Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19 – 20 Mei 2026.
Dikutip dari CNBC, keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas Rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah tekanan global. Tak hanya Indonesia, Australia juga turut menaikkan suku bunga pada 5 Mei lalu.
Di balik kenaikan suku bunga di beberapa negara, pasar global tengah menyoroti kemungkinan peluang rate cut dari Amerika Serikat. Lantas, apa dampaknya pada pasar kripto?
Pasar Crypto Ada di Tengah Dua Arah Kebijakan

Suku bunga Australia dan Indonesia naik di Mei 2026 | Sumber: tradingeconomics
Kenaikan suku bunga di Indonesia dan Australia berpotensi memperketat likuiditas dan menekan minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin di dua negara tersebut.
Namun di sisi lain, harapan rate cut dari Amerika Serikat mulai memunculkan optimisme baru di pasar global. Biasanya, ketika The Fed mulai menurunkan suku bunga, likuiditas pasar cenderung meningkat.
Data proyeksi terbaru Federal Reserve menunjukkan ekspektasi penurunan suku bunga mulai muncul dalam beberapa periode ke depan.
Baca juga: The Fed Masih Hawkish di FOMC, Harga Bitcoin (BTC) Berisiko Turun Lagi
Harga Bitcoin dkk Menguat Tipis
Di balik kenaikan suku bunga di beberapa negara, kabar terbaru tentang Senat AS melakukan voting 50 banding 47 untuk meloloskan rancangan pembatasan kewenangan perang terhadap Iran.
Kabar ini membawa kabar segar bagi pasar crypto karena dianggap sebagai sinyal bahwa risiko eskalasi konflik besar mulai mereda.

Sumber: CoinMarketCap
Hal ini memberikan dampak pada harga Bitcoin, Ethereum, dkk kecuali USDT naik tipis sekitar 1 – 2% pada Kamis (21/5) hari ini.
Investor Menunggu Sinyal Besar dari The Fed
Meski Australia dan Indonesia menaikkan suku bunga, ekspektasi rate cut AS yang akan diumumkan pada Juni depan mulai membuka kemungkinan berbeda di paruh kedua 2026.
Bagi pasar crypto, arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor utama yang dapat menentukan apakah Bitcoin akan kembali bullish atau justru bergerak sideways lebih panjang.
Jika Federal Reserve benar-benar menurunkan suku bunga seperti yang diharapkan oleh Trump, pasar crypto berpotensi kembali mendapat dorongan likuiditas baru.
Meski begitu, pasar tetap berhati-hati karena hingga saat ini The Fed masih mempertahankan suku bunga di level 3,75% tanpa perubahan pada beberapa pertemuan terakhir.
Kesimpulan
Kenaikan BI Rate ke level 5,25% menunjukkan bahwa tekanan ekonomi global masih membuat banyak bank sentral bersikap hati-hati.
Namun di tengah pengetatan dari Indonesia dan Australia, pasar mulai melihat peluang berbeda dari Amerika Serikat karena ekspektasi rate cut mulai muncul untuk beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini membuat pasar crypto berada di fase yang sensitif. Jika The Fed benar-benar mulai memangkas suku bunga, Bitcoin dan aset digital lain berpotensi kembali mendapat dorongan likuiditas baru di paruh kedua 2026.
FAQ
1. Apa itu BI Rate dan pengaruhnya ke Bitcoin?
BI Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia. Saat suku bunga naik, investor di Indonesia biasanya lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin.
2. Apa itu rate cut dari The Fed?
Rate cut adalah penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
3. Mengapa pasar crypto sensitif terhadap suku bunga AS?
Karena pasar crypto sangat dipengaruhi likuiditas global. Saat suku bunga AS turun, aliran dana ke aset berisiko seperti crypto biasanya ikut meningkat.
4. Apakah Bitcoin bisa naik jika The Fed mulai memangkas bunga?
Potensinya ada. Secara historis, pasar crypto cenderung lebih positif ketika kebijakan moneter mulai longgar dan likuiditas bertambah.
5. Mengapa Indonesia dan Australia justru menaikkan suku bunga?
Kedua negara fokus menjaga stabilitas mata uang dan mengendalikan inflasi di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Bitcoin, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
