Hyperliquid mulai mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil mendominasi sektor derivatif terdesentralisasi dan memperluas ekspansinya ke ekosistem DeFi.
Bahkan, sebagian investor mulai menyebut proyek ini sebagai “Ethereum baru”.
Meski terdengar ambisius, sejumlah data menunjukkan bahwa pertumbuhan Hyperliquid memang jauh lebih cepat dibanding banyak proyek blockchain lain yang lahir dalam beberapa tahun terakhir.
Hyperliquid Kuasai Pasar Derivatif Kripto
Salah satu alasan utama munculnya narasi tersebut adalah dominasi Hyperliquid di pasar perpetual futures terdesentralisasi.
Per April 2026, Hyperliquid menguasai lebih dari 70% open interest (OI) pasar perpetual futures on-chain.
Volume transaksinya bahkan mencapai lebih dari $180 miliar per bulan, melampaui gabungan banyak platform derivatif blockchain lainnya.
Tidak hanya itu, jaringan ini menghasilkan sekitar $961 juta biaya transaksi sepanjang 2025.
Yang menarik, pencapaian tersebut diraih oleh tim yang disebut hanya beranggotakan 11 orang dan tanpa pendanaan modal ventura besar.
Selain itu, Hyperliquid menerapkan kebijakan buyback di mana 99% biaya transaksi digunakan untuk membeli kembali token HYPE, sehingga menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian investor.
Baca juga: Harga Ethereum Terpuruk, Trader Ini Optimis ETH Bisa Reli ke $15.000
Mulai Masuk ke Wilayah yang Dikuasai Ethereum
Setelah sukses di sektor derivatif, Hyperliquid kini mulai memperluas fokusnya ke Decentralized Finance (DeFi).
Dengan hadirnya lingkungan komputasi yang kompatibel dengan Ethereum, pengembang kini dapat membangun aplikasi smart contract, layanan pinjam-meminjam, hingga prediction market di jaringan Hyperliquid.
Hasilnya mulai terlihat. Total Value Locked (TVL) Hyperliquid naik menjadi sekitar $5,5 miliar, meningkat dari $3,7 miliar pada Mei 2025.
Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah Ethereum yang saat ini memiliki TVL sekitar $42,5 miliar.
Perbedaan inilah yang membuat banyak analis menilai Hyperliquid masih memiliki jalan panjang sebelum benar-benar dapat menyaingi dominasi Ethereum.
Bisakah Hyperliquid Menjadi Ethereum Berikutnya?

Grafik harga HYPE pada Sabtu | Sumber: TradingView
Pendukung Hyperliquid berpendapat bahwa pengguna derivatif membutuhkan ekosistem DeFi yang terintegrasi agar modal mereka bisa digunakan secara lebih efisien tanpa harus berpindah jaringan.
Namun, tantangan yang dihadapi Hyperliquid berbeda dengan Ethereum saat pertama kali berkembang.
Ethereum membangun pasar smart contract dari nol ketika hampir tidak memiliki pesaing serius. Sebaliknya, Hyperliquid masuk ke pasar yang sudah dipenuhi berbagai blockchain dan aplikasi DeFi yang saling bersaing.
Bahkan pada September 2025, pesaing Hyperliquid bernama Aster sempat merebut hampir 70% volume perdagangan mingguan perpetual futures, sementara pangsa Hyperliquid turun mendekati 10% sebelum akhirnya pulih kembali.
Kesimpulan
Hyperliquid berhasil membangun posisi yang kuat di pasar derivatif kripto dan mulai memperluas pengaruhnya ke sektor DeFi yang selama ini menjadi kekuatan utama Ethereum.
Meski masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai penerus Ethereum, pertumbuhan volume transaksi, pendapatan jaringan, dan kenaikan TVL menunjukkan bahwa Hyperliquid kini menjadi salah satu proyek blockchain yang paling banyak diperhatikan investor pada 2026.
FAQ
1. Apa itu Hyperliquid?
Hyperliquid adalah blockchain dan platform perdagangan derivatif terdesentralisasi yang fokus pada perpetual futures.
2. Mengapa Hyperliquid disebut Ethereum baru?
Karena proyek ini mulai berkembang dari sektor derivatif menuju ekosistem DeFi yang selama ini didominasi Ethereum.
3. Apa itu token HYPE?
HYPE adalah token native Hyperliquid yang digunakan dalam ekosistem jaringan tersebut.
4. Berapa TVL Hyperliquid saat ini?
Menurut data yang dirujuk dalam laporan, TVL Hyperliquid telah mencapai sekitar $5,5 miliar.
5. Apa keunggulan Hyperliquid dibanding blockchain lain?
Hyperliquid memiliki volume derivatif yang besar, biaya transaksi tinggi, dan integrasi langsung dengan ekosistem DeFi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
The Motley Fool – Could Hyperliquid Be the Next Ethereum?, diakses pada 30 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
