Andrew Tate menjadi viral di X usai dikabarkan mengalami kerugian besar usai mengalami likuidasi besar-besaran dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alih-alih berhenti dari posisi long karena terlikuidasi, Tate malah kembali mencoba membuka posisi short. Namun, upaya mendapatkan profit dari short tersebut juga gagal dan kembali terkena likuidasi.
Menurut data yang dipublikasikan Arkham, total terdapat 8 kali likuidasi yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Akibatnya, saldo akun yang semula berisi $100.000 kini hanya tersisa sekitar $14.000.
Likuidasi Beruntun Pangkas Lebih dari 80% Modal

Sumber: x.com/@arkham
Data Arkham Intelligence pada Kamis (18/6) menunjukkan bahwa Tate menyetor dana sebesar $100.000 ke akun trading miliknya dan membuka posisi long Bitcoin senilai $3,8 juta dan berakhir dengan likuidasi.
Alih-alih berhenti, Tate malah lanjut membuka posisi short sebesar 14.329 Bitcoin. Dalam kasus ini, kerugian yang terjadi tergolong sangat besar. Dari modal awal $100.000, dana yang tersisa hanya sekitar $14.000.
Artinya, lebih dari 86% modal miliknya hilang hanya dalam satu hari perdagangan.
Data tersebut langsung menarik perhatian komunitas kripto karena menunjukkan betapa tingginya risiko leverage trading.
Baca juga: Chaos! Ini 5 Penyebab Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP Drop Serempak
Long Gagal, Short Juga Tidak Berhasil
Yang menarik, kerugian Tate tidak hanya berasal dari satu arah transaksi.
Setelah posisi long Bitcoin dilikuidasi, ia mencoba mengambil posisi short atau bertaruh bahwa harga Bitcoin akan turun. Namun pasar kembali bergerak berlawanan sehingga posisi tersebut juga berakhir rugi.
Fenomena ini sering disebut trader sebagai “salah arah dua kali”, ketika pasar bergerak tidak sesuai prediksi baik saat mengambil posisi naik maupun turun.
Padahal, bagi trader yang menggunakan leverage tinggi, pergerakan harga yang relatif kecil saja sudah cukup untuk memicu likuidasi dalam trading kripto.
Pelajaran dari Kerugian Andrew Tate
Kasus Andrew Tate menjadi pengingat bahwa ukuran modal tidak selalu menentukan hasil dalam trading.
Penggunaan leverage memang dapat memperbesar potensi keuntungan, tetapi pada saat yang sama juga meningkatkan risiko kerugian secara drastis.
Ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi yang diambil, kerugian dapat terjadi jauh lebih cepat dibanding perdagangan tanpa leverage.
Kerugian lebih dari 86% dalam satu hari menunjukkan bahwa manajemen risiko dalam trading tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Kesimpulan
Data dari Arkham menunjukkan Andrew Tate mengalami salah satu sesi trading terburuknya setelah terkena 8 kali likuidasi dalam 24 jam.
Modal awal sebesar $100.000 menyusut menjadi sekitar $14.000 setelah serangkaian posisi long dan short Bitcoin gagal menghasilkan keuntungan.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa volatilitas pasar kripto dapat bergerak jauh lebih cepat dibanding perkiraan banyak pelaku pasar. Saat leverage digunakan secara agresif, satu keputusan yang salah dapat berkembang menjadi kerugian besar hanya dalam hitungan jam.
FAQ
1. Apa itu likuidasi dalam trading kripto?
Likuidasi adalah penutupan posisi secara otomatis oleh sistem ketika kerugian trader sudah mencapai batas tertentu sehingga modal tidak lagi cukup untuk mempertahankan posisi.
2. Mengapa Andrew Tate bisa terkena likuidasi berkali-kali?
Berdasarkan data Arkham, Tate terus membuka posisi baru setelah posisi sebelumnya rugi. Ketika pasar kembali bergerak berlawanan dengan prediksinya, posisi tersebut kembali terkena likuidasi.
3. Apa perbedaan posisi long dan short Bitcoin?
Posisi long digunakan ketika trader memperkirakan harga Bitcoin akan naik. Sebaliknya, posisi short digunakan ketika trader memperkirakan harga akan turun.
4. Mengapa leverage membuat risiko lebih tinggi?
Leverage memungkinkan trader mengendalikan nilai transaksi yang lebih besar dari modal yang dimiliki. Keuntungan bisa meningkat, tetapi kerugian juga dapat membesar dalam waktu singkat.
5. Apakah trader profesional juga bisa terkena likuidasi?
Ya. Likuidasi tidak bergantung pada popularitas atau pengalaman seseorang. Jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi yang diambil dan manajemen risiko tidak berjalan baik, siapa pun dapat mengalami likuidasi.
6. Apa pelajaran utama dari kasus Andrew Tate?
Kasus ini menunjukkan pentingnya manajemen risiko, penggunaan leverage yang bijak, dan disiplin dalam menentukan ukuran posisi saat melakukan trading Bitcoin.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
