Pasar kripto melemah di Jumat (13/2) setelah laporan terbaru tenaga kerja Amerika Serikat dirilis pada Kamis (12/2). Bitcoin (BTC) turun di bawah US$67.000, sementara sejumlah altcoin terkoreksi lebih dalam hanya dalam 24 jam terakhir.

Sumber Gambar: CMC via Crypto.News
Tekanan muncul setelah data non-farm payrolls (NFP) menunjukkan ekonomi AS menambah sekitar 130.000 pekerjaan pada Januari.
Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Desember 2025 yang hanya mencatat sekitar 50.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran juga tercatat di 4,3%, sementara pertumbuhan upah rata-rata per jam melambat ke 3,7%. Secara kasat mata, data ini terlihat solid. Namun reaksi pasar justru negatif.
Good news in January, but the downward revisions are huge. More than a million fewer jobs than previously estimated by the end of 2025. And four months last year with outright declines in payrolls. https://t.co/NZ3M8V3s21 pic.twitter.com/duDQLRIgks
— Claudia Sahm (@Claudia_Sahm) February 11, 2026
Bitcoin Turun, Altcoin Lebih Dalam
Bitcoin mencatat penurunan sekitar 1% dan sempat bergerak di bawah US$67.000. Beberapa altcoin mencatat koreksi lebih tajam, bahkan ada yang turun dua digit dalam 24 jam. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan melemahnya open interest di pasar futures kripto.
Nilainya kini berada di bawah US$100 miliar, jauh dari puncak tahun lalu yang sempat menembus US$255 miliar. Penurunan open interest menunjukkan berkurangnya posisi leverage dan meningkatnya kehati-hatian trader.
Indeks Fear and Greed juga masih berada di zona extreme fear, menandakan sentimen pasar yang rapuh.
Baca selanjutnya: Peluang Shutdown AS Sebelum Valentine Naik Jadi 85%, Bitcoin Terancam?
Data NFP Kuat, Tapi Ada Revisi Besar
Di balik angka Januari yang terlihat kuat, ada catatan penting. Sejumlah ekonom menyoroti revisi besar terhadap data 2025.
Lebih dari satu juta pekerjaan direvisi hilang dari laporan sebelumnya, dan empat bulan tercatat mengalami penurunan payroll.
Kondisi ini disebut sebagai “hiring recession”, di mana perekrutan melambat meski angka pengangguran relatif stabil.
Mayoritas penambahan pekerjaan terkonsentrasi di sektor kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi.
Sementara itu, payroll pemerintah turun sekitar 42.000 pekerja dan banyak sektor lain mencatat pertumbuhan tipis atau bahkan negatif. Struktur pasar tenaga kerja ini menunjukkan pertumbuhan yang tidak merata.
Dampaknya ke Kebijakan The Fed
Bagi pasar kripto, isu utamanya bukan sekadar jumlah pekerjaan. Yang lebih krusial adalah implikasinya terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data tenaga kerja yang relatif kuat membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin mengecil. Ketika suku bunga bertahan tinggi lebih lama, aset berisiko seperti kripto cenderung tertekan karena likuiditas global lebih ketat.
Di sisi lain, jika revisi besar benar-benar mencerminkan pelemahan struktural ekonomi, maka ada risiko kebijakan moneter sebelumnya dinilai terlalu ketat.
Pasar kini menunggu laporan inflasi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data tersebut berpotensi menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya.
Baca berikutnya: Kenapa Data Ketenagakerjaan AS Bikin Investor Bitcoin (BTC) Gigit Jari?
Geopolitik Tambah Tekanan
Tekanan terhadap kripto juga datang dari faktor eksternal. Pelaku pasar memantau meningkatnya peluang serangan militer AS terhadap Iran. Data dari Polymarket menunjukkan probabilitas skenario tersebut naik dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, emas, dan franc Swiss yang dianggap sebagai aset safe haven.
Pergerakan ini kembali menegaskan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya diperlakukan sebagai aset lindung nilai saat ketegangan geopolitik meningkat.
Kesimpulan
Pasar kripto terkoreksi bukan semata-mata karena ekonomi AS melemah, tetapi karena ketidakpastian arah kebijakan moneter dan meningkatnya risiko global.
Data tenaga kerja yang terlihat kuat justru mengurangi ekspektasi pelonggaran suku bunga. Di saat yang sama, revisi besar terhadap data sebelumnya memunculkan pertanyaan tentang kondisi riil pasar kerja AS.
Dengan sentimen yang masih rapuh dan likuiditas yang mengetat, volatilitas kripto kemungkinan tetap tinggi dalam jangka pendek. Fokus pasar kini beralih ke data inflasi dan sikap lanjutan The Fed.
FAQ
- Apa itu data non-farm payrolls (NFP) dan kenapa penting bagi kripto?
Non-farm payrolls adalah laporan bulanan jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian di Amerika Serikat. Data ini penting karena menjadi indikator kesehatan ekonomi dan memengaruhi keputusan suku bunga The Fed. Perubahan suku bunga berdampak langsung pada aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin. - Kenapa harga Bitcoin turun saat data tenaga kerja AS kuat?
Data tenaga kerja yang kuat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga. Suku bunga tinggi cenderung menekan likuiditas dan membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset volatil seperti kripto. - Apa arti tingkat pengangguran 4,3% bagi pasar keuangan?
Tingkat pengangguran 4,3% menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Namun jika dikombinasikan dengan revisi data pekerjaan dan perlambatan upah, pasar bisa menilai kondisi ekonomi lebih kompleks dari sekadar angka headline. - Apa hubungan open interest futures kripto dengan harga Bitcoin?
Open interest mencerminkan total nilai kontrak derivatif yang masih terbuka. Ketika open interest turun signifikan, itu menandakan banyak posisi ditutup dan minat spekulatif berkurang, yang sering terjadi saat sentimen pasar memburuk. - Apakah Bitcoin benar-benar aset safe haven saat krisis geopolitik?
Dalam beberapa kasus, Bitcoin dianggap alternatif aset lindung nilai. Namun data terbaru menunjukkan saat ketegangan geopolitik meningkat, investor masih cenderung beralih ke emas, dolar AS, atau franc Swiss dibanding kripto. - Data ekonomi apa lagi yang bisa memengaruhi harga kripto?
Selain NFP, laporan inflasi AS (CPI), keputusan suku bunga Federal Reserve, data pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan fiskal pemerintah AS menjadi faktor utama yang sering memicu volatilitas pasar kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – Crypto tumbles after US jobs revisions, unemployment rate hits 4.3%, diakses pada 13 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


