Pasar kripto hari ini, Selasa (10/6), kembali terguncang setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai respons atas dugaan penembakan helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.
Eskalasi konflik tersebut memicu aksi jual di berbagai aset berisiko dan menyebabkan lebih dari US$420 juta atau sekitar Rp7,5 triliun lenyap dari pasar kripto hanya dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin (BTC) sempat kembali menguji level psikologis US$60.000 sebelum berhasil pulih tipis. Namun, sentimen pasar masih rapuh seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Data pasar menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$61.757, turun sekitar 1,68% dalam 24 jam terakhir. Ethereum ikut melemah ke area US$1.641, sementara XRP dan Dogecoin juga bergerak di zona merah.
Likuidasi Rp7,5 Triliun Hantam Trader Kripto
Menurut data Coinglass yang dikutip Benzinga, total likuidasi di pasar kripto sempat mencapai lebih dari US$420 juta dalam 24 jam terakhir.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$324 juta berasal dari posisi long. Artinya, mayoritas kerugian dialami trader yang sebelumnya bertaruh harga aset kripto akan terus naik.
Gelombang likuidasi besar seperti ini biasanya terjadi ketika pasar bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar. Ketika harga turun tajam, posisi leverage otomatis ditutup oleh sistem bursa untuk mencegah kerugian lebih besar.
Tekanan tersebut membuat kapitalisasi pasar kripto global turun menjadi sekitar US$2,13 triliun atau menyusut 1,25% dalam sehari.
Baca juga berita terkait: Jepang Siap Naikkan Suku Bunga ke 1%, Kabar Baik atau Buruk untuk Bitcoin?
Konflik AS-Iran Picu Aksi Hindari Risiko
Indeks saham utama Amerika Serikat juga turut mengalami tekanan. S&P 500 turun 0,26%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,97%. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatat kenaikan tipis sebesar 0,17%.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Teheran masih mengarah pada kesepakatan yang “sangat baik”.
Namun pernyataan tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran pasar setelah militer AS meluncurkan serangan yang disebut sebagai “proportional strikes” terhadap Iran.
Situasi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari konflik geopolitik tersebut.
Bitcoin Turun, Tapi Aktivitas Trader Justru Naik
Mengutip data Benzinga, aktivitas perdagangan Bitcoin justru meningkat sekitar 12% dalam 24 jam terakhir meskipun harga mengalami tekanan.
Data juga menunjukkan open interest Bitcoin naik 1,23% dalam periode yang sama.
Kenaikan open interest saat harga turun sering kali diartikan sebagai masuknya posisi short baru ke pasar. Dengan kata lain, semakin banyak trader yang memperkirakan harga Bitcoin masih berpotensi melanjutkan penurunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati dan belum sepenuhnya yakin tekanan jual telah berakhir.
Baca berita lainnya: Bitcoin Sudah Anjlok 50% dari ATH, Apakah Ini Kesempatan Buy The Dip?
Analis Masih Melihat Peluang Rebound Bitcoin
Di tengah sentimen negatif yang mendominasi pasar, analis kripto Michaël van de Poppe tetap melihat peluang pemulihan harga Bitcoin.
“Saya rasa pasar tidak akan membutuhkan waktu lama untuk kembali bergerak naik seperti yang diperkirakan, karena aksi jual yang terjadi belakangan ini relatif tidak rasional,” kata Van de Poppe.

Sumber Gambar: X.com/CryptoMichNL
Menurutnya, Bitcoin saat ini masih bergerak di bawah area resistance penting US$65.000. Jika level tersebut berhasil ditembus, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju kisaran US$72.000 hingga US$74.000.
Van de Poppe menilai aksi jual yang terjadi belakangan relatif berlebihan dibandingkan kondisi fundamental pasar yang ada saat ini.
Meski demikian, level US$65.000 masih menjadi tantangan utama yang harus dilewati sebelum tren bullish yang lebih kuat dapat kembali terbentuk.
Kesimpulan
Konflik AS-Iran memicu tekanan baru di pasar kripto dan menyebabkan lebih dari Rp7,5 triliun posisi trader terlikuidasi dalam sehari.
Meski Bitcoin sempat turun mendekati US$60.000, sejumlah analis masih melihat peluang pemulihan jika mampu menembus level resistance US$65.000.
Untuk saat ini, perhatian pasar tetap tertuju pada perkembangan geopolitik yang berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
FAQ
- Apa itu likuidasi di pasar kripto?
Likuidasi adalah proses penutupan otomatis posisi trader yang menggunakan leverage ketika kerugian mencapai batas tertentu. Tujuannya untuk mencegah saldo akun menjadi negatif. - Mengapa konflik AS dan Iran memengaruhi harga Bitcoin?
Ketegangan geopolitik meningkatkan ketidakpastian pasar global. Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk saham dan kripto. - Berapa total likuidasi kripto akibat konflik AS-Iran?
Data terbaru menunjukkan lebih dari US$420 juta atau sekitar Rp7,5 triliun posisi kripto terlikuidasi dalam 24 jam setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. - Apa arti open interest Bitcoin yang naik saat harga turun?|
Kondisi tersebut biasanya menunjukkan adanya penambahan posisi baru di pasar futures. Jika harga turun bersamaan dengan kenaikan open interest, hal itu sering mengindikasikan meningkatnya aktivitas short selling. - Mengapa analis masih optimistis terhadap Bitcoin?
Beberapa analis menilai koreksi yang terjadi lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek akibat konflik geopolitik. Selama Bitcoin mampu kembali menembus level resistance penting, peluang pemulihan harga masih terbuka. - Level harga Bitcoin apa yang sedang diperhatikan pasar?
Saat ini investor fokus pada area support US$60.000 dan resistance US$65.000. Pergerakan di sekitar dua level tersebut diperkirakan akan menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


