Perusahaan manajer aset dan investasi global, BlackRock tercatat terus melepas Ethereum (ETH) selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan Arkham Intelligence, pembelian ETH terakhir oleh manajer investasi dunia itu terjadi pada 16 Juni 2026 lalu.
Kondisi tersebut memicu perhatian pelaku pasar karena aktivitas institusi besar sering dijadikan indikator sentimen terhadap aset kripto. Meski demikian, data yang tersedia baru menunjukkan adanya arus keluar aset, bukan alasan di balik transaksi tersebut.
BlackRock Belum Tambah ETH Sejak Pertengahan Juni
BLACKROCK HAS SOLD ETH FOR 7 DAYS STRAIGHT
BlackRock has not stopped selling ETH for the past 7 trading days in a row. They last bought $ETH on the 16th June, 2 weeks ago.
Will they finally buy $ETH this week, or will they keep on dumping? pic.twitter.com/kkaLx0JqyR
— Arkham (@arkham) June 30, 2026
Berdasarkan data Arkham pada Selasa (30/6), Arkham Intelligence menunjukkan BlackRock telah menjual ETH selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.
Menurut Arkham, pembelian ETH terakhir dilakukan pada 16 Juni 2026 atau sekitar dua minggu lalu. Setelah itu, aktivitas yang tercatat justru didominasi oleh penjualan.
Arkham juga mempertanyakan apakah BlackRock akan kembali membeli ETH pada pekan ini atau melanjutkan tren pelepasan Ethereum.
Hingga data dipublikasikan, belum ada konfirmasi resmi dari BlackRock mengenai tujuan maupun alasan di balik transaksi tersebut.
Baca juga: Bukan Bitcoin, Sektor Kripto Ini Justru Tumbuh Paling Cepat Sepanjang 2026
Apa Arti Penjualan ETH oleh BlackRock?

Portfolio BlackRock pada Selasa (30/6) | Sumber: Arkham
Data on-chain hanya menunjukkan pergerakan aset di blockchain, tetapi tidak dapat memastikan motif di balik setiap transaksi.
Dalam praktiknya, transaksi semacam ini dapat dilakukan karena berbagai kebutuhan, seperti penyesuaian portofolio (rebalancing), pengelolaan likuiditas, atau memenuhi arus dana keluar dari produk investasi yang dikelolanya.
Meski begitu, aktivitas BlackRock tetap menjadi perhatian karena perusahaan tersebut mengelola aset bernilai triliunan dolar. Perubahan posisi dari institusi sebesar ini sering dipantau investor sebagai salah satu indikator sentimen pasar.
Investor Kini Menunggu Langkah Berikutnya
Dengan belum adanya pembelian baru sejak pertengahan Juni, perhatian pasar kini tertuju pada apakah BlackRock akan kembali mengakumulasi ETH atau tetap melanjutkan tren penjualan dalam beberapa hari ke depan.
Apabila tren tersebut berlanjut, aktivitas on-chain BlackRock kemungkinan masih akan menjadi salah satu data yang dipantau pelaku pasar.
Sebaliknya, jika perusahaan kembali membeli ETH, hal itu berpotensi mengubah persepsi investor terhadap sentimen jangka pendek Ethereum.
Kesimpulan
Data dari Arkham Intelligence menunjukkan BlackRock telah melepas Ethereum selama tujuh hari perdagangan berturut-turut, dengan pembelian terakhir tercatat pada 16 Juni 2026.
Meski aktivitas ini menarik perhatian pasar, belum ada bukti bahwa penjualan tersebut mencerminkan perubahan pandangan BlackRock terhadap Ethereum.
Untuk saat ini, data tersebut lebih tepat dipandang sebagai sinyal yang perlu dipantau, sambil menunggu aktivitas berikutnya maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.
FAQ
1. Benarkah BlackRock menjual Ethereum selama tujuh hari berturut-turut?
Ya. Berdasarkan data yang dipublikasikan Arkham Intelligence, BlackRock tercatat melepas ETH selama tujuh hari perdagangan berturut-turut hingga 30 Juni 2026.
2. Kapan terakhir BlackRock membeli Ethereum?
Menurut data Arkham, pembelian ETH terakhir oleh BlackRock terjadi pada 16 Juni 2026.
3. Apakah penjualan ETH berarti BlackRock pesimistis terhadap Ethereum?
Belum tentu. Penjualan aset oleh institusi dapat dilakukan untuk berbagai keperluan, seperti rebalancing portofolio, pengelolaan likuiditas, atau kebutuhan operasional lainnya.
4. Apa itu data on-chain?
Data on-chain adalah informasi yang berasal langsung dari transaksi yang tercatat di blockchain. Data ini memungkinkan publik memantau perpindahan aset antar alamat dompet.
5. Mengapa aktivitas BlackRock diperhatikan investor kripto?
Karena BlackRock merupakan salah satu manajer aset terbesar di dunia. Pergerakan aset dari institusi besar sering dijadikan salah satu indikator untuk membaca sentimen pasar, meski tidak selalu mencerminkan arah harga di masa depan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia, #Berita Blackrock





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
