Investor veteran Mark Yusko menilai pasar kripto masih berada dalam fase crypto winter, meski keterlibatan institusi terus meningkat.
Ia menegaskan bahwa pola siklus lama Bitcoin belum sepenuhnya berakhir dan masih mempengaruhi pergerakan harga.
Dalam pandangannya, penurunan harga yang terjadi saat ini bukan anomali. Justru, ini mencerminkan siklus pasar yang berulang, di mana sentimen dan perilaku investor tetap memegang peran besar.
Bitcoin Masih Tertekan Meski Institusi Masuk Besar
Mark Yusko melalui kanal YouTube Altcoin Daily mengungkap bahwa pada periode sebelumnya, investor institusional membeli Bitcoin hingga empat kali lebih banyak dari jumlah BTC yang ditambang. Namun, harga tetap turun.
Menurutnya, penyebab utama ada pada pemegang lama yang ikut menjual Bitcoin saat harga naik. Penjualan ini menambah pasokan di pasar dan menahan laju kenaikan, meski permintaan baru terus masuk.
Kondisi ini menunjukkan bahwa arus beli saja tidak cukup untuk mendorong harga jika tekanan jual masih kuat.
Baca juga: Isu Suku Bunga dan Ketua The Fed Baru Bikin Bitcoin (BTC) Enggan Menguat
Pasar Futures Kini Lebih Menentukan Harga Bitcoin
Yusko menjelaskan bahwa harga Bitcoin saat ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh pasar spot. Pasar futures dan derivatif kini memiliki pengaruh lebih besar.
Di pasar futures, trader menggunakan leverage besar. Ketika posisi besar dibuka atau ditutup, harga bisa bergerak cepat tanpa harus ada transaksi Bitcoin secara langsung.
Akibatnya, tekanan harga bisa muncul meski permintaan spot terlihat stabil.
Hal ini membuat harga Bitcoin lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek dan pergerakan teknikal.
Seberapa Dalam Bitcoin Bisa Turun?

Harga Bitcoin hari ini (10/02) | Sumber: TradingView
Berdasarkan pola siklus sebelumnya, Yusko memperkirakan Bitcoin berpotensi menguji area $50.000 hingga $60.000 sebelum menemukan dasar yang lebih stabil.
Ia menekankan bahwa kisaran ini bukan prediksi kejatuhan ekstrem, melainkan area teknikal yang sering diuji pada fase akhir pasar bearish.
Menurutnya, koreksi kali ini justru lebih ringan dibanding siklus-siklus sebelumnya.
Pemulihan yang kuat, kata Yusko, kemungkinan baru terjadi jika ada pemicu besar, seperti perubahan posisi besar di pasar futures yang memicu dorongan beli mendadak.
Kesimpulan
Mark Yusko melihat Bitcoin masih berada dalam fase penyesuaian siklus, di mana sentimen, arus modal, dan perilaku investor belum sepenuhnya pulih.
Meski infrastruktur dan partisipasi institusi semakin kuat, tekanan dari pasar derivatif dan penjualan pemegang lama masih membatasi pergerakan harga.
Bagi investor, fase ini lebih mencerminkan proses konsolidasi jangka panjang, bukan akhir dari Bitcoin.
Namun, Yusko mengingatkan bahwa kesabaran tetap dibutuhkan sebelum pasar benar-benar menunjukkan tanda pemulihan yang solid.
FAQ
1. Apa yang dimaksud Mark Yusko dengan crypto winter?
Crypto winter adalah kondisi ketika pasar kripto bergerak lesu dalam waktu lama. Harga sulit naik, sentimen negatif, dan investor cenderung berhati-hati meski minat institusi masih ada.
2. Kenapa harga Bitcoin bisa turun walau banyak institusi membeli?
Karena pemegang lama Bitcoin ikut menjual saat harga naik. Tekanan jual ini menahan harga meski pembelian baru terus masuk.
3. Mengapa pasar futures berpengaruh besar pada harga Bitcoin?
Di pasar futures, trader memakai leverage besar. Perubahan posisi derivatif bisa menggerakkan harga cepat tanpa perlu transaksi Bitcoin secara langsung.
4. Apakah Bitcoin pasti turun ke $50.000?
Tidak pasti. Kisaran $50.000 – $60.000 disebut sebagai area potensi dasar harga, bukan prediksi kejatuhan pasti.
5. Kapan Bitcoin bisa mulai pulih?
Pemulihan biasanya terjadi saat tekanan jual mereda, sentimen membaik, dan pasar futures mulai mendukung kenaikan harga.
6. Apakah siklus empat tahunan Bitcoin masih berlaku?
Menurut Mark Yusko, pola siklus masih ada. Meski pasar makin kompleks, perilaku investor tetap membuat siklus naik dan turun terus berulang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – Mark Yusko Reveals How Low Bitcoin Price Could Go in 2026, diakses pada 10 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
