Harga Bitcoin (BTC) belum mampu memasuki fase bull run meski optimisme perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sempat mengangkat sentimen pasar. Setelah sempat menyentuh US$66.800, BTC kembali melemah ke kisaran US$62.000.
Pelemahan ini menunjukkan bahwa sentimen geopolitik positif belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan berkelanjutan.
Sejumlah faktor seperti sikap hawkish The Fed, tekanan jual dari miner, dan rendahnya volume perdagangan masih membebani pergerakan Bitcoin.
Sentimen Damai AS-Iran Hanya Memberi Dorongan Sementara
Meredanya ketegangan antara AS dan Iran sempat meningkatkan selera risiko investor global. Kondisi ini biasanya menguntungkan aset berisiko seperti saham dan kripto.
Bitcoin pun sempat merespons positif sentimen tersebut dengan bangkit dari area US$59.100 menuju kisaran US$66.800. Namun kenaikan itu tidak bertahan lama.
Berbeda dengan pasar saham yang masih mendapat dukungan arus modal yang kuat, reli Bitcoin terlihat kehilangan tenaga hanya dalam beberapa hari.
Baca juga berita terbaru: Chaos! Ini 5 Penyebab Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP Drop Serempak
Keputusan The Fed Masih Membebani Pasar
Faktor lain yang menjadi perhatian investor adalah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (18/6).
Sesuai ekspektasi pasar, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Namun yang menjadi perhatian bukanlah keputusan tersebut, melainkan nada pernyataan ketua The Fed, Kevin Warsh, yang dinilai masih cukup hawkish.
Bank sentral AS menegaskan bahwa inflasi masih menjadi tantangan dan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih ketat apabila tekanan harga kembali meningkat.
Bagi pasar kripto, suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Dana yang sebelumnya mengalir ke pasar kripto berpotensi berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil tetap.
Akibatnya, sentimen positif dari perdamaian AS-Iran tidak mampu sepenuhnya mengimbangi tekanan yang datang dari kebijakan moneter.
Miner Bitcoin Masih Mengalami Tekanan
Data on-chain yang dibagikan analis kripto Darkfost menunjukkan bahwa tekanan dari sektor penambangan Bitcoin masih cukup besar.

Sumber Gambar: CryptoQuant via X.com/Darkfost
“Penurunan ini menunjukkan bahwa beberapa penambang memutuskan untuk mengurangi atau mendiversifikasi operasi mereka untuk menurunkan biaya, yang secara mekanis mengakibatkan penyesuaian kesulitan sekitar 20% selama periode yang sama,” tulis Darkfost.
Sepanjang Juni, arus Bitcoin dari wallet miner ke exchange meningkat setelah harga BTC sempat turun ke US$59.100. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian miner menjual cadangan Bitcoin mereka untuk menutupi biaya operasional.
Mengutip AMBCrypto, biaya produksi Bitcoin diperkirakan berada di sekitar US$76.000 per BTC. Sementara harga pasar saat ini masih berada jauh di bawah level tersebut.
Ketika biaya produksi lebih tinggi dibanding harga pasar, margin keuntungan miner akan tertekan. Dalam situasi seperti ini, penjualan cadangan Bitcoin sering menjadi pilihan untuk menjaga arus kas operasional.
Tekanan jual dari kelompok miner ini menjadi salah satu hambatan bagi Bitcoin untuk membangun momentum bullish baru.
Volume Pembelian Belum Menunjukkan Pemulihan
Kenaikan harga yang berkelanjutan biasanya membutuhkan dukungan volume perdagangan yang kuat. Namun data pasar menunjukkan kondisi yang berbeda.
Meski Bitcoin sempat rebound tajam, volume perdagangan spot justru tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Rendahnya volume ini mengindikasikan bahwa minat beli belum benar-benar pulih.
Dalam kondisi seperti ini, reli harga menjadi lebih rapuh. Ketika muncul tekanan jual atau sentimen negatif baru, harga cenderung lebih mudah terkoreksi karena tidak ada cukup pembeli yang menopang pasar.
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin kesulitan mempertahankan kenaikan yang terjadi setelah muncul optimisme terkait AS-Iran.
Baca juga: Bos BlackRock Ungkap Masa Depan Cerah Bitcoin, Bisa Tembus Level Lebih Tinggi
Struktur Teknikal Masih Belum Mendukung Bull Run
Selain faktor fundamental, struktur harga Bitcoin juga masih menunjukkan tanda-tanda kelemahan.
Setelah gagal mempertahankan area US$66.000, Bitcoin kembali turun di bawah level US$64.000 yang sebelumnya dianggap sebagai support penting oleh banyak trader.
Selama BTC belum mampu membentuk tren higher high dan higher low yang konsisten, harga masih dianggap sebagai fase pemulihan dalam tren yang lebih besar, bukan awal bull run baru.
Kesimpulan
Meski sentimen pasar sempat membaik setelah muncul optimisme perdamaian AS-Iran, Bitcoin belum mampu memasuki fase bull run baru. Reli yang terjadi hanya berlangsung sementara sebelum harga kembali melemah ke kisaran US$62.000.
Tekanan dari kebijakan The Fed yang masih hawkish, meningkatnya aksi jual miner, serta volume perdagangan yang belum pulih menjadi faktor utama yang menahan kenaikan BTC.
Selama faktor-faktor tersebut belum berubah, Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dan belum memiliki momentum yang cukup kuat untuk memulai tren bullish yang berkelanjutan.
FAQ
- Apa yang dimaksud bull run Bitcoin?
Bull run adalah periode ketika harga Bitcoin mengalami kenaikan yang kuat dan berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu, biasanya didukung oleh peningkatan minat investor dan volume perdagangan. - Mengapa perdamaian AS-Iran bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Meredanya konflik geopolitik dapat meningkatkan selera risiko investor. Saat risiko global menurun, investor cenderung lebih berani membeli aset berisiko seperti saham dan kripto. - Apa hubungan suku bunga The Fed dengan Bitcoin?
Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berpendapatan tetap menjadi lebih menarik. Kondisi ini dapat mengurangi aliran dana ke aset berisiko seperti Bitcoin dan kripto lainnya. - Mengapa aktivitas miner penting bagi harga Bitcoin?
Miner memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Ketika mereka menjual BTC ke pasar, pasokan Bitcoin bertambah sehingga dapat memberikan tekanan terhadap harga. - Apa arti volume spot yang rendah bagi Bitcoin?
Volume spot yang rendah menunjukkan aktivitas beli dan jual yang belum kuat. Kenaikan harga tanpa dukungan volume biasanya dianggap kurang sehat dan lebih rentan terhadap koreksi. - Apakah Bitcoin masih berpotensi bull run pada 2026?
Potensi tersebut tetap ada. Namun pasar membutuhkan kombinasi sentimen positif, peningkatan likuiditas, dukungan volume perdagangan, dan kondisi makroekonomi yang lebih kondusif agar tren bullish dapat terbentuk secara berkelanjutan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


