Perbedaan performa antara Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kembali melebar pada pertengahan 2026. Berdasarkan data terbaru, rasio ETH/BTC berada di level 0.02737 per 17 Juni 2026, posisi terendah dalam 10 bulan terakhir.
Level ini menunjukkan bahwa 1 Bitcoin saat ini setara dengan sekitar 37 Ethereum, mempertegas dominasi Bitcoin dalam siklus pasar saat ini.

Sumber Gambar: X.com/CryptoPatel
Dibandingkan puncaknya di 2021 yang sempat menyentuh 0.086, Ethereum kini mengalami tekanan yang jauh lebih besar dibanding Bitcoin.
Di saat yang sama, Bitcoin dominance tercatat berada di 56,4%, menandakan aliran modal masih terpusat pada aset utama tersebut.
Ethereum Tertinggal Lebih Dalam Dibanding Bitcoin di 2026
Secara year-to-date, Ethereum tercatat turun sekitar 40%, sementara Bitcoin hanya melemah sekitar 25% pada periode yang sama. Selisih performa ini memperjelas bahwa tekanan terhadap ETH jauh lebih besar.
Kondisi ini juga tercermin dari Bitcoin dominance yang berada di 58,2%, menandakan aliran modal masih lebih banyak mengarah ke BTC dibanding aset kripto lainnya, termasuk ETH.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Selain harga, tekanan juga terlihat dari pelemahan struktur pasar Ethereum yang belum mampu mengejar momentum Bitcoin sepanjang 2026.
Baca juga berita terkait: Ethereum Siapkan Perubahan Besar Lewat Glamsterdam, Ini yang Lagi Diuji Developer
5 Faktor Utama yang Menekan ETH/BTC Ratio
Melansir CoinGabbar, beberapa faktor struktural disebut menjadi penyebab utama melemahnya Ethereum terhadap Bitcoin:
1. Arus dana ETF lebih kuat ke Bitcoin
ETF Bitcoin spot yang diluncurkan sejak 2024 terus menarik miliaran dolar inflow institusional.
Sementara itu, ETF Ethereum mencatat total inflow sekitar $9,89 miliar, namun sempat mengalami beberapa periode outflow signifikan, termasuk sekitar $540 juta arus keluar beruntun sebelum kembali mencatat inflow harian.
2. Tidak ada “treasury effect” di Ethereum
Berbeda dengan Bitcoin yang diserap oleh perusahaan seperti Strategy (MicroStrategy), Ethereum belum memiliki akumulasi institusional berskala besar yang berfungsi sebagai penyangga harga jangka panjang.
3. Layer 2 mengurangi nilai ekonomi mainnet
Ekosistem seperti Arbitrum, Base, dan Optimism memang meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi sekaligus mengurangi fee yang mengalir ke mainnet Ethereum, sehingga tekanan terhadap narasi “ultrasound money” meningkat.
4. ETH lebih sensitif terhadap risiko makro
Ethereum memiliki korelasi lebih tinggi terhadap Nasdaq 100 dibanding Bitcoin. Saat pasar memasuki fase risk-off, ETH cenderung mengalami penurunan lebih tajam.
5. Upgrade besar belum masuk mainnet
Upgrade besar Ethereum berikutnya masih dalam tahap pengembangan. Target peningkatan throughput hingga 10.000 TPS dan penurunan gas fee masih menunggu implementasi penuh pada fase berikutnya di 2026.
Level Kunci ETH/BTC Masih Tertekan
Secara teknikal, rasio ETH/BTC saat ini masih berada di bawah 200-week moving average di level 0.048, menunjukkan tren jangka panjang masih bearish untuk Ethereum terhadap Bitcoin.
Sebelumnya, rasio sempat menyentuh titik terendah di sekitar 0.018 pada April 2025, sebelum mengalami rebound sementara, namun kembali melemah hingga saat ini.
Untuk membalikkan tren, pasar membutuhkan:
- penutupan mingguan di atas 0.030
- serta penguatan ETH/USD di atas $2.510
Namun hingga pertengahan Juni 2026, kedua level tersebut belum berhasil ditembus.
Baca berita lainnya: Bos BlackRock Ungkap Masa Depan Cerah Bitcoin, Bisa Tembus Level Lebih Tinggi
Apakah Ethereum Bisa Kembali Mengungguli Bitcoin?
Sejumlah katalis masih terbuka, namun belum cukup kuat untuk mengubah tren utama. Potensi tersebut antara lain berasal dari:
- perkembangan upgrade Ethereum
- potensi pelonggaran kebijakan moneter global
- serta penurunan inflasi yang bisa meningkatkan risk appetite
Namun di sisi lain, Bitcoin masih memiliki narasi yang lebih sederhana dan kuat di mata institusi, yaitu sebagai “digital gold” dengan aliran dana ETF yang lebih stabil.
Kesimpulan
Kesenjangan antara Bitcoin dan Ethereum di 2026 menunjukkan satu hal jelas: pasar masih memberikan premi pada stabilitas dan arus dana institusional Bitcoin, sementara Ethereum berada dalam fase penyesuaian narasi dan fundamental.
Meski Ethereum masih memiliki potensi jangka panjang sebagai infrastruktur utama ekosistem blockchain, data ETH/BTC saat ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin belum kehilangan momentumnya.
Selama rasio ETH/BTC belum mampu kembali ke area kunci, market masih cenderung mempertahankan preferensi terhadap Bitcoin dibanding Ethereum.
FAQ
- Apa itu ETH/BTC ratio dalam crypto?
ETH/BTC ratio adalah perbandingan harga Ethereum terhadap Bitcoin. Jika turun, berarti Ethereum melemah dibanding Bitcoin, dan sebaliknya. - Kenapa ETH/BTC ratio bisa turun?
Penurunan ETH/BTC biasanya terjadi karena Bitcoin lebih banyak dibeli institusi, atau Ethereum mengalami tekanan lebih besar dari sisi fundamental dan market flow. - Apa arti ETH tertinggal dari Bitcoin?
Artinya performa harga Ethereum lebih lemah dibanding Bitcoin dalam periode tertentu, baik dari sisi return maupun aliran modal. - Apakah ETH/BTC mempengaruhi altcoin season?
Ya. Saat ETH menguat terhadap BTC, biasanya altcoin lebih mudah ikut naik. Sebaliknya, saat ETH/BTC turun, altcoin season cenderung tertunda. - Apakah Ethereum masih bisa mengungguli Bitcoin?
Bisa, tetapi membutuhkan katalis besar seperti upgrade jaringan, inflow institusi, dan perubahan kondisi makro yang mendukung aset berisiko. - Berapa level penting ETH/BTC saat ini?
Level penting yang dipantau trader adalah area sekitar 0.030 sebagai resistance jangka pendek dan 0.048 sebagai moving average jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


