Harga Ethereum (ETH) turun ke sekitar US$1.992 setelah gagal menembus area resistance US$2.400–US$2.600. Koreksi ini membuat ETH kehilangan hampir 20% nilainya dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah pelemahan pasar kripto dan Fear & Greed Index yang berada di level 31 (Fear), analis Crypto Patel tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Ethereum.
Ia bahkan masih mempertahankan target harga ETH di level US$15.000 meski pasar sedang berada dalam tekanan.
Ethereum Kehilangan Level Penting di Bawah US$2.000
Menurut Crypto Patel, struktur teknikal Ethereum masih menunjukkan tekanan bearish dalam jangka pendek.

Sumber Gambar: X.com/CryptoPatel
Sebelumnya, Patel telah mengidentifikasi area US$2.400 hingga US$2.600 sebagai Fair Value Gap (FVG) sekaligus zona resistance utama. Setelah gagal menembus area tersebut, harga ETH terus melemah hingga kembali berada di bawah US$2.000.
“ETH turun 20% dari area Fair Value Gap (FVG) yang sebelumnya saya tandai. Berikut area yang saya incar untuk target jangka panjang US$10.000 hingga US$15.000,” tulis Patel.
Patel menilai level US$3.050 menjadi titik yang harus direbut kembali oleh Ethereum untuk mengonfirmasi perubahan tren yang lebih bullish.
Selama ETH masih bergerak di bawah level tersebut, ia menganggap potensi tekanan turun masih tetap terbuka.
Baca juga berita terkait: XRP, Ethereum, atau Solana? ChatGPT Bongkar Crypto Terkuat 2026
Area US$1.750 Jadi Zona Akumulasi yang Dipantau
Meski tren jangka pendek belum menunjukkan tanda pembalikan yang kuat, Patel mengaku telah mulai melakukan akumulasi di area US$1.750 hingga US$1.800.
Menurutnya, area tersebut merupakan salah satu support terkuat dalam struktur harga Ethereum saat ini.
Bila tekanan jual berlanjut dan support tersebut gagal bertahan, Patel juga menyiapkan area pembelian berikutnya di kisaran US$1.400 hingga US$1.500.
“Jika level US$1.750 ditembus, saya tidak panik. Saya justru siap menambah posisi di bawah US$1.500. Zona akumulasi kedua berada di kisaran US$1.400–US$1.500, yang saya anggap sebagai area diskon besar bagi investor jangka panjang,” jelasnya.
Pandangan ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih melihat koreksi Ethereum sebagai peluang masuk, bukan sinyal berakhirnya tren jangka panjang.
Bahkan, Patel menyatakan dirinya belum melihat indikasi yang mengarah pada penurunan ETH hingga di bawah US$1.000.
“Secara pribadi, saya belum melihat indikasi pada grafik yang menunjukkan ETH akan turun di bawah US$1.000. Karena itu, area antara US$2.000 hingga US$1.400 saya anggap sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi secara bertahap,” ujarnya.
Mengapa Target US$15.000 Masih Muncul?
Meski ETH masih tertekan, Patel tetap optimis karena didukung sejumlah faktor fundamental.
Salah satunya adalah roadmap pengembangan Ethereum yang mencakup berbagai upgrade untuk meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi jaringan.
Upgrade berikutnya, Glamsterdam, dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga 2026 dan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas transaksi melalui kenaikan gas limit.
Menurut Patel, perkembangan ini dapat memperkuat utilitas Ethereum dalam jangka panjang.
“Menurut pandangan saya, Ethereum berpotensi mencetak rekor harga tertinggi baru (ATH) pada periode 2026–2027. Sekitar 19 bulan ke depan bisa menjadi periode yang sangat penting bagi pergerakan ETH,” tulisnya.
Prospek Ethereum juga didukung oleh dominasinya di sektor tokenisasi aset. Ethereum saat ini menguasai lebih dari 61% pasar RWA dan sekitar 54% pasokan stablecoin global.
Baca berita selanjutnya: Ethereum (ETH) Kembali Turun ke $1.900, Apa yang Terjadi?
Kesimpulan
Meski harga Ethereum turun di bawah US$2.000, sejumlah analis masih mempertahankan pandangan bullish untuk jangka panjang.
Crypto Patel tetap menargetkan ETH di level US$15.000 dengan alasan fundamental Ethereum masih kuat, mulai dari dominasi di sektor tokenisasi aset hingga pengembangan jaringan yang terus berlanjut.
Namun dalam jangka pendek, pergerakan ETH masih akan sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di area support penting dan membaiknya sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
FAQ
- Mengapa harga Ethereum turun di bawah US$2.000?
Penurunan Ethereum terjadi karena kombinasi sentimen negatif pasar kripto, meningkatnya likuidasi posisi leverage, serta kondisi pasar global yang membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. - Apakah target Ethereum US$15.000 realistis?
Target tersebut merupakan proyeksi dari seorang analis dan bukan jaminan harga akan mencapainya. Target jangka panjang biasanya didasarkan pada asumsi pertumbuhan adopsi, peningkatan jaringan, dan kondisi pasar yang mendukung. - Apa level support penting Ethereum saat ini?
Berdasarkan analisis yang dibahas, area US$1.750 hingga US$1.800 menjadi zona support utama yang dipantau pelaku pasar. Jika level tersebut gagal bertahan, perhatian berikutnya mengarah ke area US$1.400 hingga US$1.500. - Apa yang dimaksud dengan whale Ethereum?
Whale Ethereum adalah investor atau entitas yang memegang ETH dalam jumlah besar. Aktivitas mereka sering dipantau karena dapat memengaruhi likuiditas dan sentimen pasar. - Mengapa upgrade Ethereum penting bagi harga ETH?
Pembaruan jaringan dapat meningkatkan kapasitas transaksi, efisiensi, dan keamanan Ethereum. Semakin tinggi utilitas jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap ETH dalam jangka panjang. - Apakah Ethereum masih menjadi blockchain terbesar untuk tokenisasi aset?
Saat ini Ethereum masih menjadi jaringan dominan dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan stablecoin, menjadikannya salah satu infrastruktur blockchain paling penting dalam industri aset digital.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CaptainAltcoin – Ethereum (ETH) Price Crashes Below $2K – Trader Reveals Why He’s Still Targeting $15,000, diakses pada 29 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


