Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan pada awal Juni 2026.
Setelah sempat bertahan di atas $70.000, BTC kini turun ke kisaran $66.000, memperpanjang koreksi yang telah berlangsung sejak mencapai rekor tertinggi sekitar $126.200 pada Oktober 2025.
Penurunan ini tidak dipicu oleh satu faktor saja. Kombinasi tekanan makroekonomi, arus keluar dana ETF Bitcoin, hingga likuidasi besar-besaran membuat pasar kripto kembali memasuki fase yang penuh ketidakpastian.
1. Arus Keluar ETF Bitcoin Masih Berlanjut

Sumber: SoSoValue
Salah satu tekanan terbesar berasal dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada minggu terakhir Mei 2026, ETF Bitcoin mencatat hampir $700 juta net outflow, yang menunjukkan melemahnya minat investor institusional.
Ketika dana keluar dari ETF secara berkelanjutan, pasar sering menganggapnya sebagai sinyal bahwa investor besar mulai mengurangi eksposur terhadap Bitcoin.
2. Ketidakpastian Suku Bunga The Fed
Pasar masih menunggu kepastian mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Kekhawatiran bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama membuat investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman.
Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko termasuk Bitcoin biasanya menghadapi tekanan jual yang lebih besar.
Baca juga: 5 Sinyal yang Menentukan Bitcoin (BTC) Naik atau Turun Minggu Ini
3. Gelombang Likuidasi Leverage
Ketika Bitcoin menembus area support di sekitar $73.000, banyak posisi leverage langsung terlikuidasi.
Data menunjukkan hampir $1 miliar posisi kripto terlikuidasi, termasuk sekitar $386 juta posisi Bitcoin. Efek domino ini mempercepat penurunan harga dalam waktu singkat.
4. Sentimen Negatif dari Pelaku Institusional
Pasar juga menyoroti penjualan 32 BTC oleh Strategy, yang merupakan penjualan Bitcoin pertama perusahaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Meski nilainya hanya sekitar $2,5 juta, langkah ini memicu kekhawatiran investor karena dianggap bertentangan dengan narasi jangka panjang untuk terus mengakumulasi Bitcoin.
5. Ketegangan Geopolitik Global
Ketegangan geopolitik, termasuk perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, membuat investor mengurangi kepemilikan aset berisiko.
Dalam situasi penuh ketidakpastian, dana biasanya mengalir ke instrumen yang dianggap lebih defensif sehingga menekan pasar kripto.
6. Bitcoin Kehilangan Area Support Penting
Secara teknikal, kegagalan mempertahankan level $70.000 menjadi sinyal negatif bagi banyak trader.
Saat support utama ditembus, tekanan jual cenderung meningkat karena banyak pelaku pasar memilih mengamankan modal atau membatasi kerugian.
7. Ketidakpastian Regulasi
Pasar juga masih mencermati berbagai perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat dan Eropa.
Meskipun sebagian aturan bertujuan memberikan kepastian hukum, periode transisi sering kali memicu sikap wait and see dari investor.
Apakah Bull Market Bitcoin Sudah Berakhir?
Meski Bitcoin telah turun lebih dari 45% dari rekor tertingginya, tidak semua analis menganggap bull market telah berakhir.
Bitcoin masih diperdagangkan jauh di atas level sebelum halving 2024. Selain itu, adopsi institusional dan pasokan Bitcoin yang semakin terbatas masih menjadi faktor yang mendukung prospek jangka panjang.
Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh data ekonomi AS, arus dana ETF, dan perkembangan geopolitik global.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin ke area $66.000 menunjukkan bahwa pasar kripto masih menghadapi tekanan dari berbagai arah.
Outflow ETF, ketidakpastian suku bunga, likuidasi leverage, sentimen institusional, hingga faktor geopolitik menjadi alasan utama di balik pelemahan BTC saat ini.
Meski volatilitas masih tinggi, investor akan terus memantau apakah area $60.000 mampu menjadi benteng pertahanan berikutnya bagi Bitcoin.
FAQ
1. Mengapa harga Bitcoin turun pada awal Juni 2026?
Penurunan dipicu kombinasi outflow ETF, ketidakpastian kebijakan The Fed, likuidasi leverage, dan sentimen pasar global yang melemah.
2. Apa itu ETF Bitcoin dan mengapa berpengaruh pada harga BTC?
ETF Bitcoin memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin melalui pasar saham. Arus keluar dana yang besar sering dianggap sebagai sinyal melemahnya permintaan institusional.
3. Apa yang dimaksud likuidasi dalam pasar kripto?
Likuidasi terjadi ketika posisi leverage ditutup otomatis karena harga bergerak berlawanan dengan prediksi trader.
4. Apakah Bitcoin masih berada dalam bull market?
Sebagian analis menilai koreksi saat ini masih merupakan bagian dari siklus pasar yang lebih besar, meski risiko penurunan lanjutan tetap ada.
5. Mengapa suku bunga The Fed memengaruhi Bitcoin?
Suku bunga yang tinggi membuat aset berisiko seperti Bitcoin menjadi kurang menarik dibanding instrumen berpendapatan tetap.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Mohon untuk berhati-hati jika ada pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Customer Support Indodax.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Stealth EX – Bitcoin Price Drop Today News: Why BTC Is Crashing?, diakses pada 3 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
