Pasar kripto kembali bergerak agresif dalam 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP kompak terkoreksi di tengah meningkatnya tekanan makro global, aksi jual lanjutan, hingga keluarnya dana dari produk ETF.
Tekanan ini membuat kapitalisasi pasar kripto sempat melemah sekitar 4% dan sentimen investor masuk ke zona extreme fear.
Bitcoin jatuh kembali ke area bawah $62.000 hari ini (19/6) dan memicu gelombang likuidasi posisi long di berbagai bursa derivatif.
Di balik pergerakan tajam ini, terdapat beberapa faktor utama yang saling terhubung dan mempercepat penurunan harga.
1. The Fed kembali bersikap hawkish, harapan rate cut memudar
Pemicu utama tekanan pasar datang dari kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga pada Kamis (18/6), namun memberikan sinyal yang lebih ketat dari perkiraan pasar.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang sebelumnya menjadi katalis bullish justru berbalik arah. Beberapa proyeksi bahkan menunjukkan peluang kenaikan suku bunga dalam jangka menengah.
Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko seperti kripto yang sangat sensitif terhadap likuiditas global.
Baca selengkapnya: Bitcoin dan Emas Terkapar Usai Debut Kevin Warsh di FOMC, Ini Isi Pernyataannya
2. ETF Bitcoin dan Ethereum catat arus keluar dana
Di sisi institusi, tekanan juga datang dari produk ETF Bitcoin yang mencatat arus keluar sekitar $82 juta dalam satu sesi perdagangan.

Sumber Gambar: SoSoValue
Sementara itu, ETF Ethereum juga mengalami outflow sekitar $29 juta pada periode yang sama.

Sumber Gambar: SoSoValue
Arus keluar ini menjadi sinyal bahwa investor institusional mulai mengurangi eksposur risiko setelah reli sebelumnya kehilangan momentum.
Ketika ETF yang sebelumnya menjadi pendorong utama permintaan mulai melemah, tekanan jual di pasar spot ikut meningkat.
3. Gelombang likuidasi posisi long mempercepat penurunan
Tekanan harga tidak hanya datang dari sisi spot market, tetapi juga dari pasar derivatif.
Melansir CoinPedia lebih dari $200 juta posisi long terlikuidasi dalam waktu singkat saat harga Bitcoin turun cepat. Mayoritas posisi yang terhapus berasal dari trader yang bertaruh pada kenaikan harga.
Likuidasi ini menciptakan efek domino. Ketika posisi ditutup paksa, pasar otomatis menambah tekanan jual yang mempercepat penurunan harga lebih dalam.
4. Penguatan dolar AS menekan aset berisiko

Sumber Gambar: TradingView
Indeks Dolar AS (DXY) naik ke 100,87, level tertinggi dalam sekitar satu tahun atau sejak Mei 2025, setelah pasar merespons sikap hawkish The Fed.
Penguatan ini membuat investor global lebih memilih aset berbasis dolar dibandingkan aset volatil seperti kripto.
Secara historis, kenaikan dolar cenderung berkorelasi negatif dengan pergerakan Bitcoin dan aset kripto lainnya.
5. Sentimen pasar masuk zona extreme fear
Indikator Fear and Greed Index turun ke level 13 yang menandakan pasar berada dalam kondisi extreme fear.

Sumber Gambar: Coinglass
Dalam kondisi seperti ini, volatilitas cenderung meningkat karena investor ritel lebih cepat bereaksi terhadap tekanan harga.
Sentimen negatif memperburuk tekanan yang sudah terjadi dari sisi makro dan institusi, sehingga pergerakan turun menjadi lebih dalam.
Baca selanjutnya: Rincian 14 Poin Kesepakatan Damai AS-Iran, Ini Dampaknya ke Bitcoin dkk
Market Tahan di Support Kunci, Ini yang Jadi Penentu Selanjutnya
Meski tekanan cukup kuat, total kapitalisasi pasar kripto masih bertahan di sekitar area $2,1 triliun hingga $2,2 triliun. Level ini menjadi batas psikologis penting yang saat ini sedang diuji pasar.
Bitcoin juga masih bergerak di area support jangka pendek di sekitar $62.000 hingga $64.000. Selama level ini bertahan, potensi konsolidasi masih terbuka. Namun jika tekanan berlanjut, pasar berisiko memasuki fase koreksi yang lebih dalam.
Dari sisi makro, rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) serta komentar lanjutan dari The Fed akan menjadi katalis utama berikutnya.
Kesimpulan
Koreksi tajam yang terjadi pada Bitcoin, Ethereum, dan XRP bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal.
Kombinasi kebijakan The Fed yang lebih ketat, keluarnya dana dari ETF, likuidasi besar di pasar derivatif, penguatan dolar, hingga sentimen fear tinggi menciptakan tekanan berlapis.
Pasar saat ini bergerak dalam fase sensitif, di mana perubahan kecil pada makroekonomi atau arus dana institusi dapat memicu pergerakan harga yang lebih ekstrem.
FAQ
- Kenapa Bitcoin, Ethereum, dan XRP turun bersamaan?
Penurunan terjadi karena kombinasi faktor makro seperti kebijakan The Fed, arus keluar ETF, dan likuidasi besar di pasar derivatif yang menekan seluruh market kripto secara bersamaan. - Apakah crypto crash ini disebabkan oleh The Fed?
The Fed menjadi salah satu pemicu utama karena sinyal hawkish menurunkan ekspektasi rate cut dan memperkuat dolar AS, yang berdampak negatif ke aset berisiko seperti crypto. - Apa itu ETF outflow dan kenapa pengaruh ke harga crypto?
ETF outflow adalah kondisi ketika dana keluar dari produk ETF. Hal ini menunjukkan investor institusi mengurangi eksposur, sehingga mengurangi tekanan beli di pasar. - Apa dampak likuidasi posisi long di market crypto?
Likuidasi posisi long terjadi saat trader yang bertaruh harga naik dipaksa menutup posisi karena harga turun, sehingga mempercepat penurunan harga lebih dalam. - Apakah crypto masih bisa rebound setelah ini?
Potensi rebound masih ada jika level support utama Bitcoin bertahan dan arus dana institusi kembali masuk, namun arah pasar sangat dipengaruhi kondisi makro global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita XRP, ETF Bitcoin, #Crypto ETF, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


