Open Interest: Kunci Prediksi Bullish atau Bearish?
icon search
icon search

Top Performers

Open Interest: Kunci Prediksi Bullish atau Bearish?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Open Interest: Kunci Prediksi Bullish atau Bearish?

Open Interest Kunci Prediksi Bullish atau Bearish?

Daftar Isi

Sinyal Arah Market yang Sering Diabaikan

Di tengah hiruk-pikuk market kripto, sebagian besar trader sering terpaku pada pergerakan harga dan volume. Padahal, ada satu indikator penting yang bisa memberi sinyal arah pasar secara lebih dalam—namanya Open Interest (OI), sama seperti indikator RSI yang sering dipakai untuk mengukur kekuatan tren. Banyak yang masih belum memanfaatkan indikator ini secara optimal, padahal OI bisa memberikan gambaran jelas tentang kekuatan tren yang sedang terjadi. Jadi, kalau kamu selama ini cuma mengandalkan candlestick dan MA, sekarang saatnya kenalan lebih dekat dengan open interest.

 

Apa Itu Open Interest? Jangan Keliru Sama Volume

Sebelum kamu bisa membaca arah pasar dengan OI, penting untuk memahami dulu definisinya. Open Interest adalah jumlah total kontrak derivatif—seperti futures atau options—yang masih aktif dan belum diselesaikan, berbeda dengan spot market kripto yang langsung dieksekusi tanpa kontrak. Kontrak ini bisa dimiliki oleh pembeli atau penjual, tapi selama belum ditutup atau dieksekusi, jumlahnya akan dihitung sebagai bagian dari OI.

Sering kali, OI disamakan dengan volume, padahal keduanya sangat berbeda. Volume mencatat jumlah transaksi yang terjadi dalam satu periode waktu tertentu, sedangkan OI mencerminkan seberapa banyak posisi yang masih terbuka di pasar. Misalnya, ketika dua trader membuka kontrak baru, OI akan bertambah satu. Tapi kalau kontraknya ditutup, OI akan berkurang. Dari sinilah kamu bisa melihat bahwa OI sebenarnya lebih mencerminkan komitmen pasar dibanding sekadar aktivitas.

 

Cara Kerja Open Interest: Dari Kontrak Hingga Sentimen

Memahami cara kerja open interest itu ibarat membongkar mesin di balik layar market derivatif. Kamu nggak cukup hanya tahu definisinya—harus sampai paham bagaimana kontrak dibuat, dihapus, dan bagaimana semuanya mencerminkan denyut pasar.

Pada dasarnya, open interest bertambah setiap kali ada pembukaan kontrak baru antara dua pihak yang belum saling menutup posisi. Misalnya, seorang trader membuka posisi long dan di saat bersamaan ada yang ambil posisi short sebagai lawannya, maka terciptalah satu kontrak baru. Ini bukan soal berapa banyak orang yang trading, tapi berapa banyak kontrak yang masih aktif dan “hidup” di pasar.

Sebaliknya, ketika dua pihak saling menutup kontraknya—entah karena take profit, stop loss, atau strategi reposisi—kontrak tersebut dianggap selesai, dan open interest akan berkurang. Jadi, OI tidak selalu naik meski harga terus bergerak. Semuanya tergantung seberapa banyak posisi yang masih terbuka dibanding yang ditutup.

Nah, yang bikin OI menarik adalah kemampuannya menangkap sentimen pasar secara real-time. Saat OI melonjak di tengah harga yang stabil, bisa jadi itu sinyal bahwa trader sedang mengakumulasi posisi—entah untuk serangan bullish atau antisipasi bearish. Makin banyak kontrak terbuka, makin tinggi pula minat dan kepercayaan bahwa pasar akan bergerak signifikan.

Sebaliknya, kalau OI terus menurun padahal harga terlihat volatile, bisa jadi trader justru takut ambil risiko. Mereka menutup posisi, keluar dari market, dan memilih wait-and-see. Artinya, penurunan OI adalah cerminan hilangnya komitmen pasar, bukan sekadar berkurangnya volume transaksi.

Lebih dari sekadar angka, open interest adalah indikator yang bersifat dinamis dan multidimensi. Ia bisa mencerminkan optimisme, kepanikan, hingga manipulasi pasar dalam skala besar. Inilah kenapa membaca OI harus kontekstual—bukan hanya naik-turun, tapi apa makna psikologis di baliknya.

Dengan memahami alur kontrak dari lahir sampai mati, kamu akan sadar bahwa OI itu ibarat napas dari pasar derivatif. Ia menunjukkan seberapa “hidup” atau “mati”-nya sebuah aset dalam minat para trader. Dan dari sana, kamu bisa lebih siap memutuskan: ikut arus atau tunggu di pinggir.

 

Kapan Open Interest Naik atau Turun? Begini Bacanya

Setelah paham cara kerjanya, kamu pasti penasaran: bagaimana cara membaca pergerakan OI untuk menangkap arah market? Kuncinya adalah korelasi antara harga dan OI. Ada beberapa skenario penting yang bisa kamu jadikan referensi:

Jika harga naik bersamaan dengan kenaikan OI, ini biasanya sinyal bahwa tren naik cukup kuat. Banyak pelaku pasar membuka posisi long dan pasar punya momentum. Sebaliknya, jika harga turun dan OI juga naik, itu menunjukkan tekanan jual yang cukup serius—bisa jadi tanda awal tren bearish.

Tapi ada juga momen ketika OI justru turun meskipun harga sedang naik atau turun. Ini bisa jadi sinyal pasar akan memasuki masa konsolidasi atau bahkan reversal. Penurunan OI menunjukkan trader mulai menutup posisi dan enggan membuka kontrak baru. Saat itulah kamu perlu lebih waspada.

Jadi, membaca OI bukan hanya soal naik atau turun, tapi menganalisis konteks antara harga, volume, dan perubahan posisi pasar.

 

Kenapa Open Interest Jadi Kunci di Pasar Derivatif Kripto?

Di pasar kripto, open interest bukan sekadar indikator teknikal tambahan—ia adalah cerminan dari denyut nadi pasar derivatif. Kenapa begitu? Karena di dunia kripto, produk derivatif seperti perpetual futures dan opsi semakin populer, mirip dengan tren penggunaan leverage trading yang meningkat di kalangan trader ritel. Volume transaksi yang besar dan leverage tinggi menjadikan data OI sebagai alat ukur utama sentimen pasar.

Selain itu, data OI sangat mudah diakses. Kamu bisa melihatnya langsung di banyak platform seperti CoinGlass, TradingView, atau dari exchange besar—atau bandingkan dengan indikator funding rate yang biasanya menyertai data OI di dashboard. Setiap lonjakan atau penurunan drastis di OI bisa memberikan sinyal dini tentang pergerakan harga berikutnya.

Dan karena market kripto beroperasi 24/7 dengan volatilitas tinggi, OI bisa menjadi semacam radar yang membantu kamu mendeteksi potensi breakout, tekanan jual besar-besaran, atau bahkan akumulasi diam-diam oleh smart money.

 

Risiko & Kelemahan: Jangan Asal Andalkan OI

Tentu saja, OI bukanlah indikator sakti yang selalu benar. Mengandalkan open interest tanpa mempertimbangkan faktor lain bisa berisiko. Salah satu kelemahan utamanya adalah OI tidak bisa membedakan posisi long dan short. Jadi, meskipun OI naik, kamu nggak bisa langsung menyimpulkan pasar akan bullish—karena bisa jadi banyak yang buka posisi short.

Selain itu, OI juga bisa naik karena aktivitas hedging, bukan karena ekspektasi arah pasar, mirip seperti strategi risk management lain seperti penggunaan stop loss. Ini sering terjadi di market yang sedang sideways, di mana trader membuka posisi berlawanan sebagai perlindungan terhadap fluktuasi.

Karena itu, OI sebaiknya digunakan bersamaan dengan indikator lain seperti RSI, MACD, atau funding rate, agar kamu bisa punya gambaran yang lebih utuh.

 

Cara Cek Open Interest dan Contoh Penggunaannya

Untuk memanfaatkan OI secara maksimal, kamu perlu tahu di mana bisa melihat datanya dan bagaimana cara membacanya secara real-time. Beberapa platform seperti CoinGlass atau TradingView menyediakan data OI lengkap dengan grafik yang bisa dikombinasikan dengan chart harga.

Misalnya, jika kamu melihat harga BTC bergerak sideways tapi OI terus naik, ini bisa jadi sinyal awal bahwa trader sedang akumulasi dan breakout mungkin akan terjadi. Atau sebaliknya, jika harga naik drastis tapi OI stagnan atau turun, bisa jadi tren naik tersebut lemah dan rawan koreksi.

Dengan latihan membaca chart OI dan menggabungkannya dengan volume serta data funding, kamu bisa menyusun strategi yang lebih presisi—terutama jika kamu menggunakan pendekatan teknikal seperti membaca pola candlestick. Kamu bisa menyusun strategi yang lebih presisi—baik untuk scalping maupun swing trading.

 

Kesimpulan: Baca Market Lebih Cerdas Lewat OI

Dalam ekosistem kripto yang penuh riak spekulasi dan headline menyesatkan, Open Interest (OI) hadir bukan sekadar angka statistik—tapi sebagai jendela psikologi pasar. Ia mencerminkan seberapa besar komitmen trader untuk mempertahankan posisi, seberapa yakin mereka pada arah harga, dan kapan gelombang sentimen mulai berubah arah.

OI bukan alat sulap yang langsung kasih sinyal buy atau sell. Tapi ketika kamu gabungkan dengan harga dan volume, ia bisa memberi petunjuk penting: apakah pasar sedang “dibangun diam-diam” oleh smart money atau justru mulai jenuh. Kenaikan OI belum tentu bullish, penurunan pun belum tentu bearish—semua tergantung konteks dan konfirmasinya.

Yang terpenting, OI mengajak kamu untuk nggak cuma reaktif mengikuti candle, tapi proaktif membaca niat di balik setiap pergerakan. Karena di market yang bergerak cepat, yang bisa bertahan bukan hanya yang punya modal besar, tapi juga yang tahu kapan harus masuk, bertahan, atau mundur.

Jadi, mulai sekarang, jangan anggap remeh angka open interest. Gunakan dia sebagai kompas tambahan dalam strategi kamu. Kalau kamu sudah terbiasa menggunakan moving average sebagai acuan, OI bisa jadi pelengkap yang canggih. Karena dalam dunia trading yang keras, informasi yang dipahami dengan benar bisa jadi senjata paling tajam..

 

Itulah informasi menarik tentang “Open Interest” yang  bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

 

1. Apa bedanya open interest dan volume?
Volume menunjukkan jumlah transaksi yang terjadi, sedangkan open interest menghitung jumlah kontrak yang masih terbuka dan belum diselesaikan.

2. Apa arti open interest naik tapi harga turun?
Biasanya ini berarti pasar sedang bearish. Banyak trader membuka posisi short, memperkuat tekanan jual di market.

3. Di mana saya bisa melihat data open interest crypto?
Kamu bisa cek di CoinGlass, TradingView, atau langsung di dashboard exchange besar seperti Binance dan OKX.

4. Apakah open interest berlaku di spot market?
Tidak. OI hanya digunakan untuk pasar derivatif seperti futures dan options, karena hanya di sana ada kontrak terbuka.

5. Bisakah OI digunakan untuk strategi scalping?
Bisa, asal dikombinasikan dengan indikator momentum seperti RSI dan data volume intraday agar lebih akurat.

6. Apa hubungan OI dengan breakout market?
OI yang terus meningkat saat harga mendatar sering jadi sinyal bahwa pasar sedang akumulasi dan siap breakout.

7. Apakah OI bisa memprediksi arah market sendirian?
Tidak selalu. OI harus dibaca dalam konteks harga, volume, dan sentimen. Jika digunakan sendirian, sinyalnya bisa menyesatkan.

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Market Signal,Tutorial

Koin Baru dalam Blok

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 10.84%
bnb BNB 0.3%
sol Solana 5.23%
eth Ethereum 1.84%
ada Cardano 1.25%
pol Polygon Ecosystem Token 1.93%
trx Tron 2.39%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DCT/IDR
Degree Cry
116.799
99.41%
TOKO/IDR
Tokoin
3
50%
LEVER/IDR
LeverFi
3
50%
VIDY/USDT
VIDY
0
40%
SKL/IDR
SKALE
577
32.64%
Nama Harga 24H Chg
VSYS/IDR
v.systems
9
-30.77%
NEON/IDR
Neon EVM
2.290
-21.03%
TROLLSOL/IDR
TROLL (SOL
2.335
-14.75%
SHAN/IDR
Shanum
6
-14.29%
W/IDR
Wormhole
1.365
-14.15%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Paper Wallet: Solusi Simpan Bitcoin yang Mulai Usang

Dulu, ketika Bitcoin baru mulai dikenal luas, banyak orang mencari

Quantum Bikin Ngeri! Bitcoin El Salvador Dipecah Total
30/08/2025
Quantum Bikin Ngeri! Bitcoin El Salvador Dipecah Total

Ancaman Quantum: El Salvador Ambil Langkah Serius Lindungi Bitcoin El

30/08/2025
8 Jenis Cold Storage Crypto Teraman & Paling Popular
30/08/2025
8 Jenis Cold Storage Crypto Teraman & Paling Popular

Aset Kripto Bisa Hilang dalam Sekejap, Kalau Salah Simpan Bayangkan

30/08/2025