Harga Ethereum (ETH) memasuki Maret 2026 dalam tekanan besar. Setelah anjlok hampir 20% sepanjang Februari, ETH kini mencatat enam bulan berturut-turut ditutup di zona merah sejak September 2025.
Jika Maret kembali berakhir negatif, ini akan menjadi rekor tujuh bulan penurunan beruntun, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pergerakan harga Ethereum.
Sumber Gambar: Cryptorank
Di tengah tekanan tersebut, muncul dua sinyal yang saling bertolak belakang, di mana struktur tren besar masih bearish, tetapi grafik jangka pendek menunjukkan peluang rebound.
Tren Besar Masih Mengarah Turun

Sumber Gambar: TradingView via Be(in)crypto
Secara teknikal, grafik mingguan Ethereum telah menembus pola head and shoulders yang terbentuk sejak April 2025. Pola ini dikenal sebagai struktur pembalikan bearish.
Breakdown terkonfirmasi pada awal Januari 2026 dan bukan sekadar koreksi ringan, melainkan perubahan struktur tren.
Dari proyeksi teknikal, pola ini membuka potensi penurunan sekitar 53% dari titik breakdown, dengan target harga di kisaran $1.320. Level tersebut belum tercapai, tetapi struktur penurunan masih aktif.
Tekanan bertambah karena dua potensi death cross pada indikator Exponential Moving Average (EMA) mulai terbentuk di timeframe mingguan. EMA 50 mendekati EMA 100, sementara EMA 20 mendekati EMA 200.
Sebelumnya, ketika EMA 20 menembus ke bawah EMA 50 pada Januari, ETH terkoreksi sekitar 46%. Jika crossover baru terkonfirmasi, tekanan jual bisa berlanjut. Dengan kata lain, tren jangka menengah hingga panjang masih berpihak pada penurunan.
Baca juga berita terkait: Bagaimana Arah Harga Ripple (XRP) di Bulan Maret 2026?
ETF Ethereum Masih Mengalami Outflow

Sumber Gambar: SoSoValue
Faktor fundamental turut memperberat situasi. Data arus dana ETF Ethereum menunjukkan empat bulan berturut-turut mengalami net outflow sejak November 2025.
Rinciannya:
- November 2025: outflow $1,42 miliar
- Desember 2025: outflow berlanjut
- Januari 2026: -$353,20 juta
- Februari 2026: -$369,87 juta
Terakhir kali ETF Ethereum mencatat inflow positif adalah Oktober 2025 sebesar $569,92 juta.
Artinya, tidak ada dukungan kuat dari investor institusional seperti yang terjadi pada Bitcoin. Arus modal masih keluar dan belum menunjukkan tanda perlambatan signifikan.
Lonjakan Pembelian Hodler, Sinyal Bullish atau Terjebak?

Sumber Gambar: Glassnode
Di tengah tekanan tersebut, metrik on-chain menunjukkan lonjakan tajam pembelian oleh hodler, yaitu wallet yang menyimpan ETH lebih dari 155 hari.
Pada 21 Februari, perubahan posisi bersih hodler hanya sekitar +6.829 ETH. Delapan hari kemudian, pada 1 Maret, angka itu melonjak menjadi +252.142 ETH. Kenaikan ini setara dengan lonjakan 3.500%.
Sekilas terlihat sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang. Namun, konteksnya lebih kompleks.
Periode akumulasi besar sebelumnya terjadi pada akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, saat harga berada di kisaran $2.920 hingga $3.350. Setelah EMA crossover terjadi, harga jatuh tajam hingga sekitar $2.340 dan terus melemah.

Sumber Gambar: Glassnode
Banyak hodler kemungkinan terjebak di rentang harga tersebut. Akumulasi terbaru bisa jadi bukan karena optimisme baru, melainkan strategi average down untuk menurunkan harga rata-rata beli.
Baca selanjutnya: Analis Perang Opini Soal Masa Depan Bitcoin (BTC) & Ethereum (ETH)
Grafik 12 Jam Beri Harapan Rebound

Sumber Gambar: TradingView via Be(in)crypto
Meski tren besar bearish, grafik jangka pendek menunjukkan sinyal berbeda.
Antara 12 hingga 28 Februari, harga ETH mencetak lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher low. Ini disebut bullish divergence, tanda bahwa momentum jual mulai melemah.
Divergensi tersebut memicu kenaikan sekitar 11,7% dari titik terendah. Selain itu, di timeframe 12 jam terbentuk pola inverse head and shoulders, struktur pembalikan bullish.
Level kunci yang perlu diperhatikan:
- Break dan penutupan di atas $2.160–$2.180 membuka peluang kenaikan menuju sekitar $2.590, atau sekitar 19% dari neckline.
- Resistance menengah berada di sekitar $2.050 dan $2.400.
- Jika harga turun di bawah $1.830, struktur bullish melemah.
- Penutupan di bawah $1.790 akan membatalkan skenario rebound dan mengembalikan fokus ke target $1.320.
Dengan kondisi ini, skenario paling realistis untuk Maret adalah potensi relief rally jangka pendek yang tetap dibayangi tren turun lebih besar.
Kesimpulan
Ethereum memasuki Maret 2026 dalam kondisi teknikal yang rapuh. Struktur mingguan masih mengarah ke bawah dengan target $1.320 tetap terbuka selama tren belum berubah. Di sisi lain, sinyal bullish jangka pendek memberi peluang kenaikan terbatas menuju area $2.590.
Pertanyaannya bukan sekadar apakah ETH bisa rebound, tetapi apakah rebound tersebut cukup kuat untuk membalikkan tren besar.
Selama arus dana ETF masih keluar dan struktur mingguan belum pulih, risiko penurunan tetap menjadi faktor utama yang membayangi harga Ethereum bulan ini.
FAQ
- Apakah harga Ethereum benar-benar bisa turun ke $1.320?
Target $1.320 berasal dari proyeksi pola head and shoulders di grafik mingguan. Selama struktur breakdown tetap valid dan harga tidak kembali ke atas level kunci, skenario ini masih terbuka secara teknikal. - Mengapa outflow ETF memengaruhi harga ETH?
ETF spot menjadi salah satu jalur masuk modal institusional. Jika terjadi net outflow berbulan-bulan, berarti dana besar keluar dari pasar, yang bisa mengurangi tekanan beli dan memperbesar potensi koreksi. - Apa arti bullish divergence pada RSI untuk ETH?
Bullish divergence terjadi ketika harga membuat titik rendah baru tetapi RSI tidak. Ini menandakan momentum jual melemah dan sering kali mendahului kenaikan jangka pendek, meski tidak selalu mengubah tren besar. - Apa itu inverse head and shoulders dalam analisis harga Ethereum?
Inverse head and shoulders adalah pola pembalikan bullish. Jika harga menembus neckline dan bertahan di atasnya, biasanya diikuti kenaikan sesuai target proyeksi teknikal. - Apakah lonjakan pembelian hodler selalu berarti harga akan naik?
Tidak selalu. Lonjakan akumulasi bisa berarti keyakinan jangka panjang, tetapi juga bisa menunjukkan investor mencoba menurunkan harga rata-rata beli setelah mengalami kerugian. - Level harga ETH mana yang paling penting dipantau di Maret 2026?
Area $2.160–$2.180 menjadi kunci untuk potensi breakout jangka pendek. Di sisi bawah, $1.790 menjadi batas kritis yang jika ditembus bisa membuka jalan menuju target lebih rendah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Ethereum Price Prediction: What To Expect From ETH In March 2026, diakses pada 3 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


