Google Gemini AI memprediksi harga Bitcoin berpotensi naik ke kisaran $130.000 hingga $150.000 pada akhir 2026.
Menariknya, Gemini tidak melihat kenaikan Bitcoin sebagai sekadar bull run biasa melainkan mulai masuk fase baru sebagai “digital gold” yang lebih matang.
Selain itu, Gemini juga menilai Bitcoin perlahan mulai terlepas dari pola siklus empat tahunan yang selama ini identik dengan pasar kripto.
3 Faktor Utama Kenaikan Bitcoin
Menurut analisis Gemini AI, ada tiga faktor utama yang mendorong potensi kenaikan Bitcoin dalam jangka menengah hingga akhir 2026.
Pertama: berasal dari aliran dana institusional melalui spot ETF Bitcoin yang terus bertambah setiap bulan.
Kedua: karena semakin banyak perusahaan publik yang mulai menyimpan Bitcoin di neraca keuangan mereka.
Ketiga: berasal dari suplai Bitcoin yang semakin tidak likuid. Banyak Bitcoin kini disimpan dalam jangka panjang oleh investor besar sehingga jumlah aset yang aktif diperdagangkan semakin terbatas.
Kombinasi ketiga faktor itu dinilai menciptakan ketidakseimbangan supply dan demand yang berpotensi mendorong harga Bitcoin naik lebih tinggi dalam jangka panjang.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Turun ke $76.000, Tapi Jumlah Whale Malah Naik Tajam
Skenario Bullish dan Bearish Bitcoin Terbentuk
Meski optimistis, Gemini AI juga menyoroti risiko dari kondisi makro global, terutama kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Sumber: TradingView
Jika inflasi global tetap tinggi dan suku bunga masih tinggi hingga akhir 2026.
Bitcoin diperkirakan berpotensi bergerak sideways di kisaran $65.000 hingga $75.000 untuk waktu yang lebih lama.
Namun, jika Bitcoin mampu breakout dari area penting di sekitar $82.000 hingga $84.000, peluang menuju $90.000 hingga $96.000 dinilai mulai terbuka.
Di sisi lain, area support penting berada di kisaran $72.000 hingga $74.000. Jika level tersebut gagal dipertahankan, skenario konsolidasi panjang bisa terjadi.
Analisis tersebut juga menyebut target $125.000 hingga $130.000 sebagai area resistance besar pertama sebelum Bitcoin mencoba menuju target utama di sekitar $150.000.
Fokus Investor Mulai Bergeser
Selain membahas Bitcoin, laporan itu juga menyoroti mulai padatnya pasar aset kripto berkapitalisasi besar.
Bitcoin disebut sedang mengalami fase konsolidasi, sementara aset besar lain dinilai masih bergerak terbatas sambil menunggu katalis baru.
Kondisi ini membuat sebagian investor mulai mencari sektor baru dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Salah satu tema yang mulai ramai dibahas adalah infrastruktur cross-chain. Saat ini banyak blockchain masih berjalan seperti ekosistem terpisah sehingga perpindahan aset antar jaringan sering memakan biaya.
Kesimpulan
Prediksi Gemini AI menunjukkan bahwa Bitcoin mulai dipandang lebih dari sekadar aset spekulatif jangka pendek. Kombinasi aliran dana institusi, suplai yang semakin terbatas, dan meningkatnya adopsi korporasi membuat narasi Bitcoin sebagai “digital gold” menguat.
Meski target harga hingga $150.000 masih bergantung pada kondisi makroekonomi dan kemampuan Bitcoin mempertahankan level teknikal penting.
Jika tren akumulasi institusional terus berlanjut, fase baru Bitcoin sebagai aset digital jangka panjang bisa semakin terlihat dalam beberapa tahun ke depan.
FAQ
1. Berapa prediksi harga Bitcoin menurut Gemini AI?
Gemini AI memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai sekitar $130.000 hingga $150.000 pada akhir 2026 jika tren adopsi dan arus dana institusional terus berlanjut.
2. Apa alasan Bitcoin diprediksi bisa naik hingga $150.000?
Beberapa faktor utamanya adalah meningkatnya investasi institusional melalui ETF Bitcoin, bertambahnya perusahaan pemegang BTC, dan suplai Bitcoin yang semakin terbatas di pasar.
3. Apa yang dimaksud Bitcoin sebagai digital gold?
Digital gold adalah istilah untuk menggambarkan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai seperti emas, terutama karena jumlahnya terbatas dan dianggap tahan terhadap inflasi jangka panjang.
4. Apa risiko yang bisa membuat harga Bitcoin gagal naik?
Salah satu risiko terbesar adalah kondisi makroekonomi global, termasuk suku bunga tinggi dari Federal Reserve yang dapat mengurangi likuiditas pasar.
5. Level penting apa yang sedang diperhatikan trader Bitcoin?
Area resistance utama Bitcoin saat ini berada di kisaran $82.000 hingga $84.000, sementara support penting berada di sekitar $72.000 hingga $74.000.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Crypto.news – Google’s Gemini AI Predicts Incredible Bitcoin Price by End of 2026, diakses pada 19 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Artificial intelligence (AI), #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
