AS tidak akan terjadi secara tiba-tiba.
Dolar masih menjadi mata uang cadangan terbesar di dunia, tetapi penurunan eksposur dari bank sentral menunjukkan adanya perubahan strategi jangka panjang.
Investor kini mulai memantau bagaimana negara berkembang, bank sentral, dan aliansi ekonomi global menyesuaikan cadangan aset mereka dalam beberapa tahun mendatang.
Jika tren ini terus berlanjut, aset seperti emas dan crypto berpotensi semakin sering masuk dalam pembahasan sebagai alternatif diversifikasi global.
Kenapa Crypto dan Emas Ikut Jadi Sorotan?

Harga Bitcoin masih stabil di kisaran $80.000 pada Jumat (15/5) | Sumber: TradingView
Melemahnya dominasi dolar membuat investor mulai melirik aset alternatif seperti emas dan crypto karena emas sejak lama dianggap sebagai aset lindung nilai. Sementara crypto, khususnya Bitcoin, mulai dipandang sebagai aset alternatif di luar sistem keuangan tradisional.
Meski begitu, posisi dolar AS sebenarnya masih jauh lebih dominan dibanding mata uang lain. Sistem keuangan AS masih dianggap memiliki likuiditas besar dan infrastruktur paling kuat di pasar global.
Kesimpulan
Turunnya pangsa cadangan dolar AS menjadi sinyal bahwa sistem keuangan global mulai mengalami perubahan besar secara perlahan.
Meski dolar masih memegang posisi dominan, tren de-dolarisasi menunjukkan semakin banyak negara yang ingin mengurangi ketergantungan pada satu mata uang utama.
Situasi ini membuat emas dan crypto kembali mendapat perhatian sebagai aset alternatif di tengah perubahan arah ekonomi global.
FAQ
1. Apa itu de-dolarisasi?
De-dolarisasi adalah upaya negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan dan cadangan devisa.
2. Kenapa banyak negara mulai mengurangi dolar AS?
Karena meningkatnya ketegangan geopolitik, risiko sanksi ekonomi, dan keinginan memperluas diversifikasi cadangan aset.
3. Apa dampak de-dolarisasi terhadap crypto?
Sebagian investor melihat crypto seperti Bitcoin sebagai alternatif aset di luar sistem keuangan tradisional berbasis dolar.
4. Kenapa emas ikut naik daun saat dolar melemah?
Emas sering dianggap aset aman atau safe haven saat kondisi ekonomi dan geopolitik global tidak stabil.
5. Apakah dolar AS bisa tergantikan sepenuhnya?
Dalam waktu dekat masih sulit karena dolar tetap menjadi mata uang cadangan terbesar dengan likuiditas dan kepercayaan global yang sangat kuat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
