Standard Chartered tetap mempertahankan target harga Ethereum (ETH) di level US$40.000 pada 2030, meski ETH masih turun sekitar 57% dari puncaknya pada Agustus 2025.
Bank tersebut menilai pelemahan harga tidak sejalan dengan fundamental Ethereum yang masih kuat, didukung oleh aktivitas jaringan dan penggunaan on-chain yang terus tumbuh.
Standard Chartered Nilai Fundamental Ethereum Masih Kuat
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered, menjelaskan bahwa sejumlah metrik utama Ethereum masih berada di dekat level tertinggi sepanjang masa.
Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain jumlah transaksi dan Total Value Locked (TVL) yang diukur dalam ETH. Menurut Kendrick, data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di jaringan Ethereum tetap berkembang meski harga asetnya mengalami tekanan.
“Indikator internal Ethereum terus membaik. Meski demikian, harga ETH masih menunjukkan kinerja yang tertinggal, baik secara absolut maupun dibandingkan aset lain. Sejak mencapai puncak pada Agustus 2025, ETH/USD telah terkoreksi sekitar 57%,” tulis Kendrick dalam laporan tersebut yang dikutip dari BitcoinNews.
Di sisi lain, ETH/USD masih turun sekitar 57% dari puncak Agustus 2025, sementara rasio ETH terhadap Bitcoin (ETH/BTC) juga melemah sekitar 37%.
Kondisi ini membuat Standard Chartered melihat adanya ketidaksesuaian antara performa jaringan dan pergerakan harga di pasar.
Baca juga berita terbaru: 3 Altcoin yang Menarik Dipantau di Pekan Pertama Juni 2026
Ethereum Disebut Mirip Amazon Saat Gelembung Dot-Com Pecah
Untuk menjelaskan pandangannya, Standard Chartered membandingkan Ethereum dengan Amazon pada awal tahun 2000-an.
Saat gelembung dot-com pecah, harga saham Amazon sempat jatuh tajam dan banyak investor meragukan masa depannya. Namun di balik tekanan harga tersebut, bisnis Amazon terus berkembang dan memperkuat fondasinya.
Menurut Standard Chartered, Ethereum saat ini menghadapi situasi yang serupa. Harga mengalami koreksi besar, tetapi penggunaan jaringan tetap tumbuh.
Karena itu, bank tersebut menilai pasar mungkin terlalu fokus pada penurunan harga ETH dan belum sepenuhnya memperhitungkan perkembangan fundamental yang terjadi di balik layar.
Stablecoin Jadi Alasan Utama Optimisme
Salah satu faktor terbesar yang membuat Standard Chartered tetap bullish terhadap Ethereum adalah pertumbuhan pasar stablecoin.
Dalam proyeksinya, nilai pasar stablecoin diperkirakan dapat meningkat hingga enam kali lipat sebelum akhir 2028.
Ethereum saat ini masih menjadi jaringan utama bagi sebagian besar aktivitas stablecoin global. Aset seperti USDT, USDC, dan berbagai stablecoin lainnya banyak digunakan di ekosistem Ethereum untuk transaksi, pembayaran, hingga aktivitas keuangan terdesentralisasi.
Ethereum berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya volume transaksi dan aktivitas ekonomi di dalam jaringannya.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata Diproyeksikan Meledak
Selain stablecoin, Standard Chartered juga melihat peluang besar dari tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA).
Tokenisasi memungkinkan aset tradisional seperti obligasi, saham, properti, hingga instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token blockchain.
Bank tersebut memperkirakan pasar tokenisasi aset dunia nyata non-stablecoin dapat tumbuh hingga 50 kali lipat dalam beberapa tahun mendatang.
Saat ini Ethereum menguasai sekitar 50% hingga 65% pasar stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata.
Baca selanjutnya: Hyperliquid Disebut ‘Ethereum Baru’, Apa yang Membuat Investor Heboh?
Target Harga Ethereum Hingga 2030

Sumber Gambar: Standard Chartered Research
Standard Chartered juga memaparkan proyeksi harga ETH dalam beberapa tahun ke depan.
- Akhir 2026: US$4.000
- Tahun 2027: US$10.000
- Tahun 2028: US$18.000
- Tahun 2029: US$28.000
- Tahun 2030: US$40.000
“Kami kembali menegaskan proyeksi harga ETH sebesar US$4.000 pada akhir 2026 dan US$40.000 pada akhir 2030,” tegas Kendrick.
Selain itu, bank tersebut memperkirakan rasio ETH/BTC dapat kembali ke level 0,08 pada 2030, mendekati level yang pernah terlihat pada puncak pasar kripto tahun 2021.
Jika proyeksi tersebut terwujud, Ethereum berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik dibanding Bitcoin dalam periode tersebut.
Kesimpulan
Meski harga ETH masih tertinggal jauh dari puncaknya, Standard Chartered belum mengubah pandangan jangka panjangnya terhadap Ethereum.
Bank tersebut tetap mempertahankan target US$40.000 pada 2030 dengan alasan fundamental jaringan, pertumbuhan stablecoin, dan perkembangan tokenisasi aset masih menunjukkan potensi yang kuat.
Di tengah pesimisme pasar saat ini, Standard Chartered melihat peluang Ethereum jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
FAQ
- Mengapa Standard Chartered tetap optimistis terhadap Ethereum?
Bank tersebut menilai fundamental jaringan Ethereum masih kuat. Jumlah transaksi, aktivitas pengguna, dan total aset yang terkunci di jaringan masih berada di level yang tinggi meski harga ETH mengalami penurunan. - Apa yang dimaksud target Ethereum US$40.000 pada 2030?
Target tersebut merupakan proyeksi harga jangka panjang yang dibuat oleh tim riset Standard Chartered. Angka tersebut bukan prediksi untuk tahun ini, melainkan estimasi kondisi pasar pada 2030. - Apa hubungan stablecoin dengan harga Ethereum?
Sebagian besar aktivitas stablecoin masih berlangsung di jaringan Ethereum. Jika penggunaan stablecoin terus meningkat, aktivitas transaksi dan permintaan terhadap ekosistem Ethereum juga berpotensi ikut tumbuh. - Apa itu tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA)?
RWA adalah proses mengubah aset tradisional seperti obligasi, properti, atau saham menjadi token digital yang dapat diperdagangkan dan dikelola melalui teknologi blockchain. - Apakah Ethereum bisa mengungguli Bitcoin di masa depan?
Beberapa analis percaya hal tersebut mungkin terjadi jika pertumbuhan stablecoin, aplikasi blockchain, dan tokenisasi aset terus meningkat. Namun, kinerja kedua aset tetap bergantung pada kondisi pasar, adopsi teknologi, dan faktor ekonomi global. - Apa risiko yang dapat menghambat target harga Ethereum?
Beberapa risiko utama meliputi regulasi kripto, persaingan dari blockchain lain, perlambatan adopsi stablecoin, serta perubahan kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi minat investor terhadap aset digital.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax:
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


