Perbedaan Bitcoin Vs Ethereum, Pilih yang Mana?
icon search
icon search

Top Performers

Mau Investasi Kripto? Ini Perbedaan Bitcoin Vs Ethereum, Pilih yang Mana?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mau Investasi Kripto? Ini Perbedaan Bitcoin Vs Ethereum, Pilih yang Mana?

Bitcoin vs Ethereum 1

Daftar Isi

Investasi kripto menjadi salah satu jenis investasi yang digemari belakangan ini. Aktivitas investasi kripto sendiri mengacu pada kegiatan membeli dan memegang aset kripto dengan harapan nilai aset tersebut akan meningkat di masa mendatang. 

 

Pasar aset kripto telah bangkit kembali dengan sangat kuat dalam setahun terakhir. Meskipun persaingan dari ratusan altcoin populer semakin meningkat, Bitcoin (BTC to IDR) dan koin asli jaringan Ethereum (ETH), tetap menjadi pemimpin pasar kripto yang jelas pada tahun 2024.

 

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bitcoin dan Ether mencakup sekitar 70% dari pasar aset kripto global. Kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar $1.300.000.000.000 jauh melampaui kapitalisasi pasar Ether yang sebesar $460.000.000.000, tetapi kapitalisasi pasar Ether masih lebih dari empat kali lipat lebih besar daripada kripto lainnya. 

 

Meskipun mungkin akan muncul pesaing yang menantang kedua pemimpin pasar kripto ini di tahun-tahun mendatang, untuk saat ini, dua pilihan paling jelas bagi investor kripto adalah Bitcoin dan Ethereum.

 

Nah, untuk lebih memahami tentang apa itu Bitcoin dan Ethereum, perbedaan di antara keduanya, kinerja dan volatilitas, serta mana yang lebih baik untuk investasi, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

 

Bitcoin vs Ethereum 2

 

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin diluncurkan pada Januari 2009. aset kripto ini memperkenalkan ide baru yang diuraikan dalam sebuah white paper oleh Satoshi Nakamoto yang misterius. 

 

Bitcoin diperkenalkan sebagai mata uang online tanpa otoritas pusat, berbeda dengan mata uang yang diterbitkan oleh pemerintah. Tidak ada koin fisik, hanya transaksi yang dicatat dalam buku besar publik yang diamankan secara kriptografi.

 

Meskipun Bitcoin bukanlah upaya pertama dalam menciptakan mata uang online jenis ini, Bitcoin adalah yang paling sukses. Akibatnya, Bitcoin dikenal sebagai pendahulu hampir semua aset kripto yang muncul sejak itu.

 

1. Fungsi dan Tujuan 

 

Selama bertahun-tahun, konsep mata uang virtual yang terdesentralisasi telah mendapatkan penerimaan di kalangan regulator dan badan pemerintah. Bitcoin merupakan alternatif dari mata uang fiat seperti dolar AS, yang didukung oleh pemerintah dan bank sentral.

 

Meskipun hanya diakui secara formal sebagai alat pembayaran atau penyimpan nilai di beberapa negara, Bitcoin berhasil menciptakan ceruk tersendiri dan terus berdampingan dengan sistem keuangan meskipun sering diperiksa dan diperdebatkan.

 

2. Teknologi Blockchain yang Digunakan

 

Bitcoin diamankan oleh kriptografi, dengan transaksi yang diverifikasi melalui proses yang dikenal sebagai penambangan, di mana pengguna bersaing untuk memverifikasi transaksi dengan memecahkan teka-teki matematika kompleks menggunakan komputer yang kuat. 

 

Metode verifikasi ini dikenal sebagai proof of work (PoW). Transaksi Bitcoin dicatat secara permanen pada buku besar publik yang tidak dapat diubah atau dimanipulasi dengan cara apa pun.

 

Jika seorang penambang Bitcoin berhasil menambahkan blok transaksi yang diverifikasi ke blockchain maka mereka akan menerima hadiah berupa Bitcoin baru. 

 

Saat ini, hadiahnya adalah 6,25 BTC per blok, tetapi hadiahnya berkurang setengah setiap kali 210.000 blok ditambahkan ke blockchain; pengurangan hadiah ini disebut sebagai Bitcoin halving, dan proses ini biasanya terjadi sekitar setiap empat (4) tahun.

 

Apa Itu Ethereum?

Ethereum lebih dari sekadar aset digital. Ethereum adalah platform terdesentralisasi yang memungkinkan pengembangan dan pelaksanaan kontrak pintar (smart contracts) dan aplikasi terdesentralisasi (dapps), dengan aset digital asli, Ether, digunakan untuk mendukung operasi ini.

 

1. Sejarah dan Asal Usul

 

Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin, seorang programmer dan penulis yang berpengaruh dalam komunitas aset kripto. Vitalik pertama kali mengemukakan ide tentang Ethereum dalam sebuah white paper yang diterbitkan pada akhir 2013. 

 

Buterin menyadari bahwa Bitcoin memiliki keterbatasan dalam hal fungsionalitas kontrak pintar dan menginginkan sebuah platform yang lebih fleksibel untuk mendukung berbagai aplikasi desentralisasi.

 

Ethereum secara resmi diluncurkan pada 30 Juli 2015. Peluncuran ini dimotivasi oleh keinginan untuk menyediakan platform yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan menjalankan kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi tanpa risiko downtime, penipuan, atau campur tangan pihak ketiga.

 

2. Fungsi dan Tujuan

 

Ethereum memungkinkan pengembang untuk membangun dan menerapkan kontrak pintar (smart contracts) dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) tanpa downtime, penipuan, kontrol, atau campur tangan dari pihak ketiga. 

 

Untuk mencapai hal itu, Ethereum dilengkapi dengan bahasa pemrogramannya sendiri yang berjalan di atas blockchain. Aplikasi potensial dari mesin virtual Ethereum sangat beragam, menggunakan token kriptografi asli, ether (ETH). 

 

3. Teknologi Blockchain yang Digunakkan

 

Jaringan Ethereum terdesentralisasi dan beroperasi pada ribuan komputer di seluruh dunia. Pada tahun 2022, jaringan Ethereum beralih dari sistem verifikasi PoW yang memakan banyak energi ke model proof of stake, atau PoS. 

 

Alih-alih penambang bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika, sistem PoS Ethereum memilih validator melalui algoritma. Untuk memenuhi syarat sebagai validator potensial, pedagang harus “menyimpan” beberapa aset kripto mereka sebagai jaminan. 

 

Semakin banyak crypto yang mereka punya, semakin tinggi kemungkinan mereka dipilih untuk memvalidasi sebuah blok dan meraih hadiah. Ether pun tidak memiliki batas pasokan tetap, tetapi pasokan dikelola melalui proses yang dikenal sebagai burn

 

Setiap kali transaksi diselesaikan di jaringan Ethereum, pengguna harus membayar biaya transaksi, atau biaya “gas”. Protokol Ethereum menentukan bahwa sebagian dari setiap biaya gas akan dibakar, atau pada dasarnya dihancurkan. 

 

Perbedaan Utama Antara Bitcoin dan Ethereum

Baik Bitcoin maupun Ether adalah aset kripto populer yang beroperasi di jaringan blockchain terdesentralisasi. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum yang penting untuk diketahui, antara lain:

 

1. Teknologi dan Tujuan

 

Tujuan utama Bitcoin adalah menjadi mata uang digital dan alternatif bagi mata uang fiat seperti dolar AS yang dapat dengan mudah dipertukarkan untuk barang dan jasa.

 

Di lain sisi, tujuan utama Ethereum adalah menjadi platform untuk menjalankan kontrak pintar (smart contracts) dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), dan ETH adalah aset kripto asli yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi.

 

2. Mekanisme Konsensus

 

Jaringan Bitcoin beroperasi dengan sistem verifikasi PoW (Proof of Work), sedangkan Ethereum menggunakan sistem verifikasi konsensus PoS (Proof of Stake) yang lebih hemat energi.

 

3. Suplai

 

Bitcoin memiliki pasokan terbatas yang dibatasi pada 21.000.000, sementara Ether memiliki pasokan yang secara teoritis tidak terbatas. Namun, Ether sebenarnya telah bersifat deflasi dalam beberapa bulan terakhir berkat proses burn-nya.

 

4. Transaksi dan Kecepatan

 

Adapun sebuah transaksi ETH dikonfirmasi dalam hitungan detik, sementara transaksi BTC membutuhkan sekitar 10 menit untuk dikonfirmasi.

 

Kinerja dan Volatilitas

Baik Bitcoin maupun Ether telah menjadi investasi jangka panjang yang luar biasa, tetapi keduanya rentan terhadap volatilitas harga ekstrem. Membeli salah satu dari kedua kripto tersebut membutuhkan toleransi risiko yang tinggi.

 

1. Kinerja Jangka Pendek

 

Jika melihat kinerja masa lalu maka sulit untuk memilih pemenang antara Bitcoin dan Ethereum karena tingkat pengembalian relatif mereka fluktuatif, bergantung pada periode waktu tertentu. Dalam setahun terakhir, harga Bitcoin naik 195% dibandingkan dengan kenaikan sebesar 140% untuk Ether.

 

2. Kinerja Jangka Panjang

 

Dalam jangka waktu tiga tahun, harga Ethereum naik sekitar 147%, sedangkan harga Bitcoin naik sekitar 36%. Jika kita melihat kembali lima tahun terakhir maka harga Bitcoin telah naik sekitar 1.626%, sementara harga Ether naik sekitar 2.624%.

 

3. Volatilitas Pasar

 

Bitcoin telah menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi sejak diluncurkan. Harga Bitcoin sering mengalami fluktuasi yang signifikan dalam waktu singkat, membuatnya menjadi investasi yang sangat berisiko. 

 

Ini memerlukan tingkat toleransi risiko yang tinggi dari investor karena harga Bitcoin bisa naik atau turun dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

 

Ethereum juga memiliki volatilitas pasar yang signifikan, meskipun mungkin sedikit lebih rendah daripada Bitcoin. Namun, Ethereum telah menunjukkan fluktuasi harga yang besar dalam beberapa periode, yang juga memperlihatkan tingkat risiko yang tinggi bagi investor. 

 

Oleh karena itu, investor perlu memiliki toleransi risiko yang cukup tinggi saat mempertimbangkan investasi dalam Ethereum.

 

Bitcoin vs Ethereum 3

 

Masa Depan Bitcoin dan Ethereum

Berikut ini adalah masa depan Bitcoin dan Ethereum yang penting untuk diketahui, di antaranya:

 

1. Pengembangan Bitcoin

 

Bitcoin juga telah mengalami perubahan, dengan memperkenalkan upgrade Taproot untuk memungkinkan kontrak pintar. Jaringan Lightning Bitcoin adalah proyek lain yang sedang dikerjakan sebagai protokol lapisan kedua yang mengambil transaksi di luar rantai untuk mempercepat jaringan.

 

2. Pengembangan Ethereum

 

Ekosistem Ethereum sedang berkembang pesat berkat popularitas yang meningkat pesat dari aplikasi-aplikasi dApps-nya di berbagai bidang seperti keuangan (aplikasi keuangan terdesentralisasi, atau DeFi apps), seni dan koleksi (NonFungible Token/NFT), gaming, dan teknologi. 

 

Di samping itu, Ethereum juga akan memperkenalkan danksharding suatu saat nanti untuk meningkatkan skalabilitasnya.

 

Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

 

Bitcoin dianggap sebagai “emas digital” dan ideal sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Kapitalisasi pasar yang besar dan pengakuan luas menjadikannya aset yang stabil dalam jangka panjang. Namun, volatilitas harga masih tinggi dan regulasi yang terus berkembang dapat mempengaruhi nilainya.

 

Sementara itu, Ethereum unggul dalam pengembangan aplikasi blockchain dan kontrak pintar. Ekosistemnya yang terus berkembang dan dinamis menyediakan banyak peluang untuk inovasi dan pertumbuhan.

 

Akan tetapi, seperti halnya Bitcoin, Ethereum juga mengalami volatilitas harga. Di samping itu, peningkatan teknologi dan potensi masalah skalabilitas dapat mempengaruhi adopsinya.

 

Maka dari itu, ada baiknya pilihan investasi didasarkan pada tujuan dan profil risiko investor. Jika tujuan kamu adalah menyimpan nilai dalam jangka panjang dan kamu memiliki toleransi risiko yang moderat maka Bitcoin bisa menjadi pilihan yang lebih baik. 

 

Di lain sisi, apabila kamu tertarik pada inovasi teknologi dan pengembangan aplikasi blockchain dengan toleransi risiko yang lebih tinggi maka Ethereum mungkin lebih cocok.

 

Sebagai disclaimer, pada dasarnya, investasi aset kripto sangat spekulatif dan berisiko tinggi. Maka dari itu, penting untuk selalu lakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi pada aset kripto.

 

Yuk Investasi Bitcoin dan Ethereum Mudah, Aman, dan Untung di INDODAX

 

Nah, sekarang kamu sudah memahami apa itu Bitcoin dan Ethereum, perbedaan di antara keduanya, kinerja dan volatilitas, serta mana yang lebih baik untuk investasi.

 

Jangan lupa untuk selalu update wawasan kamu mengenai dunia kripto dan teknologi blockchain dengan membaca berbagai informasi terupdate dari Akademi crypto, dengan mengenali aset kripto yang akan diinvestasikan nantinya tentu saja semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, semakin bijak pula keputusan investasi yang dapat diambil.

 

Selanjutnya, apabila kamu berminat untuk melakukan investasi kripto secara mudah, aman, dan untung, mulai dari beli bitcoin, beli ethereum, hingga beli aset kripto lainnya, maka kamu bisa membelinya di INDODAX Market.

 

Selain itu, untuk mempermudah kamu untuk trading crypto dengan mudah dan aman, kamu dapat men-download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX melalui Google Play Store maupun melalui App Store sekarang juga!

 

Sebagai tambahan informasi, INDODAX adalah platform perdagangan aset crypto terpercaya, terbaik, dan ternama hingga saat ini di Indonesia.

 

Merupakan pionir jual beli aset crypto di tanah air, INDODAX juga selalu berkomitmen untuk menyediakan akses yang luas untuk masuk ke pasar aset crypto bagi para investor.

 

Lebih jauh, sebagai disclaimer, penting juga untuk diingat kembali investasi aset kripto juga mempunyai risiko tersendiri seperti halnya jenis-jenis investasi lainnya.

 

Di antara risikonya adalah fluktuasi nilai aset kripto dan tingkat volatilitas pada aset kripto yang tinggi. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu melakukan riset secara mendalam terlebih dahulu sebelum berinvestasi pada aset kripto.

 

Nah, tunggu apa lagi? Ayo, segera mulai investasi pada aset crypto kamu sekarang juga hanya bersama INDODAX!

 

FAQ

 

  1. Apa perbedaan utama antara Bitcoin dan Ethereum?

 

Jawaban: Bitcoin dirancang sebagai mata uang digital dan penyimpan nilai, menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Ethereum, selain berfungsi sebagai mata uang digital, juga merupakan platform untuk kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi, menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS) yang lebih hemat energi.

 

  1. Mengapa suplai Bitcoin terbatas sementara Ether tidak?

 

Jawaban: Suplai Bitcoin dibatasi pada 21.000.000 BTC untuk mencegah inflasi dan memastikan kelangkaan, menjadikannya penyimpan nilai yang efektif. Sementara itu, Ethereum mengelola suplai melalui mekanisme pembakaran biaya transaksi, yang membantu mengontrol inflasi tanpa batas suplai tetap.

 

  1. Apakah Bitcoin atau Ethereum lebih cepat dalam memproses transaksi?

 

Jawaban: Ethereum umumnya lebih cepat dalam memproses transaksi, dengan konfirmasi dalam hitungan detik dibandingkan dengan Bitcoin yang memerlukan beberapa menit untuk setiap konfirmasi transaksi.

 

  1. Apa yang membuat Ethereum unik dibandingkan dengan Bitcoin?

 

Jawaban: Ethereum mendukung kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), yang memungkinkan berbagai aplikasi di berbagai bidang seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan nonfungible token (NFT). Ini menjadikannya lebih dari sekadar mata uang digital.

 

  1. Apakah lebih baik berinvestasi di Bitcoin atau Ethereum?

 

Jawaban: Pilihan antara Bitcoin dan Ethereum tergantung pada tujuan investasi kamu. Bitcoin ideal untuk penyimpan nilai dan alat tukar, sementara Ethereum cocok untuk investasi dalam aplikasi blockchain dan kontrak pintar. Kedua kripto memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan, tetapi juga datang dengan risiko volatilitas yang tinggi.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Lens Protocol: Revolusi Media Sosial Terdesentralisasi
12/07/2024
Lens Protocol: Revolusi Media Sosial Terdesentralisasi

Dalam konteks privasi, keamanan, kepemilikan, dan monetisasi data di media

12/07/2024
Venom Network: Revolusi Baru di Dunia Blockchain
11/07/2024
Venom Network: Revolusi Baru di Dunia Blockchain

Venom Network belakangan ini telah menjadi sorotan sebagai platform blockchain

11/07/2024
Mengenal Leap Wallet: Dompet Digital & 10 Fitur Canggihnya
10/07/2024
Mengenal Leap Wallet: Dompet Digital & 10 Fitur Canggihnya

Selama setahun terakhir, Leap telah membangun salah satu dompet paling

10/07/2024