Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) hari ini (29/6) kembali bergerak melemah pada awal pekan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu aksi jual di pasar aset berisiko.
Meski tekanan jual masih terjadi, sejumlah analis justru menilai Bitcoin masih menunjukkan ketahanan yang dapat menjadi sinyal bullish untuk pergerakan harga berikutnya.
Bitcoin sempat mencoba menembus level US$61.000 sebelum kembali terkoreksi ke level US$59.000 dan bergerak di sekitar level US$60.000.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Ethereum juga bergerak di bawah level support penting, sementara sebagian besar aset kripto lain ikut berada di zona merah.
Konflik AS-Iran Kembali Picu Tekanan di Pasar Kripto
Sentimen negatif muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan.
Laporan mengenai saling serang di sekitar Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan kembali terancam.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk kripto.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun sekitar 1%, Ethereum ikut terkoreksi, Dogecoin melemah lebih dari 2%, sementara XRP bergerak relatif lebih stabil. Di sisi lain, kapitalisasi pasar kripto global ikut turun sekitar 3,38% menjadi US$2,02 triliun.
Baca berita menarik lainnya: DeFi Kembali Panas! 6 Token yang Dulu Membosankan Kini Jadi Primadona
Likuidasi Tembus US$180 Juta
Tekanan jual juga tercermin di pasar derivatif. Melansir dari Benzinga, berdasarkan data Coinglass, lebih dari US$180 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi long, yang berarti banyak trader sebelumnya memperkirakan harga akan melanjutkan kenaikan. Ketika harga justru berbalik turun, posisi tersebut ditutup secara otomatis sehingga memperbesar tekanan jual di pasar.
Sementara itu, open interest Bitcoin turun sekitar 0,69%, menandakan sebagian pelaku pasar mulai mengurangi penggunaan leverage di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Indeks Crypto Fear & Greed juga masih berada pada level Extreme Fear, menunjukkan sentimen investor masih didominasi rasa khawatir.
Bitcoin Dinilai Masih Menunjukkan Ketahanan
Di tengah sentimen negatif tersebut, analis kripto Michaël van de Poppe justru melihat perkembangan yang menarik.

Sumber Gambar: X.com/CryptoMichNL
Menurutnya, fakta bahwa Bitcoin tidak mengalami penurunan yang lebih dalam meski dihantam berbagai sentimen negatif merupakan sinyal bahwa pasar masih memiliki daya tahan.
Ia menilai apabila Bitcoin mampu kembali menembus level US$61.000, peluang terbentuknya bullish divergence akan semakin kuat.
Dalam skenario tersebut, area US$65.000 menjadi target berikutnya karena sebelumnya merupakan zona support yang kini berubah menjadi resistance.
“Saya sangat tertarik melihat bagaimana pergerakan Bitcoin jika berhasil kembali menembus level US$61.000. Jika itu terjadi, maka skenario bullish divergence akan semakin kuat dan pasar berpotensi mengincar area resistance di US$65.000, yang sebelumnya merupakan zona support utama,” tulis Van de Poppe.
Van de Poppe juga menyoroti bahwa pasar masih mampu bertahan meski dihantam kepanikan akibat konflik geopolitik dan tingginya tekanan jual.
“Menariknya, meski pasar dipenuhi kepanikan dan rasa takut, harga tidak mengalami penurunan yang lebih dalam. Bagi saya, itu merupakan sinyal yang cukup menarik,” lanjutnya.
Baca juga berita terkait: BlackRock Terbitkan Panduan Resmi Investasi Bitcoin, Ini Rekomendasinya
Ethereum Hadapi Tekanan Lebih Besar
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum justru dinilai menghadapi tekanan yang lebih berat.

SUmber Gambar: X.com/alicharts
Analis Ali Martinez mengungkapkan bahwa para whale telah menjual sekitar 550.000 ETH atau senilai kurang lebih US$880 juta hanya dalam satu pekan.
“Ethereum (ETH) saat ini diperdagangkan di dalam zona volume krusial antara US$1.584 hingga US$1.683, yaitu area di mana hampir 4 juta ETH telah berpindah tangan,” jelas Martinez.
Aksi distribusi tersebut disebut berhasil mendorong Ethereum turun di bawah level support penting US$1.633.
Apabila tekanan jual dari investor besar terus berlanjut, Martinez memperkirakan area permintaan berikutnya berada di sekitar US$1.237 hingga US$1.089.
“Perhatikan penutupan harga harian (daily close) untuk melihat apakah pembeli masih mampu mempertahankan zona volume penting tersebut,” tegasnya.
Kesimpulan
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu aksi jual di pasar kripto sehingga Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah aset digital lainnya bergerak melemah. Likuidasi lebih dari US$180 juta dan meningkatnya rasa takut di pasar menunjukkan investor masih berhati-hati menghadapi kondisi global.
Meski demikian, sebagian analis menilai struktur pasar Bitcoin masih relatif kuat. Jika mampu kembali menembus level US$61.000, peluang melanjutkan penguatan menuju area US$65.000 dinilai tetap terbuka. Sementara itu, Ethereum masih menghadapi tekanan yang lebih besar akibat aksi jual dari para whale.
FAQ
- Apakah konflik geopolitik selalu memengaruhi harga Bitcoin?
Tidak selalu. Namun, konflik geopolitik sering meningkatkan ketidakpastian pasar sehingga investor cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko, termasuk aset kripto. - Apa itu bullish divergence pada Bitcoin?
Bullish divergence adalah kondisi ketika indikator teknikal seperti RSI mulai menguat meskipun harga masih bergerak turun. Pola ini sering dianggap sebagai sinyal awal potensi pembalikan tren naik. - Mengapa banyak posisi long dilikuidasi?
Likuidasi terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi trader yang menggunakan leverage. Saat harga turun tajam, posisi long dapat ditutup otomatis oleh bursa untuk membatasi kerugian. - Apa arti indikator Crypto Fear & Greed berada di Extreme Fear?
Level Extreme Fear menunjukkan mayoritas pelaku pasar sedang pesimis atau takut. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi ini sering menjadi periode yang mulai diperhatikan investor jangka panjang untuk mencari peluang masuk. - Mengapa aksi jual whale Ethereum diperhatikan investor?
Whale memiliki kepemilikan aset dalam jumlah besar sehingga transaksi mereka dapat memengaruhi suplai di pasar. Ketika whale menjual dalam volume tinggi, tekanan jual terhadap harga biasanya ikut meningkat. - Level harga Bitcoin apa yang sedang menjadi perhatian analis?
Saat ini banyak analis memperhatikan area US$61.000 sebagai level penting. Jika berhasil ditembus kembali, peluang menuju area resistance berikutnya di sekitar US$65.000 dinilai semakin terbuka.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

