Bitcoin dan Ethereum memang menjadi sorotan, tetapi kali ini perhatian pasar tertuju pada Solana (SOL) karena penurunan yang signifikan.
Dalam seminggu terakhir, harga SOL turun sekitar 17%, namun data on-chain menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi tidak hanya berasal dari pergerakan harga.
Sebagian analis menilai koreksi yang terjadi karena beberapa indikator terjadi lebih dalam dibanding sekadar pullback biasa.
1. Dana Mulai Keluar dari Ekosistem Solana

Sumber: Charlie Quant Lab
Sinyal pertama terlihat dari Total Value Locked (TVL) atau total aset yang tersimpan di aplikasi DeFi Solana.
Data menunjukkan TVL DeFi Solana turun menjadi sekitar $4,87 miliar, atau melemah 9,55% dalam tujuh hari terakhir. Dalam periode 30 hari, penurunannya bahkan mencapai sekitar 15%.
Penurunan TVL sering dianggap sebagai tanda bahwa pengguna menarik likuiditas dari jaringan. Artinya, bukan hanya harga aset yang turun, tetapi sebagian modal memang keluar dari ekosistem Solana.
Bagi pasar, kondisi ini biasanya menjadi indikator bahwa minat investor terhadap aktivitas on-chain sedang melemah.
Baca juga: Token H Anjlok 80% Diduga Kena Hack, Ini Penjelasan Tim Humanity Protocol
2. Holder Jangka Panjang Ikut Mengurangi Kepemilikan

Sumber: Glassnode
Sinyal kedua datang dari perilaku investor jangka panjang. Data Glassnode menunjukkan metrik Hodler Net Position Change turun dari sekitar 3,27 juta SOL pada 31 Mei menjadi hanya 2,36 juta SOL pada 6 Juni.
Metrik ini digunakan untuk mengukur apakah holder yang menyimpan aset lebih dari 155 hari sedang menambah atau mengurangi kepemilikannya.
Ketika investor jangka panjang mulai menjual di tengah penurunan harga, pasar sering menganggapnya sebagai tanda berkurangnya keyakinan terhadap tren jangka pendek.
Kondisi ini berbeda dengan aksi ambil untung biasa karena melibatkan kelompok investor yang umumnya lebih jarang melakukan transaksi.
3. Aktivitas Trading dan Dominasi DEX Menurun

Sumber: Charlie Quant Lab
Sinyal ketiga terlihat dari aktivitas perdagangan. Dominasi volume DEX Solana kini berada di sekitar 22,6%, lebih rendah dibanding rata-rata 60 hari yang berada di kisaran 23,3%.
Angka tersebut juga turun cukup jauh dari puncak sementara di sekitar 30,4% yang tercatat pada 4 Juni.
Penurunan dominasi DEX menunjukkan sebagian aktivitas perdagangan mulai berpindah ke jaringan lain atau mengalami perlambatan.
Di saat yang sama, volume perdagangan SOL juga mulai mendingin setelah lonjakan aktivitas saat aksi jual besar terjadi beberapa hari lalu.
Kesimpulan
Koreksi Solana kali ini tidak hanya terlihat dari harga yang turun sekitar 17%, tetapi juga tercermin pada berbagai indikator fundamental jaringan.
TVL yang menyusut, holder jangka panjang yang mengurangi kepemilikan, serta menurunnya aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa tekanan terhadap Solana terjadi di beberapa sisi sekaligus.
Meski SOL sempat memantul dari area $60, pasar masih menunggu tanda bahwa modal dan aktivitas pengguna benar-benar kembali sebelum menganggap tren pemulihan telah dimulai.
FAQ
1. Apa itu TVL dalam ekosistem Solana?
TVL (Total Value Locked) adalah total nilai aset yang tersimpan dalam aplikasi DeFi di jaringan Solana.
2. Mengapa penurunan TVL penting bagi investor?
Karena TVL sering digunakan untuk mengukur tingkat aktivitas dan kepercayaan pengguna terhadap suatu blockchain.
3. Siapa yang dimaksud holder jangka panjang Solana?
Holder jangka panjang adalah investor yang menyimpan SOL dalam periode panjang, umumnya lebih dari 155 hari.
4. Apa arti dominasi DEX Solana menurun?
Artinya porsi volume perdagangan Solana terhadap total aktivitas DEX kripto sedang melemah dibanding sebelumnya.
5. Apakah harga SOL masih bisa pulih?
Masih mungkin. Namun banyak analis menilai pemulihan yang lebih kuat membutuhkan stabilisasi TVL, aktivitas jaringan, dan minat investor.
6. Apa perbedaan koreksi biasa dan tekanan struktural?
Koreksi biasa umumnya hanya dipicu penurunan harga, sedangkan tekanan struktural juga disertai keluarnya modal, turunnya aktivitas pengguna, dan perubahan perilaku investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Be(in)crypto – Solana Crash Post-Mortem: 3 On-Chain Metrics Reveal the Damage, diakses pada 9 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Solana





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
