Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level US$95.000 pada Rabu (14/1).
Rebound ini dipicu oleh pembelian besar Bitcoin oleh Strategy serta rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang menunjukkan tekanan harga masih terkendali, sehingga menjaga sentimen pasar kripto tetap positif.
Melansir Investing, Bitcoin tercatat naik sekitar 4,4% ke level US$95.280, bahkan sempat menyentuh US$96.033, yang menjadi level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.
Pembelian Jumbo Strategy Dorong Sentimen Pasar

Sumber Gambar: X.com
Penguatan Bitcoin terjadi setelah Strategy mengumumkan pembelian 13.627 BTC dengan harga rata-rata US$91.519 per koin, senilai sekitar US$1,25 miliar. Ini menjadi pembelian Bitcoin terbesar Strategy sejak Juli 2025.
Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 687.410 BTC, memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin terbesar di kalangan korporasi global. Pembelian ini dibiayai melalui penerbitan saham biasa dan saham preferen.
Langkah agresif ini sekaligus meredam kekhawatiran pasar bahwa Strategy mulai memperlambat akumulasi Bitcoin, setelah sebelumnya hanya melakukan pembelian terbatas sejak pertengahan Desember 2025.
Baca selanjutnya: Rate Cut The Fed Tuai Kritik: 5 Hal Penting soal Bitcoin Pekan Ini
CPI AS Naik 0,3%, Tekanan Inflasi Inti Tetap Terkendali

Sumber Gambar: bls.gov
Dari sisi makroekonomi, Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS naik 0,3% secara bulanan (m/m) pada Desember 2025, dengan inflasi tahunan tercatat 2,7% (y/y).
Melansir dari Cryptonews, kenaikan bulanan ini terutama didorong oleh sektor hunian (shelter) yang meningkat 0,4%, menjadi kontributor terbesar inflasi bulan tersebut.
Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan harga pangan dan energi tercatat 0,2% m/m dan 2,6% y/y, masih sejalan dengan ekspektasi pasar dan tidak menunjukkan percepatan signifikan.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC di 29 Januari 2026.
Probabilitas suku bunga tetap (rate hold) untuk Januari dilaporkan berada di kisaran 70% lebih, mencerminkan ekspektasi kebijakan moneter yang relatif stabil.
Stabilnya CPI Redakan Risiko Tekanan Suku Bunga
Inflasi inti yang tetap terkendali membatasi risiko kebijakan higher-for-longer yang biasanya menekan aset berisiko.
Dengan tekanan inflasi yang tidak memburuk, pasar kripto cenderung kembali merespons faktor lain seperti real yield, posisi investor, dan sentimen institusi.
Di sisi volatilitas, rendahnya ekspektasi gejolak suku bunga turut menekan volatilitas implisit pasar opsi, sehingga membuat biaya lindung nilai dan posisi spekulatif di Bitcoin relatif lebih ringan menjelang pertemuan The Fed dan rilis CPI berikutnya pada Februari.
Baca berikutnya: CPI AS Masih Tinggi, The Fed Diprediksi Tahan Sikap Sepanjang 2026
Dampak ke Pasar Kripto
Rebound Bitcoin ikut mendorong penguatan aset kripto utama lainnya. Ethereum melonjak lebih dari 7% ke area US$3.300, sementara XRP menguat sekitar 5%.
Pergerakan ini mencerminkan bahwa penguatan Bitcoin kali ini membawa dampak luas ke pasar kripto, bukan hanya pergerakan satu aset.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin ke atas US$95.000 menegaskan bahwa pasar masih sensitif terhadap kombinasi aksi institusi besar dan stabilitas data makro AS.
Pembelian jumbo oleh Strategy memberi sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin, sementara CPI yang terkendali membantu meredam tekanan dari sisi kebijakan moneter.
Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tetap tertuju pada arah suku bunga The Fed dan lanjutan respons institusi terhadap kondisi makro global.
FAQ
- Apa arti CPI 0,3% bagi pasar kripto?
Kenaikan CPI 0,3% menunjukkan inflasi masih terkendali. Selama inflasi inti tetap stabil, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung mendapat ruang untuk bergerak positif. - Mengapa inflasi sektor hunian ikut diperhatikan pasar?
Kenaikan inflasi hunian menjadi kontributor utama CPI. Namun selama inflasi inti tidak melonjak, dampaknya ke kebijakan suku bunga cenderung terbatas. - Apakah data CPI ini memengaruhi keputusan The Fed?
Data CPI mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, bukan menaikkannya. - Mengapa pembelian Strategy berdampak besar ke harga Bitcoin?
Pembelian besar dari institusi memberi sinyal kepercayaan jangka panjang dan meningkatkan permintaan di pasar spot Bitcoin. - Apakah rebound Bitcoin ini bersifat jangka pendek?
Rebound saat ini dipengaruhi faktor fundamental dan makro. Keberlanjutannya akan bergantung pada kebijakan moneter dan respons institusi berikutnya. - Apakah pasar kripto lain ikut terpengaruh oleh CPI AS?
Ya. Data CPI AS sering memengaruhi sentimen global, termasuk pergerakan Ethereum, XRP, dan aset kripto utama lainnya.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Consumer Price Index, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


