Sebuah indikator on-chain Bitcoin kembali menunjukkan sinyal ekstrem yang terakhir terlihat saat pasar menyentuh dasar di 2018.
Saat itu, setelah sinyal muncul, harga BTC akhirnya melonjak sekitar 1.900% dalam tiga tahun.
Kini, pola yang sama kembali terlihat setelah Bitcoin turun dari puncaknya di Oktober 2025 sekitar $126.000.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan investor: apakah pasar sedang membentuk titik terendah baru?
Apa Sebenarnya Sinyal Ini?

Sumber: Checkoinchain
Indikator yang digunakan adalah Short-Term Holder (STH) MVRV Bollinger Bands. Meski terdengar teknis, konsepnya sederhana.
Indikator ini membandingkan harga Bitcoin saat ini dengan harga rata-rata beli investor jangka pendek, yaitu mereka yang memegang BTC kurang dari 155 hari.
Ketika harga turun jauh di bawah rata-rata beli mereka, artinya banyak investor baru sedang mengalami kerugian.
Saat indikator ini menembus batas bawah statistiknya, kondisi tersebut disebut oversold ekstrem. Dalam sejarah Bitcoin, situasi ini sering bertepatan dengan fase kapitulasi, yaitu ketika investor panik dan menjual dalam tekanan.
Bitcoin STH Bollingers most oversold in 8 years pic.twitter.com/tHyBv3V1Ge
— Quinten | 048.eth (@QuintenFrancois) February 17, 2026
Fase seperti ini pernah terjadi pada akhir 2018 dan akhir 2022. Keduanya kemudian diikuti reli besar, masing-masing sekitar 150% dalam setahun dan lebih dari 700% menuju rekor harga berikutnya.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Rontok ke US$66.000 Setelah The Fed Beri Sinyal Hawkish
Apakah Tekanan Jual Sudah Melemah?
Menariknya, meskipun harga turun tajam dari level tertinggi 2025, data menunjukkan investor besar belum menunjukkan tanda-tanda kapitulasi besar.
Kerugian yang terealisasi oleh short-term holder dalam ukuran besar masih relatif terbatas. Ini bisa menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai berkurang, karena biasanya dasar pasar terbentuk saat penjual sudah kehabisan tenaga.
Selain itu, ada faktor makro yang bisa memberi dorongan tambahan. Wells Fargo memperkirakan pengembalian pajak AS pada 2026 berpotensi menciptakan aliran dana hingga $150 miliar ke pasar saham dan Bitcoin hingga akhir Maret.
Jika sebagian dari dana tersebut masuk ke aset berisiko seperti kripto, tekanan jual yang tersisa bisa lebih mudah terserap pasar.
Apakah Ini Jaminan Bitcoin Akan Naik?
Tidak ada jaminan dalam pasar kripto. Namun secara historis, kondisi seperti sekarang lebih sering muncul mendekati titik terendah dibandingkan di puncak siklus.
Pasar tampaknya berada dalam fase konsolidasi dan tekanan psikologis tinggi. Jika pola sebelumnya terulang, ini bisa menjadi fase pembentukan dasar sebelum kenaikan berikutnya dimulai.
Namun volatilitas tetap tinggi. Jika sentimen memburuk atau likuiditas global mengetat, harga masih bisa mengalami tekanan tambahan sebelum benar-benar stabil.
Kesimpulan
Sinyal Short-Term Holder stress yang kembali muncul mengindikasikan pasar berada dalam fase tekanan ekstrem, mirip dengan momen-momen dasar sebelumnya.
Dalam sejarah Bitcoin, kondisi seperti ini sering menjadi titik awal pemulihan besar.
Meski belum tentu reli terjadi dalam waktu dekat, kombinasi kelelahan penjual dan potensi tambahan likuiditas membuat peluang pembentukan dasar semakin terbuka.
Investor tetap perlu waspada, tetapi data menunjukkan fase kapitulasi bisa jadi sedang berlangsung.
FAQ
1. Apa itu indikator Short-Term Holder?
Ini adalah metrik on-chain yang mengukur posisi keuntungan atau kerugian investor yang memegang Bitcoin kurang dari 155 hari.
2. Kenapa kapitulasi sering dianggap tanda dasar harga?
Karena saat investor panik menjual, tekanan jual biasanya mencapai puncaknya. Setelah itu, pasar cenderung lebih mudah stabil dan naik.
3. Apakah sinyal ini selalu akurat?
Tidak selalu. Ini hanya indikator probabilitas berdasarkan data historis, bukan kepastian harga akan langsung naik.
4. Apa peran likuiditas dalam potensi pemulihan Bitcoin?
Likuiditas global, seperti aliran dana dari kebijakan fiskal atau moneter, dapat meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko seperti BTC.
5. Apakah investor besar sudah menyerah?
Data terbaru menunjukkan whale belum menunjukkan kapitulasi besar, yang bisa menjadi tanda tekanan jual mulai mereda.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Cointelegraph – Bitcoin bottom signal that preceded 1,900% rally flashes again, diakses pada 19 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
