Theta: Jaringan Streaming Blockchain & Cara Membelinya
icon search
icon search

Top Performers

Theta Network: Jaringan Streaming Video Berbasis Blockchain

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Theta Network: Jaringan Streaming Video Berbasis Blockchain

Theta Network: Jaringan Streaming Video Berbasis Blockchain

Daftar Isi

Protokol blockchain berbasis proof of stake yang menarik perhatian belakangan ini adalah Theta Network. Adapun Theta Network merupakan sebuah jaringan blockchain yang mengutamakan sektor media dan hiburan. Jaringan ini dirancang untuk mempermudah pengiriman konten secara lancar, tanpa biaya, dengan kecepatan tinggi, dan kapasitas transfer data yang besar.

 

Theta mengadopsi model jaringan peer-to-peer guna mengurangi biaya bandwidth dan latensi streaming. Hal ini dicapai melalui konsep berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi pengguna.

 

Nah, untuk lebih memahami tentang apa itu Theta Network, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga fiturnya, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

 

Apa Itu Theta Network?

Mengutip laman docs.thetatoken.org, Theta Network adalah blockchain yang berfokus pada media, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan hiburan generasi berikutnya. 

 

Infrastruktur Theta Web3 memungkinkan platform video dan media yang sudah ada untuk meningkatkan pendapatan secara tambahan dan mengurangi biaya pengiriman konten CDN, sambil memberikan imbalan kepada pengguna akhir yang berbagi penyimpanan dan/atau bandwidth mereka pada PC, ponsel, Smart TV, atau perangkat IoT mana pun. 

 

Theta mendukung kontrak pintar Turing lengkap dan sepenuhnya kompatibel dengan Ethereum. Hal ini memungkinkan berbagai aplikasi menarik Web3 dibangun di Theta Network. 

 

Contoh-contoh meliputi non-fungible token (NFT), pertukaran terdesentralisasi (DEX/DeFi), dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), yang dapat menjadi komponen penting dalam platform media dan hiburan generasi berikutnya.

 

Pemimpin global, termasuk Google, Samsung, Sony, Creative Artists Agency (CAA), Binance, Blockchain Ventures, DHVC, dan gumi, memimpin validator perusahaan dan dewan tata kelola Theta. 

 

Theta memanfaatkan basis pengguna jutaan pemirsa di Jaringan Theta untuk mengembangkan jaringan video peer-to-peer-nya bersama kemitraan konten premium dengan Lionsgate, MGM Studios, NASA, dan lainnya. 

 

Platform video populer yang terintegrasi dengan infrastruktur Theta mencakup CONtv Anime, Cinedigm, Samsung VR, GameTalkTalk, MovieBloc, Ultra, GFUEL, dan layanan media, hiburan, dan streaming langsung OTT lainnya. 

 

Investor korporat strategis termasuk Samsung NEXT, Sony Innovation Fund, Bertelsmann Digital Media Investments (BDMI), Creative Artists Agency (CAA), dan perusahaan modal ventura di Silicon Valley, seperti DCM dan Sierra Ventures.

 

Theta Network merupakan suatu “jaringan ganda” yang terbentuk dari dua subsistem yang berinteraksi, yaitu Theta Blockchain dan Theta Edge Network. Theta blockchain menyediakan kemampuan pembayaran, imbalan, dan kontrak pintar. 

 

Sementara itu, jaringan edge bertanggung jawab atas penyimpanan dan pengiriman aset media seperti gambar dan video.

 

Sejarah Awal Mula Theta

 

Theta Network: Jaringan Streaming Video Berbasis Blockchain

 

Mengutip laman forkast.news, Theta didirikan pada tahun 2017 oleh Mitch Liu, seorang pengusaha serial yang sebelumnya turut mendirikan perusahaan rintisan permainan seluler dan periklanan daring, serta Jieyi Long, seorang ahli dalam teknologi live streaming realitas virtual.

 

Pada tahun 2017, tim di balik Theta menggelar penjualan token pribadi, menjual 30% dari pasokan terbatas 1.000.000.000 unit THETA untuk mengumpulkan setara dengan $20.000.000 sebagai dorongan awal untuk proyek mereka.

 

Theta Labs, perusahaan di belakang Theta Network, juga memiliki situs streamingnya sendiri, Theta.tv. Situs ini membayar pemirsa dengan TFUEL untuk menonton konten video, yang, selama menonton, “diteruskan” ke pemirsa lain dengan menggunakan sebagian kapasitas pemrosesan pengguna utama.

 

Dewan penasihat Theta Network mencakup salah satu pendiri Twitch, Justin Kana, salah satu pendiri YouTube, Steve Chen, dan sejumlah eksekutif senior Verizon.

 

Jaringan Blockchain Theta Didukung oleh 3 Jenis Node

Mengutip laman forkast.news, jaringan blockchain Theta ditenagai oleh tiga kategori partisipan berikut ini, yaitu:

 

1. Enterprise validator nodes

Ini adalah perusahaan-perusahaan yang mengunci token THETA untuk memproses transaksi di jaringan. Beberapa node validator yang paling terkenal di jaringan ini, di antaranya Sony, Creative Artists Agency, Google, dan Samsung. 

 

Node validator merupakan garis pertahanan utama jaringan dan mengharuskan partisipan untuk mengunci 1.000.000 koin THETA.

 

2. Guardian nodes

Guardian nodes adalah node komunitas yang bertanggung jawab untuk menjaga konsensus dengan mengamankan validasi pada titik-titik yang telah ditentukan. Mereka adalah pengguna yang memastikan blok transaksi yang dibuat oleh node validator perusahaan berfungsi dengan akurat, menambahkan lapisan keamanan kedua pada protokol tersebut. 

 

Jika blok jahat lolos dari node validator maka guardian nodes akan menghentikannya. Guardian nodes hanya perlu mengunci 1.000 koin THETA.

 

3.  Edge Nodes

Edge Nodes memungkinkan pengguna untuk meneruskan aliran video dan berbagi bandwidth mereka untuk aliran di Theta.tv. Mereka diberi imbalan dengan TFUEL sebagai dukungan terhadap jaringan. 

 

Jaringan Theta memungkinkan pengguna untuk melakukan streaming peer-to-peer tanpa memerlukan jaringan pengiriman konten terpusat.

 

Cara Kerja Theta Network

Jaringan blockchain Theta didasarkan pada protokol peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan partisipan untuk mendapatkan imbalan dengan pembayaran real-time untuk distribusi konten. 

 

Jaringan ini juga memungkinkan pengembang untuk membangun DApps (Decentralized Applications) pada protokol blockchain open-source-nya. 

 

Theta menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake yang mirip dengan protokol blockchain Tendermint, yang didasarkan pada staking

 

Artinya, partisipan mengunci sejumlah besar token THETA untuk mendapatkan hak untuk memproses blok transaksi.

 

Tujuan Theta Network

Mengutip laman forkast.news, Theta bertujuan untuk mengubah masa depan platform pengiriman video dengan bantuan teknologi blockchain dan jaringan validator-nya. 

 

Perangkat lunak ini dibangun untuk mendorong jaringan pengguna globalnya untuk membuat dan mendukung platform streaming video yang sepenuhnya terdesentralisasi.

 

Meskipun terjadi kemajuan teknologi yang besar, kualitas streaming video dan waktu pemuatan tidak selalu sesuai dengan harapan tinggi para penonton. Hal ini disebabkan oleh pembatasan lokasi server pada platform streaming video dan jaringan distribusi konten. 

 

Jaringan distribusi konten biasa dibayar untuk mengirimkan konten video kepada pengguna akhir, tetapi server terpusat tidak dapat mengimbangi permintaan yang terus meningkat terhadap kualitas streaming.

 

Theta bertujuan untuk menjembatani kesenjangan besar antara kualitas dan kecepatan streaming dengan memungkinkan jaringan pengguna globalnya untuk meneruskan video menggunakan daya komputasi dan bandwidth yang tersedia. 

 

Semakin banyak pengguna yang aktif di jaringan, semakin banyak bandwidth yang akan tersedia untuk streaming video, meningkatkan kecepatan dan kualitas streaming dengan setiap node baru.

 

Theta memungkinkan para pembuat konten untuk memiliki kontrol lebih besar terhadap kontennya dan monetisasinya, yang kemungkinan akan meningkatkan popularitas jaringan ini. Investor yang yakin bahwa masa depan platform streaming video bersama dibangun di atas teknologi blockchain juga mendukung Theta.

 

Fitur-fitur Theta Network

Mengutip laman id.beincrypto.com, berikut ini adalah fitur-fitur utama yang dimiliki oleh Theta Network, di antaranya:

 

1. Tiga jenis node

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Theta merupakan jaringan yang terdiri dari tiga jenis node, yakni Enterprise Validator, Guardian, dan Edge. 

 

Varian dari mekanisme BFT (Byzantine Fault Tolerance) yang unik dari jaringan ini adalah bagian dari struktur tata kelola Proof-of-Stake (POS) mereka. 

 

Fitur tersebut mengatur jaringan peer-to-peer dari node yang berpartisipasi dalam operasional Theta Network.

 

2. Kemampuan pembangunan DApp yang dapat dikustomisasi

Theta Network memberikan kesempatan kepada pengembang untuk menciptakan aplikasi terdesentralisasi atau DApp.

 

3. Theta TV

Theta TV mewujudkan visi platform dalam hal streaming video menggunakan teknologi blockchain. Platform Esports Entertainment memberikan kemampuan kepada pencipta konten untuk memperoleh TFuel melalui langganan penonton. 

 

Mereka juga dapat meminta donasi dari penonton dengan menggunakan kartu kredit, yang nantinya akan dibayarkan dalam bentuk stablecoin USD ke dompet para pencipta konten.

 

Kelebihan dan Kekurangan Theta Network

Theta Network memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang penting untuk diketahui. Berikut ini penjelasan masing-masingnya, yaitu:

 

1. Kelebihan

  • Didukung oleh tim yang terdiri dari para ahli yang berpengalaman dalam industri streaming video, termasuk Steve Chen, salah satu pendiri YouTube, yang menjadi konsultan untuk Theta.
  • Menyediakan layanan streaming video online yang terdesentralisasi.
  • Berkolaborasi dengan platform terkemuka seperti Google dan Samsung Virtual Reality.
  • Menyusun strategi untuk mengurangi biaya dalam layanan streaming video.
  • Berfokus pada upaya peningkatan kualitas video dan penyiaran video online.

 

2. Kekurangan

  • Sebagai proyek yang masih tergolong baru, faktor keberlanjutan memegang peran kunci dalam menentukan keandalan platform ini.
  • Tingkat likuiditas yang rendah.
  • Initial Coin Offering (ICO) yang bersifat privat dan terpusat, yang dapat mengurangi tingkat transparansi.
  • Theta.TV mengalami tingkat buffering video yang tinggi.

 

Tokenomics Ganda: THETA dan TFUEL

 

Theta Network: Jaringan Streaming Video Berbasis Blockchain

 

Mengutip lama id.beincrypto.com, secara keseluruhan model tokenomics Theta didesain untuk memberikan penghargaan yang adil kepada semua pemangku kepentingan dalam ekosistem Theta, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan nilai utilitas Theta Network.

 

Dalam ekosistem ini, terdapat dua aset kripto asli, yaitu THETA dan Theta Fuel (TFUEL). Saat ini, THETA diperdagangkan seharga US$0,81, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$810.000.000. Sementara itu, TFUEL saat ini diperdagangkan seharga US$0,035, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$212.000.000.

 

Theta Mainnet 2.0 diperkaya dengan insentif inflasi TFUEL, yang melibatkan reward tahunan sebesar 5% untuk staking Theta. Reward ini diberikan kepada para pemegang yang menjaga keamanan jaringan blockchain melalui desain konsensus multilevel-BTTA Theta. 

 

Dengan TFUEL, pengguna dapat mengintegrasikan protokol pengiriman video P2P Theta ke dalam infrastruktur mereka, memberikan penghargaan tambahan kepada pengguna akhir atas partisipasi mereka dalam jaringan.

 

Selain itu, protokol ini memberikan reward kepada edge node Theta setelah peluncuran Mainnet 3.0 pada Juni 2021. Edge node merupakan partisipan penting lainnya yang menyediakan layanan pengiriman video. 

 

Ekonomi yang ditingkatkan mencakup inflasi TFUEL baru, staking, dan pembakaran. Sementara itu, baik biaya transaksi jaringan maupun biaya smart contract juga dibakar sehingga Theta Fuel ditarik dari pasokan beredar.

 

Sebagai informasi tambahan, kamu juga dapat membaca berbagai macam informasi menarik lainnya di kumpulan artikel di INDODAX Academy.

 

INDODAX Academy menyajikan berbagai materi yang mencakup berbagai tingkatan, mulai dari konsep dasar hingga aspek yang lebih mendalam berkaitan dengan teknologi blockchain.

 

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Theta telah memperlihatkan peran utama sebagai pionir dalam mewujudkan revolusi blockchain di industri hiburan. 

 

Berfokus pada reward yang adil dan model tokenomics yang seimbang, Theta bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan streaming video secara global. 

 

Melalui inovasinya, Theta telah memberikan harapan untuk membawa perubahan positif dalam pengalaman berselancar di dunia hiburan melalui penerapan teknologi blockchain.

 

Yuk Investasi Aset Kripto Theta di INDODAX

Nah, sekarang kamu sudah memahami tentang apa itu Theta Network, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga fiturnya.

 

Selanjutnya, jika kamu tertarik untuk berinvestasi aset crypto pada Theta maka ada baiknya kamu mengecek terlebih dahulu pasar kripto di INDODAX Market.

 

Setelah mengecek harga, kamu pun dapat melakukan pembelian aset kripto Theta (Theta To IDR)  di Crypto Exchange terpercaya hanya di INDODAX.

 

Sebagai pengingat, INDODAX merupakan platform perdagangan aset kripto ternama sekaligus pelopor dalam memfasilitasi jual beli aset kripto di tanah air.

 

Melalui reputasi yang terjamin sebagai platform perdagangan aset kripto, INDODAX pun terus menghadirkan layanan yang bisa diandalkan untuk investor.

 

Di samping itu, INDODAX pun berperan dalam menyederhanakan akses ke pasar aset kripto serta menjamin keamanan transaksi para pengguna.

 

Sebagai disclaimer, penting juga untuk diingat kembali bahwa keputusan untuk melakukan investasi aset kripto harus didasarkan pada penelitian yang cermat serta pemahaman mendalam tentang risiko yang ada.

 

Hal itu karena nilai aset kripto bisa mengalami fluktuasi yang signifikan akibat tingginya volatilitas.

 

Jadi, mari segera mulai berinvestasi dalam aset kripto bersama INDODAX!

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Worldcoin: Revolusi Biometrik AI Dunia dalam Kripto
18/04/2024
Worldcoin: Revolusi Biometrik AI Dunia dalam Kripto

Dalam beberapa waktu belakangan, OpenAI telah menjadi sorotan di dunia

18/04/2024
CryptoTab, Browser Terbaru yang Buat Kamu Kaya Bitcoin
17/04/2024
CryptoTab, Browser Terbaru yang Buat Kamu Kaya Bitcoin

CryptoTab adalah solusi unik yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan Bitcoin

17/04/2024
Ether.fi (ETHFI) Kini Hadir di INDODAX!
16/04/2024
Ether.fi (ETHFI) Kini Hadir di INDODAX!

Bukan sekadar aplikasi terdesentralisasi biasa, EtherFi membuka pintu ke dunia

16/04/2024