Emas Anjlok 2% di Tengah Perang Iran, Investor Tinggalkan Safe Haven
icon search
icon search

Top Performers

Emas Anjlok 2% di Tengah Perang Iran, Investor Tinggalkan Safe Haven

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Emas Anjlok 2% di Tengah Perang Iran, Investor Tinggalkan Safe Haven

Emas Anjlok 2% di Tengah Perang Iran, Investor Tinggalkan Safe Haven

Daftar Isi

Harga emas kembali melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Emas tercatat turun lebih dari 2% dan kini diperdagangkan di kisaran $4.300 pada Senin (23/3), level yang terakhir terlihat pada akhir 2025. 

 

Harga Emas Hari Ini

Sumber Gambar: TradingEconomic

 

Penurunan ini memperpanjang tren koreksi selama tiga pekan terakhir, sekaligus menghapus kenaikan yang sempat terbentuk di awal 2026.

Situasi ini menjadi anomali. Di tengah konflik seperti perang Iran, emas yang dikenal sebagai aset safe haven justru gagal mempertahankan daya tariknya.

 

Lonjakan Minyak Ubah Arah Pergerakan Emas

Perang Iran tidak hanya memicu ketegangan global, tetapi juga mendorong lonjakan harga minyak. Dampaknya langsung terasa pada inflasi global yang kembali meningkat.

Kondisi ini mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Jika sebelumnya bank sentral diperkirakan akan menurunkan suku bunga tahun ini, kini skenario tersebut mulai memudar. 

Bahkan, beberapa pihak mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Perubahan ini menjadi tekanan utama bagi emas. 

Berbeda dengan obligasi, emas tidak memberikan imbal hasil. Saat suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan yield lebih menarik.

 

Baca juga berita terkait: Skenario Terburuk Bitcoin Jika Minyak Naik ke $200 karena Perang Iran-AS

 

Dolar Menguat, Permintaan Emas Tertekan

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga menjadi katalis negatif bagi emas.

Sejak konflik meningkat, dolar menunjukkan tren penguatan. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, kenaikan nilai mata uang ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor di luar Amerika Serikat.

Akibatnya, permintaan global terhadap emas melemah, memperbesar tekanan jual di pasar.

 

Aksi Ambil Untung Percepat Penurunan

Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah perubahan sentimen investor.

Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan signifikan hingga sekitar 64% dan sempat menembus $5.000 pada Januari 2026. Reli besar ini menarik minat investor spekulatif.

Namun ketika kondisi makro berubah, kelompok investor ini menjadi yang pertama keluar dari pasar. Aksi ambil untung dan likuidasi posisi mempercepat penurunan harga emas dalam waktu singkat.

 

Sinyal Teknikal: Oversold Tapi Belum Aman

Dari sisi teknikal, tekanan terhadap emas masih terlihat kuat.

Harga tercatat turun selama delapan sesi berturut-turut, dengan penurunan mingguan mencapai sekitar 12%. Sementara itu, indikator RSI telah turun di bawah level 30, yang umumnya mengindikasikan kondisi jenuh jual.

Meski sebagian trader melihat ini sebagai peluang beli, sebagian lainnya justru menilai tekanan masih berpotensi berlanjut.

Level $4.300 kini menjadi area support krusial. Jika level ini ditembus, penurunan lanjutan berpotensi terjadi.

 

Baca juga berita terbaru: Bitcoin dan Emas Tak Lagi Sejalan, Siapa yang Kini Lebih Unggul?

 

Prediksi Mulai Direvisi, Target $5.000 Dipertanyakan

Sebelumnya, banyak institusi di Wall Street mematok target harga emas di atas $5.000 untuk akhir tahun. 

Namun, dengan perubahan kondisi makro saat ini, proyeksi tersebut mulai dievaluasi ulang.

Kombinasi inflasi tinggi, suku bunga yang bertahan, serta dolar yang menguat membuat prospek emas dalam jangka pendek menjadi lebih menantang.

 

Kesimpulan

Penurunan emas di tengah perang Iran menunjukkan bahwa dinamika pasar tidak selalu mengikuti pola historis. 

Kali ini, faktor makro seperti inflasi, suku bunga, dan kekuatan dolar lebih dominan dibanding fungsi emas sebagai safe haven.

Selama tekanan dari kebijakan moneter dan penguatan dolar masih berlangsung, pergerakan emas berpotensi tetap terbatas meski ketegangan global belum mereda.

 

FAQ

  • Kenapa harga emas turun saat perang Iran terjadi?
    Harga emas turun karena lonjakan harga minyak meningkatkan inflasi, sehingga bank sentral menahan atau menaikkan suku bunga. Kondisi ini membuat aset berbunga lebih menarik dibanding emas.
  • Apakah emas masih dianggap sebagai safe haven?
    Emas masih termasuk safe haven, tetapi dalam kondisi tertentu seperti suku bunga tinggi dan dolar kuat, daya tariknya bisa melemah dibanding aset lain.
  • Apa hubungan suku bunga dengan harga emas?
    Saat suku bunga naik, instrumen seperti obligasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Hal ini membuat investor cenderung mengurangi kepemilikan emas yang tidak memberikan yield.
  • Mengapa dolar yang kuat bisa menekan harga emas?
    Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan dolar membuat harga emas lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan menurun dan harga tertekan.
  • Apakah kondisi oversold berarti harga emas akan segera naik?
    Tidak selalu. Meskipun indikator teknikal menunjukkan oversold, harga emas masih bisa turun jika tekanan fundamental seperti suku bunga dan dolar tetap kuat.
  • Level harga berapa yang penting untuk emas saat ini?
    Area sekitar $4.300 menjadi level support penting. Jika harga turun di bawah level ini, potensi penurunan lanjutan bisa semakin besar.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #info emas 2026, #Berita Timur Tengah Terkini

Lebih Banyak dari Berita

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.335
94.04%
SYN/IDR
Synapse
2.249
66.47%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.046
38.11%
BP/IDR
Backpack
5.375
37.82%
STRM/IDR
StreamCoin
8
33.33%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
RVM/IDR
Realvirm
4
-33.33%
MYX/IDR
MYX Financ
5.290
-27.53%
PORTAL/IDR
Portal
331
-25.95%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya
03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya

Lembaga riset Tiger Research menilai defi.app berpotensi menjadi salah satu

03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global
03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global

Circle Internet Group (CRCL) tengah melakukan transformasi besar.  Perusahaan yang

03/06/2026